Warning:
Sexual content applied.
Please kindly leave or skip this chapter if you feel uncomfortable with this kind of content.
Sider mulai banyak lagi. Biasakan vote plisseu sayangku~~ ♡♡♡ komennya juga ditunggu ya cintaku~~
***
Seongwoo menggigiti kuku jempolnya saat menunggu Minhyun mandi. Di meja samping ranjang mereka sudah tergeletak satu kotak berisikan kondom.
Seongwoo rasanya bisa gila. Gimana ceritanya hubungan mereka mendadak melesat secepet roket begini?
Iya sih tau negara Minhyun biasa sama roket atau rudal. Tapi masa hubungan badan secepet ini juga. Kan Seongwoo keder.
Pas tadi Minhyun ngajak dia ngeseks, Seongwoo kira Minhyun baru bakalan melancarkan aksinya besok. Atau lusa. Atau kapan-kapan kalo inget lagi.
Ternyata langsung.
Minhyun tadi keluar begitu Seongwoo masuk kamar. Seongwoo pikir suaminya kabur lagi. Dia kan suka php. Bikin orang pengen eh kabur.
Ternyata Minhyun balik lagi bawa satu kotak kondom. Gila aja. Satu kotak cuy. Isinya banyak itu. Seongwoo jadi ngeri. Nah kalo Minhyun minta sampe Seongwoo terkapar gimana dong?
Tapi sebenernya, Seongwoo agak kaget. Minhyun bawa kondom, itu artinya dia ga mau punya anak.
Kenapa? Bukannya selama ini Minhyun selalu mau anak? Dulu aja pertama kali gagal ngeseks karena anak. Minhyun pengen anak sementara Seongwoo ga pengen anak.
Tapi sekarang kebalik.
"Jangan gigit jarimu. Itu kebiasaan yang tidak bagus."
Seongwoo menoleh, menatap suaminya yang sudah selesai mandi, hanya menutup area pribadinya dengan sebuah handuk.
Kalo di kartun sih, Seongwoo pasti udah mimisan.
Tapi karena ini real, alias bukan kartun, Seongwoo ga mimisan. Cuma mupeng aja. Gimana engga. Badan Minhyun kan luar biasa banget. Beneran luar biasa.
Seongwoo jadi pengen nerjang suaminya rasanya. Pengennya sih. Kepengenannya doang. Berani juga engga. Orang ngeliat Minhyun cuma ditutup handuk aja si Seongwoo udah kalang kabut.
Maklum, perjaka ting ting. Unch.
Minhyun mendekati Seongwoo, naik ke atas kasur mendekati Seongwoo yang refleks mundur.
Minhyun jadi gemes. Tadi Seongwoo yang ngajakin ngeseks. Sekarang justru dia mundur.
"Hmm seingatku tadi ada yang mau didominasi. Apa perasaanku saja?" Tanya Minhyun.
"Apaan sih? Hish!" Seongwoo nyubit pipi Minhyun sampe pemiliknya berteriak kesakitan. "Ah aku mau tanya."
"Apa?" Minhyun ngejawab ketus. Kesel karena pipinya panas. Cubitannya Seongwoo maut emang.
"Kenapa kamu beli kondom? Kamu bilang mau punya anak?" Seongwoo balik tanya.
"Ah." Minhyun menatap kotak yang dia letakkan di meja. "Sebelum aku berhasil menyatukan negara kita dan membuat perang selesai sepenuhnya, aku rasa akan lebih bijak menunda soal anak. Lagipula kamu masih mau bebas kan?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Unification [OngHwang]
FanfictionOng Seongwoo, putra presiden Korea Selatan, Ong Jae In. Hwang Minhyun, putra presiden Korea Utara, Hwang Jong Un. Saat Korea Utara dan Selatan menyatu, kedua presiden sepakat untuk menjodohkan anak mereka. Akhirnya Seongwoo harus menikah dengan oran...
![Unification [OngHwang]](https://img.wattpad.com/cover/146645239-64-k981622.jpg)