Seorang pemuda berambut oranye duduk di tepi sungai, meratapi nasibnya sebagai leader yang katanya ngenes. Tiba-tiba anak fandom sebelah nyasar. Kazuna kaget melihat seorang pemuda berambut hitam bermata biru yang sedang kencan dengan air sungai. "Woi, salah lapak woi!" serunya sambil melempar sepatunya.
Terus sepatunya mengambang di sungai.
Kazuna mewek sambil ngejar sepatunya.
Tamat :v
Eh salah. Di sisi lain sungai, seorang pemuda berambut biru sebut saja Ali (nama disamarkan)--nama aslinya Aiba Rui sih :v--sedang melakukan hal yang hampir sama dengan Kazuna, yakni meratapi teman-temannya yang ga waras.
"Eh sepatu ngambang." Rui mengambil sepatu tersebut. "Lumayan nih kalo dijual bisa buat beli nasi bungkus."
"Itu sepatuku!" Kazuna berteriak sambil melambaikan tangan ke arah Rui. Sang pemuda berambut biru menyipitkan matanya, berusaha mencari eksistensi insan yang memanggilnya.
"MASUNAGA KAZUNA?!" Dia teriak histeris sambil menyeberangi sungai melalui jembatan(?) "Aku fans-mu!" akunya dengan mata berbinar-binar.
"A-aku punya fans!"
"Iya, Masunaga-san. Btw, kamu ngapain di sini?" Rui menyerahkan sepatu yang tadi diambilnya.
"Meratapi diri yang katanya ngenes." Kazuna pundung.
Rui yang jarang banget kepo tiba-tiba jadi penasaran. "Watashi kininarimasu! (Aku penasaran)." Rui memegang kedua tangan Kazuna dengan erat. Manik birunya berbinar penuh keingintahuan. "Mengapa kamu ngenes?"
"...." Kazuna diam seribu bahasa. "Dih, kepo," cibirnya tanpa perasaan.
Rui mengerucutkan bibirnya karena kesal. Entah harus pakai cara apa supaya dia bisa memaksa Kazuna memberitahukan segalanya. Kemudian, sebuah ide terlintas di kepala seorang Aiba Rui. Ia tersenyum mistis.
"Kalo kamu ga mau cerita, aku akan sebar fanart TomoKazu di ige, trus aku tag kamunya," ancam Rui dengan bangga.
Sontak, wajah Kazuna memerah. "Jangan woy," cegahnya terburu-buru. Dengan wajah yang tertunduk, ia menghela napas kesal. "Baik ... akan kuceritakan semuanya padamu." Ia mengalihkan pandangan ke arah sungai yang jernih.
"Pada zaman dahulu...."
Tiba-tiba terputar musik sedih sebagai latar.
"Aku kehilangan ibuku. Kami terpisah. Singkat cerita, aku mengikuti sekolah pelatihan untuk menjadi idola. Tujuanku menjadi idola adalah demi mencari ibuku. Tapi nyatanya, aku seolah termakan oleh 'cahaya' yang lainnya. Kalau seperti itu terus ... aku tidak akan bisa menemui ibuku." Buliran air mata mulai mengalir dari netra Kazuna.
Rui ikut nangis. Tapi, bukan karena cerita Kazuna, melainkan sang pemuda pemilik marga Aiba itu tengah memotong bawang merah. "Ngenes amat...."
"Belum lagi member di MooNs itu pada aneh-aneh. Kau tahu apa yang terjadi terakhir kali kami melakukan training camp di hutan?" Kazuna mengusap air matanya yang hendak mengalir keluar.
"Tidak...."
"Pagi itu kami mau minum teh. Tapi si Hikaru malah menyajikan segelas kecap asin kepadaku. Karena tidak tahu apa-apa, aku lantas meminum kecap asin tersebut, dalam satu tegukan," curhatnya seraya mengingat kejadian nista itu.
"Ya itu lebih mending ... ceritaku sih mungkin lebih sedih lagi," sergah Rui tanpa ragu. "Kejadiannya sih hampir mirip. Waktu itu lagi training camp juga. Tiba-tiba, Atom berbaik hati memberikanku minunan yang katanya enak. Kukira itu hanya soda rasa daging sapi. Tapi, aku salah. Itu bukan soda rasa daging sapi yang biasanya. Soda itu sudah dicampurkan dengan parutan marimo yang diambilnya secara diam-diam dari koleksi Eru. Terus, ditambahin bubuk cabe yang mereknya b*n cabe level lima belas. Ya ... bisa dibayangin gitu ya rasanya...." Rui nyaris muntah saat mengingat kembali keusilan dari temannya.
Kazuna menggeleng. Masih merasa dirinya paling ngenes. "Setidaknya kau tidak punya anggota yang maniak dengan mamirin."
Rui yang tidak mau kalah langsung membalas, "Aru itu suka main game. Dia koleksi banyak banget game. Suatu hari, aku ga sengaja membuat psp kesayangannya lecet. Aku dirawat selama empat hari di rumah sakit." Rui menggulung lengan bajunya, menunjuk salah satu luka akibat perlakuan kejam Aru.
"Ternyata kita...." Kazuna menjeda kalimatnya, kemudian memandang netra biru lawan bicaranya.
"Sama-sama ngenes ya." Keduanya berucap sambil menahan air mata.
* * *
Requested by : AliciaF23
Maaf kalo ga memuaskan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Idol Hell
Fiksyen PeminatCLOSE REQUEST Sebuah fanfiction khusus untuk fandom Idol. Fandom yang tersedia saat ini : 1. Utapri 2. B-Project 3. Marginal #4 Kiss Kara Tsukuru Big Bang Sempat menjadi #1 di tag BProject
