9

2.4K 74 2
                                    

" Sus, tolongin adik saya" panggil atta sambil berlari menuju ke dalam rs
Suster pun segera mendatangi atta sambil membawa troli pasien
Atta pun mengikuti kemana arah suster pergi di sertai muntaz dan saaih yang juga ikut dimobil kedua yang dikendarai atta

Setelah sampai di depan ruangan, suster menyuruh atta, muntaz dan saaih menunggu di luar

Muntaz POV
" Ya allah, lindungilah bang Fateh, Muntaz banyak salah sama Bang Fateh, pasti bang Fateh sakit juga karena muntaz" ucao muntaz menangis

Saaih dan atta yang mendengar. Perketaan muntaz itu pun mendekari muntaz
" Muntaz jangan ngomong gitu ya " ucap atta
" Tapi bang..." Ucapan muntaz terpotong oleh saaih
" Iya taz, betul kata bang atta, kamu jangan ngomong seperti itu, ini bukan salah kamu, ini ujian untuk fateh dan keluarga kita, kamu berdoa aja ya biar fateh gak kenapa napa" ucap saaih
" Ya bang" ucap muntaz sambil berdoa dalam hatinya untuk kesembuhan fateh

Tak lama kemudian umi datang bersama gh lain ( kec: fateh, atta, muntaz, saaih)

" Umi " panggil muntaz sambil memeluk umi
" Ya muntaz kamu tenang dulu ya" ucap umi yang tau kalau muntaz mengkhawatirkan keadaan fateh
" Atta apa kata dokter" tanya umi lanjut
" Belum tau mi, dokter masih di dalam lagi meriksa fateh, kita berdoa aja ya umi" ucap atta
" Ya nak" ucap umi

Tak lama dokter pun keluar
" Dengan keluarga fateh? " tanya dokter dari pintu kamar ruangan rawat fateh
" Ya dok, kami saudaranya fateh" ucap gh 1--7 dan 9--11
" Orang tua fateh? " tanya dokter
" kami dok " ucap umi dan abi serempak sambil mengangkat tangan
Umi dan abi pun mendekati dokter
" Gimana kondisi anak saya dok?" tanya umi
" Apa anak ibu ada jatuh? " tanya dokter
" Ya dok tadi dia jatuh dikolam renang sebelum pingsan, terus nyebur ke kolam, kenapa dok?"
" Anak ibu terkena kanker otak, akibat benturan yang terlalu keras " jawab dokter berat
" Umurnya gak akan lama, kira kira 2 bulanan lagi bu" ucap dokter
Seketika tangisan ubi dan umi serta saudara fateh yang lain pecah

" dok apa saya boleh jenguk abang saya" ucap muntaz sambil menangis
" Boleh, asalkan bergantian ya, 1 - 2 orang sekali masuk"ucap dokter
" ya dok" ucap gh serempak
" Mi, muntaz masuk duluan ya, ucap muntaz sambil mendekati umi"
" ya sayang " ucap umi
" taz, abang masuk sama kamu ya" ucap atta
" Gak bang, ada yang pengen muntaz bilang ke bang Fateh " ucap muntaz
" tapi kan taz, fateh lagi gak sadar" ucap atta
" Bang, Muntaz yakin kok biarpun bang Fateh gak sadar, bang Fateh pasti bakal dengerin muntaz" ujar muntaz
" Okay" ucap atta pasrah

Bang FatehTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang