"Kak, nanti Jeno pulang dengan senior Mark ya?"
"Untuk ap-"
"APA?!?! KAU AKAN PULANG DENGAN MARK LEE?!?!"
"YAK! NA JAEMIN BISAKAH KAU TIDAK BERTERIAK HAH!!"
Renjun sungguh kesal karena Jaemin yang tiba - tiba saja teriak di sebelahnya. Salahkan dirinya sendiri yang selalu ingin berjalan ditengah - tengah antara Jeno dan Jaemin, padahal dirinya yang tertua diantara ketiganya tapi sifatnya sudah seperti si bungsu.
"APA MASALAHMU HAH?!"
"YAK!! KAU-"
"Kak, jangan teriak - teriak lagi ya. Jeno malu diliatin sama siswa yang lain"
Jujur, bagaimana Jeno tidak malu dengan kelakuan kakak dan adiknya yang selalu saja berteriak kapanpun dan dimanapun. Terkadang Jeno berfikir untuk membuat surat pernyataan pengunduran diri dari triplets beda marga ini dengan alasan sudah lelah dengan sifat kedua kembarannya yang bertolak belakang sekali dengan kepribadian Jeno.
"Ihhh~ Jeno malu punya kakak imut nan menggemaskan seperti Injun?"
Oh tidak! Bencana jika Renjun sudah menunjukkan muka memelas ditambah dengan mata yang berkaca - kaca, karena Jeno tahu hati lembut dirinya akan tersentuh dan seterusnya ia akan gelagapan mencari alasan agar kakak manjanya ini tidak melanjutkan aksinya ke level yang lebih rumit.
"Eh- eh enggak kok kak, Je- Jeno cuma ng- ng- apa ya. I- itu Jeno-"
"SUDAHLAH! POKOKNYA INJUN BENCI JENO! BENCI JAEMIN JUGA! INJUN CUMA SAYANG KAK JUNKAI!!!"
Dasar Renjun, entah kenapa dia selalu sensitif jika Junkai atau kedua adiknya bersikap seperti Jeno tadi. Dan berujung dengan Renjun yang marah - marah tidak jelas menggunakan kata - kata yang terkesan lucu untuk diucapkan oleh anak SMA seperti dirinya.
"WOY HUANG! MAU KEMANA HEY?!" Jaemin teriak dengan raut wajah cemasnya karena dia tau kalo Renjun marah seperti ini, Renjun akan menghilang tanpa jejak sampai amarahnya reda. Dan kali ini Jaemin tidak mau kembali susah membantu Junkai serta Jeno untuk menemukan kakak manjanya itu.
"Jen, kamu pulang saja dengan senior Mark. Aku akan menyusul si Huang manja itu dulu, dan jangan katakan masalah ini pada kak Junkai ya, oke? Bye~"
Setelahnya Jaemin langsung berlari menjauh untuk menyusul Renjun yang kini sudah tak terlihat lagi.
"Harusnya dia memanggilku kakak kan?"
Jeno hanya menghela nafas lelah melihat hubungan antara kakak dan adiknya yang sungguh sangat aneh dimatanya.
.
.
.
"Jeno pulang~"
Junkai melongok dari pintu dapur saat mendengar suara adiknya itu
"Kemana kakak dan adikmu?"
"Eum, i- itu a- anu kak"
"Anu apa?" Tanya Junkai dengan wajah penasaran yang mana membuat Jeno semakin gugup untuk menjawab pertanyaan kakaknya itu
"Kak Injun dan Nana sedang jalan - jalan sebentar, katanya ingin bersenang - senang" Diam - diam Jeno mengaitkan jari telunjuk dan jari tengahnya dibelakang punggungnya, itu kebiasaan mereka -triplets- saat mereka berbohong dan hanya mereka bertiga yang tahu hal ini
"Oh tumben mereka berdua akur, kamu tidak ikut?" Junkai terlalu sibuk dengan kompor tanpa tahu kalau kini wajah Jeno sudah pucat dan bekeringat dingin akibat mencari kebohongan lain untuk menyelamatkan kedua kembarannya dari omelan Junkai
"Je- jeno ada ba- banyak tugas kak, ja- jadi Je- jeno ti- tidak ikut. Eum, Jeno ke kamar dulu ya kak?"
"Tunggu Jen!" Jeno menghentikan langkahnya dan nenoleh dramatis ke arah Junkai
"I- iya kak, a- ada apa?" Wajah Jeno semakin pucat kala Junkai melihat ke arahnya
"Katakan pada Renjun dan Jaemin cepat pulang, hari sudah mulai gelap" Junkai kembali pada aktivitas awalnya, mengahadapi kompor
Jeno menghela nafas lega, dia kira kak Junkai akan mencurigainya tetapi nyatanya tidak dan Jeno bersuyukur akan hal itu. Jeno kembali melanjutkan langkahnya menuju kamarnya dan mengechat kembarannya
Tripletsnya Kak Junkai (3)
Lee.Jeno | "Katakan pada Renjun dan Jaemin cepat pulang, hari sudah mulai gelap" - kak Junkai @HuangR @NanaJaem
~TBC~
Yuhuuuu~
KAMU SEDANG MEMBACA
1 : 3
FanfictionKisah keluarga tanpa orang tua : kakak tertua beserta tiga adik kembar berbeda marga. ••• Main cast : Wang Junkai ft. NoRenMin
