Berawal dari pertengkaran.
~•~•~
Sepulang sekolah, seperti biasa Lalisa selalu menunggu Revan di parkiran, tepatnya di dekat mobil Revan.
Selalu begitu.
Lalisa yang selalu menunggu. Walaupun teriknya panas tidak bisa dihindarinya saat ini. Sesekali ia melirik jam yang melingkar di pergelangan tangannya.
Dan rupanya hampir 10 menit ia menunggu tapi tidak ada tanda-tanda kemunculan Revan.
"Kemana sih Revan?!" gumamnya dengan nada sebal sambil menggibaskan jemarinya di depan wajah karena kepanasan.
"Weh si penunggu setia udah nangkring aja di sini," tiba-tiba Revan muncul dengan ekspresi tanpa dosa karena tlah membuat Lalisa menunggu, malah ia main masuk saja ke dalam mobil tidak lagi membukakan pintu untuk Lalisa.
Lalisa sengaja tidak masuk, ia masih berdiri disitu dengan ekspresi sebal membuat Revan menongolkan kepalanya di pintu mobil dan berteriak,
"Lalis lu gak mau pulang?" tanya Revan sedikit berteriak.
"Bukain pintunya dulu!" pinta Lalisa.
Revan menghela nafasnya sambil memutar kedua bola matanya dengan malas.
"Iya nih gue bukain dari dalem," ucap Revan lalu kepalanya masuk lagi dan seketika pintu mobil terbuka.
"Noh, udah kan? Yaudah gc masuk, emang lu gak panas apa?" Revan kembali menongol.
Lalisa melirik sekilas pintu itu, dan baru lah ia mengitari mobil itu dan masuk begitu saja.
Revan pun menjalankan kendaraannya itu. Ia melirik Lalisa yang masih saja cemberut. Yaps, Lalisa bisa menjadi anak kecil jika bersama Revan.
Tangan Revan pun terulur memegang pucuk kepala Lalisa sambil mengacak-acaknya dengan gemas, "Kenapa lagi sih mukanya cemberut terus?" tanya Revan baik-baik.
Lalisa melipatkan kedua tangannya di dada dan masih tidak mau melihat ke arah Revan.
Revan pun menghela nafasnya dengan gusar karena Lalisa terus saja diam, "Yaudah deh... Gue minta maaf, udah ya jangan ngambek lagi!"
Lalisa akhirnya menurunkan kembali kedua tangannya, ngambeknya sedikit menghilang.
"Lu tuh tadi kemana sih?!" tanya Lalisa dengan nada kesal.
"Ya, biasa... Lagi lu kenapa sih? Bukannya sering nunggu ya? Kok marahnya baru sekarang?" Revan lebih terkesan meledeknya yang sukanya menunggu.
"Iya, keseringan nunggu gue sampe jamuran tapi orangnya gak peka peka—eh.." Lalisa segera menutup mulutnya rapat-rapat sambil melirik Revan, dan ternyata Revan sedang melihat ke arahnya.
Rupanya Revan sedikit terkejut mendengar ucapan Lalisa.
"Nungguin siapa lu, hah?" Revan mencubit pipi Lalisa dengan gemas dan meledeknya.
"Anak kecil nih bahasanya peka peka." Revan tertawa renyah.
Namun Lalisa segera menepis tangan Revan dan kembali memasang muka sebal.
KAMU SEDANG MEMBACA
Yours
Fiksi Remaja[PLAGIATHOR HARAM MAMPIR, TQ] (Sequel The Most Wanted Boy Vs Bad Girl) Cover by: HajidahNasia Hidup Lalisa yang dulunya tentram dan damai kini berubah menjadi kacau saat kehadiran tetangga barunya. Ditambah, ternyata tetangga barunya itu adalah tema...
