I Hate This! Part 3

8 0 0
                                        

Baru saja si Mbak perawat berlalu tiba-tiba … gedubrak! Tiga ekor binatang jadi-jadian membuka pintu dengan kasar, kemudian menutupnya cepat-cepat. Tiga ekor binatang itu— masing-masing beruang, panda, dan monyet—menyandakan diri di pintu dengan napas ngos-ngosan. Seolah baru dikejar massa yang membawa pentungan.

Aku dan Keenan saling pandang

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Aku dan Keenan saling pandang. Tidak mengerti mengapa ada tiga orang yang menyaru binatang tersebut masuk ke dalam kamarku. “Psst, ngapain tuh orang?” tanyaku pada Keenan.

    Keenan menanggakat bahunya. “Meneketehe. Kali ini dikira kandangnya,” sahutnya tanpa berkedip memandang monyet, beruang dan panda nggeloso di lantai.

“Kalian siapa?” tanyaku curiga. Jangan-jangan mereka adalah wartawan atau paparazzi yang nekat mencari tahu tentang diriku. Oh, bisa gawat ini!

Si beruang lebih dulu bangkit mendengar pertanyaanku. Ia membuka bagian kepalanya, lalu...

“Tadaaa...ini gue!” Al mengacungkan dua jari-jarinya yang masih terbungkus seragam beruang.

“Lha kok elu, Al? Nah yang dua ono siapa?”

“Kenalkan...saya Pierre.” Pria dibalik seragam monyet mengenalkan diri.

“Saya, Jazz.” Si Panda tak mau kalah.

“Kami dariiii...Hiiiiigh Eeeeend! Cyaaat!” Ketiga alien itu beraksi bak anggota Power Rangers hendak silat.

    Mulutku ternganga, sedang Keenan garuk-garuk kepala. Kami berdua heran melihat kelakuan mereka. Mbok yaaa cari gaya yang lebih elit napa? Masa gaya Power Rangers kostumnya panda, monyet, dan beruang? Nggak banget! Celaku dalam hati.

    Usai mengenalkan diri dengan gaya ajaib semua membuka kostum masing-masing, melemparkannya ke pojokan, sebelum akhirnya berjalan mendekati ku keranjang.

    “Hai!” sapa Jazz riang. Di belakangnya mengekor Kak Pierre dan Al.

    “Sorry, kita baru bisa kemari sekarang ya...” kata Kak Piere dengan badan setengah dibungkungkan. Baru kemudian  meletakkan buah tangan berupa buah-buahan di atas meja samping tempat tidur.

    “Kalian cuma bertiga?”

    “Tadinya Mr. Lee mau ikut, tapi batal karena ada rapat dengan orang TV5. Bang Oji (nama sebenarnya Kang Ji Hyun, tapi dipanggil Oji, posisinya adalah wakil manajer kami) sih dah lebih dulu kemari. Hari pertama denger lu kecelakaan langsung kemari,” jelas Kak Pierre.

    Aku ber-oo mendengar jawaban mereka.

    “Lho ini yang cantik siapa nih?”

Al menunjuk Keenan hingga semua mata tertuju padanya. Tanpa diminta ia  merangsek maju kearah Keenan dan mengulurkan tangan, mengajak kenalan.

“Kenalin aku Al, temennya Kak Evan. Kamu siapa?” Ia mencondongkan tubuh jangkungnya pada Keenan. Keenan mundur dua langkah, menghindari Al.    

KEEN, ONE OF A KINDCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang