"Jen, jadi pergi?"
Jeno menolehkan kepalanya ke arah pintu, disana berdiri sosok yang biasanya manja tapi kini mulai berbeda, Huang Renjun. Setelah mengangguk sebagai jawaban, Jeno kembali memfokuskan diri membereskan ranselnya, semua barang yang ia butuhkan sudah siap didalam ranselnya.
"Hati-hati ya, sepertinya aku bakalan rindu sama kamu." Renjun terkekeh setelah mengucapkan kalimat yang terkesan cheesy baginya.
"Hm, kalian disini baik-baik juga. Kak Renjun jangan banyak bertengkar dengan Jaemin, kasihan nanti kak Junkai." Renjun hanya mengangguk mendengar sedikit nasihat adiknya tersebut. Renjun berjalan menghampiri Jeno yang kini duduk diujung kasurnya.
"Terimakasih ya sudah mau jadi adikku, kamu yang terbaik, maaf kalau selama ini aku belum menjadi kakak yang baik untukmu." Jeno menatap penuh tanya pada Renjun. Renjun yang sekarang tengah tersenyum sangatlah aneh dimata Jeno.
"Kenapa?"
"Hm?" Renjun melirik Jeno sekilas lalu kembali fokus pada foto mereka berempat saat liburan ke Jepang tahun lalu.
"Kak Renjun kenapa?" Setelah meletakkan ranselnya disamping kasurnya, Jeno berdiri didepan Renjun dengan tatapan penuh selidik.
"Aku kenapa? Jangan aneh-aneh Jen. Aku tidak apa-apa kok." Renjun berbaring dengan lengan kanan yang menutupi matanya. Jeno hanya menghela nafas dan mengambil tempat disamping sang kakak dan ikut memejamkan mata, berusaha mengistirahatkan pikiran dan fisiknya dari semua hal yang terjadi.
"Jen"
"Hm?"
Tanpa menoleh satu sama lain, Jeno maupun Renjun tetap diam. Renjun memiringkan tubuhnya ke arah Jeno untuk melihat adiknya itu. Helaan nafas yang keras mulai mengganggu Jeno dan memaksanya untuk mengalihkan perhatiannya pada orang disampingnya.
"Kenapa kak?"
"Mau tidur, capek." Alis Jeno terangkat sebelah menatap aneh bingung pada sang kakak.
"Ya tidur? Kenapa melapor padaku?"
Renjun tersenyum tipis, lalu menganggukkan kepalanya pelan. Setelah helaan nafas kembali terdengar, Renjun bangun dari posisinya hendak keluar dari kamar Jeno.
"Mau kemana? Katanya capek mau tidur?" Jeno terduduk setelah merasakan tempat disampingnya kosong.
"Mau ke kamar Jaemin."
"Oh." Setelahnya terdengar suara pintu yang tertutup. Jeno membuka matanya dan menerawang jauh dengan alis mengeryit pelan.
"Tidak biasanya."
.
.
.
.
"Jaem"
"Hm, kenapa Huang?" Jaemin masih asik dengan komiknya, tidak terlalu mengindahkan eksistensi sang kakak.
"Hobi banget sih baca komik?" Renjun mengambil tempat diatas ranjang Jaemin. Memeluk boneka panda yang sejak Jaemin kecil sudah ada disisi si empunya.
"Suka-suka dong. Kenapa? Biasanya kamu tidak akan ke kamarku kalau bukan kak Junkai yang menyuruh." Jaemin masih setia ditempatnya, meja belajar yang menghadap ke jendela dan otomatis membelakangi tempat tidurnya, tempat Renjun berada.
"Tidak apa-apa, hanya sedang ingin. Tidak boleh?" Renjun mendudukan dirinya mengahadap ke sebuah pigura yang cukup besar didinding atas tempat tidur Jaemin, foto mereka berempat saat mereka merayakan kelulusan triplet dari sekolah menengah pertama.
"Boleh saja, hanya masih terasa asing bagiku. Kita tidak sedekat ini sebelumnya. Harus ada Jeno diantara kita, karena ini sungguh sangat aneh jika hanya berdua." Renjun terkekeh pelan, lalu mengangguk setuju akan pernyataan si bungsu.
"Jaem,"
"Hm?"
"Kamu itu adik yang baik, maaf ya selalu membuatmu repot dan dalam masalah karena ku. Terimakasih juga selalu memaafkan semua tingkahku. Kamu adik terbaik walau Jeno yang paling terbaik hehe."
Kerutan di dahi Jaemin makin terlihat jelas. Semua aktivitas yang dilakukannya dihentikan secara bersamaan. Atensinya teralih pada si kakak yang membelakanginya.
"Hey Huang,"
"Ah aku mau ke kamar dulu ya, mengantuk."
Jaemin terus mengamati Renjun sampai pintu kamarnya tertutup pelan tanda sang objek telah keluar dari kamarnya.
"Aneh, itu tadi Huang Renjun sungguhan kan?"
~TBC~
Gais, bahasanya beneran aku ubah jadi gak baku banget. Seriusan aku kagok sendiri kalo terlalu baku. Gapapa kan?
KAMU SEDANG MEMBACA
1 : 3
FanfictionKisah keluarga tanpa orang tua : kakak tertua beserta tiga adik kembar berbeda marga. ••• Main cast : Wang Junkai ft. NoRenMin
