[Luka]

2.5K 238 6
                                        

"Kak, bunda Irene akan baik - baik saja kan?" Renjun menahan tangisnya untuk sementara menunggu jawaban dari Junkai. Berkali - kali Renjun menanyakan hal yang sama dengan sesekali menunjuk salah satu pintu bercat putih bertuliskan ICU itu. Pandangannya sudah mengabur terhalang cairan bening yang memaksa keluar mengalir melewati pipi berisi Renjun.

"Bunda, dia akan baik-baik saja. Kita tahu kan bunda adalah malaikat terkuat yang kita punya, bunda akan baik-baik saja, bunda itu wanita yang kuat. Iya kan kak?" Kali ini si bungsu Jaemin bertanya dengan tatapan kosong yang mengarah pada objek yang sama yang ditunjuk oleh Renjun.

Junkai tidak mampu berkata, hatinya memberontak tapi mulutnya seakan terkunci. Jika memang ini sudah takdirnya, ia sudah siap menghadapi takdir yang sama untuk kedua kalinya. Takdir yang suram, takdir yang akan menorehkan luka baru dihatinya yang bahkan masih tertanda oleh luka lama bertahun - tahun lalu.

"Jeno, dia masih sulit untuk dihubungi?" Renjun dan Jaemin sama sama menganggukkan kepala mereka. Junkai menghela nafasnya sekali lagi lalu berniat akan menghubungi nomor yang sejak beberapa jam lalu sulit untuk mereka hubungi.

"Biar Injun saja yang mencoba untuk  menghubungi Jeno lagi." Renjun berjalan menjauh dari kedua saudaranya dan duduk disalah satu bangku yang tersedia didepan ruang ICU. Tangannya gemetar seiring segukan yang belum reda, memegang handphonenya dan mulai men-dial nomor Jeno.

Tutt

Tuttt

Tuttt

"Halo?"

Bukan suara Jeno yang menyapa indera pendengarannya.

"Je- Jeno dimana?"

Hening sesaat sebelum suara khas yang Renjun hafal terdengar

"Ada apa kak?"

"Jen, bunda. Bunda Jen, bunda hiks"

Renjun tidak bisa melanjutkan ucapannya, hatinya terlalu sakit untuk mengungkap sebuah fakta menyakitkan terutama ini kepada Jeno, entah apa reaksi Jeno nanti tapi Renjun yakin Jeno akan jauh lebih terpukul dibanding dia dan Jaemin nantinya.

"Bunda kenapa kak?!"

"Po- pokoknya kamu harus cepat datang ke rumah sakit ya Jen, kakak mohon!"

Tuuttttt

Renjun langsung mematikan sambungan teleponnya. Jujur Renjun sudah tidak kuat lagi berbicara pada Jeno apalagi tadi ia mendengar nada penuh kekhawatiran dari sebrang sana dan itu membuat hatinya semakin merasakan sakit. Renjun berbalik dan kembali berdiri di sisi Junkai, menahan tangisnya agar suasana tidak terlalu larut.

Tak lama setelah itu Jeno sampai disana dengan Xiyeon disampingnya. Raut wajah yang kentara sekali akan kekhawatiran, menatap penuh tanya pada mereka bertiga, mengalihkan pandangan ke belakang Junkai dan sedetik kemudian Jeno sadar didalam sana, bundanya tengah berjuang. Lebih tepatnya kembali berjuang setelah sekian lama bertahan. Air mata mulai mengalir, turun perlahan mulai membasahi sebagian pipi Jeno. Meski dengan air mata yang mengalir Jeno tidak bersuara bahkan terisak sedikitpun, seolah terlihat ia yang paling tegar disini.

"Bunda, tidak akan seperti ayah kan, kak?" Jelas ini tertuju untuk Junkai, karena bagaimanapun Renjun tidak sejauh itu untuk tahu apa maksud dari ucapan Jeno barusan.

"Semoga Jen, semoga." Junkai mulai memeluk tubuh tegap Jeno, berharap dengan ini Jeno mampu merasakan ketenangan yang sedari tadi coba ia salurkan kepada adik-adiknya. Junkai tahu, Jeno diam dan tidak berteriak atau bahkan terisak sekecil apapun bukan karena ia kuat mental atau tidak merasa sedih, tapi dengan cara beginilah Jeno mengungkapkan semua emosi yang berkecamuk didalam jiwanya.














~TBC~

Masih ada feelnya gak?

Aku mau konfirm beberapa hal.

Pertama, cerita ini lebih ke brothership bukan ke boyslove, kalian pasti kaget kenapa gak boyslove padahal dibeberapa chapter ada dialog atau bagian yang menjurus kesana, tapi percaya gais itu bagian awal cerita yang belum keseluruhan terungkap faktanya jadi jangan terlalu cepat menyimpulkan yaaa😉

Kedua, cerita ini mungkin akan banyak semacam konflik daripada tenang adem ayemnya jadi jangan bosen sama masalah yang bakal terus muncul okeeee

Ketiga, ada atau mungkin banyak adegan yang gantung dan gak ada lanjutannya, tapi gais itu bukan gak ada lanjutannya melainkan emang disengaja menggantung karena nantinya akan ada chapter atau bagian yang khusus menjelaskan side story nya gitu. So, inget-inget aja jalan ceritanya gimana ya gais hehe

Sekian penjelasannya semoga paham dan gak minggat dari cerita ini. Btw MAKASIH BUAT 2K VIEWS NYAAAAA🎉🎉🎉 WUFFYU GAISSSSS❤️❤️

1 : 3Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang