Hari ini SMA Gading terlihat sangat ramai. Kegiatan belajar ditiadakan karena memang hari ini hari ulang tahun sekolah.
Di lapangan sudah dilaksanakan pertandingan basket dan 10 menit lagi giliran kelas David untuk bertanding dengan kelas XII IPS 2.
Sedangkan di Aula juga sedang dipersiapkan untuk pensi. Meisya menuju lapangan untuk melihat David bertanding.
"Dell, ke lapangan yuk nonton David." ajak Meisya.
"Lo kan mau tampil Sya, yakali lo ke lapangan," jawab Della sembari meminum es kepal milo nya.
"Kan masih nanti, masih cukup buat nonton David," ujar Meisya. Mau tak mau Della menuruti kemauan Meisya.
Pritt.....
Tanda pertandingan selesai dan dilanjutkan oleh kelas David yang akan bertanding. David dan teman-teman lainnya sedang pemanasan menunggu lawan mereka datang.
"David semangat yaa, I love youu," teriak Salsa, anak kelas XII IPS 1 yang sangat tergila gila pada David.
David hanya menutup telinga mendengar ocehan Salsa. David sangat risih dengan cewek sok kecentilan yang mirip nenek lampir itu.
Setelah semuanya siap David memposisikan diri di tengah sebagai center sekaligus kapten. Fyi David juga ketua ekskul Basket.
Pritttttttt
Dengan sigap David mengambil alih bola pertama dan mendribble menuju ring lawan, dan shoot pertama berhasil dia lakukan tanpa kendala dari area three point.
"Ayo Dell, kan udah mulai lo lama sih," gerutu Meisya karena Della lama sekali di toiletnya.
"Iya sih sabar, tuh pangeran lo udah main," ucap Della.
"DAVID SEMANGAT!" teriak Meisya dari pinggir lapangan yang langsung mendapat plototan tajam dari Salsa.
David mendengar teriakan Meisya, ia hanya menoleh lalu konsentrasi lagi.
45 menit sudah berlalu dan pertandingan dimenangkan oleh kelas David. Sudah jelas siapa yang akan menang melawan kapten basket. David dan anak lainnya duduk di bangku pinggir lapangan, Meisya datang dengan membawa sebotol air mineral dan handuk.
"Hai Dav, ini minum buat lo sama handuk buat ngelap keringet lo," Meisya memberikan sebotol air minum dan handuk kepada David sambil duduk disebelahnya.
David menerimanya. Catat! David menerimanya. Meisya tersenyum, "Perlahan lo bakal luluh kok sama gue," ucapnya dalam hati.
"Thanks." jawab David meskipun sangat lirih namun Meisya bisa mendengarnya.
"Sya buat kita mana? Kok David doang yang dikasih?" goda Deon sambil mengibas ngibaskan tangannya karena gerah.
"Gue kepikiran David doang," Meisya hanya nyengir tanpa dosa.
Tiba-tiba Salsa datang langsung mendorong Meisya yang duduk di sebelah David, "Heh ngapain lo deket deket cowok gue? Pergi sana lo dasar pelakor!"
Meisya tidak terima, ia mendorong Salsa balik, "Jaga omongan lo ya. Emang lo pacarnya? enggak kan?"
"Nyolot banget sih lo jadi cewek, jangan kegatelan deh," Salsa bicara dengan angkuhnya sambil memeluk lengan David dan langsung ditebas kasar oleh David.
Meisya tersenyum meremehkan, "Hello? ngaca dong. Lo tuh yang kegatelan pacar bukan, udah sok sok an banget! mending urusin tuh hidup lo,kaya dianggep aja sama David,"
Salsa geram dan mengangkat tanganya untuk menampar Meisya sampai sebuah tangan kokoh menghalangi nya.
"Dav apa apaan sih, kok lo malah belain dia?" ucap Salsa karena tangannya ditahan oleh David.
"Pergi!" suruh David dengan tegas.
"Dav gue kan-" ucapan Salsa terpotong oleh David.
"PERGI!" ucap David sekali lagi dengan lantang dan keras.
Salsa beserta dayang dayang nya pergi dari situ dengan wajah menahan emosi dan malu.
Kemudian David berbalik menghadap Meisya dan berkata, "Lo juga pergi." ucap David namun terdengar lembut tidak seperti ia bicara pada Salsa tadi.
Setelah itu David pergi meninggalkan Meisya, tanpa aba aba Meisya mencekal tangan David, "Habis ini lihat gue nyanyi di aula ya, lagunya buat lo soalnya hehe," Setelah itu Meisya berlari meninggalkan David.
***
Meisya mendengar namanya sudah dipanggil lewat pengeras suara, waktunya ia tampil. Meisya naik ke panggung, ia tampak nervous. Lalu ia melihat Della duduk di kursi paling depan memberinya semangat.
Sejurus kemudian, Meisya mengedarkan pandang mencari sosok yang ia tunggu, dan betapa bahagia nya Meisya karena David sudah berada di depan pintu masuk menatapnya.
Kemudian alunan musik mulai terdengar, Meisya memejamkan matanya dan mulai bernyanyi,
Telah lama sendiri
Dalam langkah sepi
Tak pernah kukira bahwa akhirnya
Tiada dirimu di sisiku
Meisya sangat menghayati lagu yang ia bawakan, entah kenapa tiba tiba atmosfer di aula berubah. Semuanya terhanyut dalam suara Meisya. Sampai pada bagian Reff mata nya menatap David lekat,
Meski waktu datang
Dan berlalu sampai kau tiada bertahan
Semua tak 'kan mampu mengubahku
Hanyalah kau yang ada di relungku
Hanyalah dirimu
Mampu membuatku jatuh dan mencinta
Kau bukan hanya sekedar indah
Kau tak akan terganti
Tak sadar David terpaku mendengar suara Meisya. Ia terpesona dengan suara Meisya, dan ia masih menatap Meisya lekat lekat.
Tak pernah kuduga bahwa akhirnya
Tergugat janjimu dan janjiku
Meski waktu datang
Dan berlalu sampai kau tiada bertahan
Semua tak 'kan mampu mengubahku
Hanyalah kau yang ada di relungku
Hanyalah dirimu
Mampu membuatku jatuh dan mencinta
Kau bukan hanya sekedar indah
Kau tak akan terganti
Diam diam David menarik senyum di sudut bibirnya sangat tipis sekali. Sampai suara tepuk tangan menyadarkan lamunannya.
Prokk Prokk Prok
Meisya turun dari panggung langsung menghampiri Della, "Tuh kan gue bilang suara lo itu cetar banget, sampe si doi kagak kedip liatin lo," ucap Della memuji suara sahabatnya itu.
"Serius lo?" tanya Meisya. Lalu ia mengedarkan pandangan mencari keberadaan David. Ternyata David sudah pergi dari aula. Meisya langsung berlari keluar mencari David, ternyata David masih diluar.
"Dav tunggu," cegah Meisya dan David berbalik sambil menaikkan sebelah alisnya seolah bertanya kenapa?.
"Makasih," Meisya tersenyum.
"Oke," David menjawab lalu pergi.
David menuju parkiran untuk pulang, tapi ia berhenti sebentar sambil duduk diatas motornya ia teringat ucapan Bunda nya kemarin, "Jangan sia siain orang yang berusaha bikin kamu bahagia,"
Lalu ia berfikir sejenak, "Apa maksud Bunda itu Meisya?"
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
Yeayy update lagi, gimana sampe sini? Udah ngefeel belum? Udah banyak teka teki kan ya? Oiya aku mau minta maaf kalau minggu minggu ini aku ngga janji setiap hari update. Karena aku mau berjuang melawan sebuah pertanyaan dan jawaban yang menghantarkan ku untuk mencetak nilai:( yashh aku akan ada UAS.
Tapi insya Allah aku usahain untuk update, yang penting votenya jangan lupaa:)
Ttd,
ArikIndriyani
KAMU SEDANG MEMBACA
Hatred
Teen FictionHari ini kita membenci seseorang begitu dalam. Tapi siapa sangka besok kita mencintai seseorang itu begitu dalam. Jadi bersikap sewajarnya saja demi menyelamatkan keadaan hati. Seperti yang dirasakan sosok laki-laki bernama Mahesa David Pradipta ya...
