Chapter 19

629 27 2
                                    

HAIIII. Like seriously gue tau gue sangat sangat sangat pemalas, telat, lelet, pr whatever. Intinya gue mau bilang BIG SORRY karna lamaaaaaaa bgt updatenya. Dan BIG THANKS buat yang keep support disaat gue menghilang hah lof. So this is it!! Enjoyy!!

===========================

Dilla POV

So, here we are. Aku dan teman teman sekolahku sudah ada didalam pesawat yang isinya kurang lebih teman teman dan guru guru dari sekolahku saja. Aku duduk di seat yang persis bersebelahan dengan Zaghi. Zylan dan Zani terpisah dengan kami berdua. Entahlah mereka duduk di seat mana tapi sepertinya dia di daerah belakang.

"Eh, dill. Kamu bawa powerbank gak? Powerbank aku dimana ya, lupa aku taruh dimana." Aku menoleh dan mendapatkan Zaghi yang sedang mencari powerbanknya diranselnya.

"Coba inget-inget kamu taruh dimana, zag." Jawabku.

"Ah pinjem punya kamu dulu aja dehhh," kata Zaghi sambil memasang tampang memelas. Hahaha, sudah lama banget ya kita gak kayak gini.

"Yahh, nanti pas landing tiba tiba iphoneku lowbatt gimanaa." Kataku.

"Ayolahhh." Kata Zaghi. HAHAHAHHAHA.

"Bentar deh aku cari ditasku dulu. Kayaknya tadi kamu titip diaku kan?"

"Hah? Iya yah? Lupa, ehehe" kata Zaghi sambil mengusap tengkuknya.

Aku mengambil tas jinjingku dan mencari powerbank Zaghi. Dan ternyata memang ada di dalam tas ku. Aku mengambilnya dan memberikannya ke Zaghi.

"Nih Zag. Bener kan kata aku, ada di tasku. Ah kamu udah tua sih jadinya pikun! Woo!!" Kataku.

Zaghi tak menjawab ku. Ia masih sibuk mencharge ponselnya.

"Bisa?" Kataku.

"Yaampun batterynya low juga astaga ini maunya apa sih." Kata Zaghi sambil mencobanya lagi.

"Hah serius tuh tadi malem kamu gak charge emang?"

"Charge kok."

"Yaudah berarti kamunya aja yang udah makenya berkali-kali," kataku.

"Hah gak berkali-kali kok. Pinjem punya kamu aja deh, please donggg"

Sebetulnya aku mau-mau saja meminjakan powerbank ku. Lagipula nanti aku juga ponselku hanya untuk mendengarkan lagu kan. Aku gak berminat untuk beli kartu nomor disana. Lagipula kita gak terlalu lama juga kan.

"Nih cari aja deh di tasku." Kataku sambil menyodorkan tas jinjingku.

Zaghi langsung meraihnya dan mencari powerbank ku didalamnya. Ketika menemukannya ia langsung mencharge ponselnya lalu kembali dalam dunianya. Ah tau begitu lebih baik aku tidak pinjamkan tadi.

"Zag," kataku.

"Ya?" Jawabnya.

"Yakin buka google cuma buat nyari university doang?" Kataku.

"I iya kok," jawabnya.

"Turn on airplane modenya. Kita udah mau take off." Kataku.

"Iya ini udah kok," jawabnya lagi.

Aku tak menjawabnya tetapi aku hanya menatapnya lekat-lekat. Berusaha mencari kebohongan disana dan aku tak menemukannya sama sekali. Entahlah apakah akunya yang salah faham atau memang feeling ku benar.

"Hey, kenapa?" Kata Zaghi sambil merangkulku. Membuat kepalaku menempel di dadanya.

Aku menggeleng.

"Yaakin?" Kata zaghi sambil mengusap ujung kepala ku dengan lembut.

"Eum, zag kamu gak ada gebetan baru kan di singapore sana?" Kataku dengan volume rendah dan berharap semoga Zaghi mendengarnya.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jul 22, 2014 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Rahasia CintaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang