Part 1

10.4K 597 112
                                        

Sejenak hengkang dari kesibukan dunia nyata. Melepas penat yang memberat di pundak. Rehat sesaat hingga tenang menyelubungi khayalan.

Orang bilang dunia adalah sanggar sandiwara. Orang bilang jika perputaran kehidupan layaknya sebuah situasi komedi yang terkendali. Mereka memainkan peran dalam lembar takdirnya sendiri. Menentukan dan memutuskan segala perkara. Tapi Tuhan tetaplah penentu hasil akhirnya.

Jika di runtutkan, sebuah kelahiran adalah satu anugrah yang membahagiakan. Kelahiran dari buah hati yang lama di nantikan. Terlebih, kelahiran itu adalah dari manusia yang mustahil untuk mengandung. Tawa dan bahagia pecah dan lebur menjadi satu. Sekaligus, sebuah jalan takdir yang rumit. Dimana tak ada satu orang pun mampu mengurai. Di sisi lain, bilamana perjuangan besar itu, berada dalam kesalahan pahaman antara takdir dengan angan. Masihkah ada harapan?

“Mih… besok adek mau main,”

Suara manis terdeteksi telinga sosok namja yang tengah asik dengan rajutan di tangan. Tanpa perhatian lebih, tanpa terusik kesibukannya.

“Main kemana, Dek?”

“Ke rumah Grandma sama Gyeomi,”

“Dek, rumah Grandma sangat jauh loh,”

“Gyeomi bisa bawa mobil sendiri Mih,”

“Mamih temenin yaa,”

“Diihh… Mamih! Adek Cuma mau berdua aja sama Gyeomi,”

Jeon Seokjin, namja cantik yang akhirnya menghentikan gerakan tangannya. Ia letakkan rajutan indah begitu saja di samping. Kedua matanya menatap wajah lembut, putih sebening embun di pangkuannya. Jemari lentiknya, menyentuh lembut kening sang buah hati.

“Adek, sayang banget ya sama Gyeomi?” Nadanya lirih sangat hati-hati. Sayang baginya disini adalah antar saudara. Tanpa maksud menyelipkan makna lainnya.

“Iya Mih, Gyeomi baik sama Adek, melindungi Adek dan manjain Adek, Gyeomi lebih dari saudara buat Adek,”

“Adek paham batasan pergaulan kan?”

Si manis terdiam. Ia memutar bola mata nya perlahan. Menatap sang ibu yang tanpa ia ketahui tengah khawatir setengah mati.

“Mamihhh… Adek udah 20 tahun, dan pertanyaan Mamih ngga relevan sama sekali,” Tukasnya dengan wajah bersungut-sungut. Karena ibunya selalu bersikap protektif berlebihan terhadap dirinya.

“Adek anak Mamih satu-satu nya, wajar sayang, kalau Mamih khawatir sama Adek,”

“Masalahnya, yang Mamih khawatirin itu Gyeomi.. ponakan Mamih sendiri…,”

“Ya sudah… Mamih minta maaf ya kalau bikin Adek kesel,” Sesabar ini Seokjin merawat Jungkook selama kurang lebih 20 tahun.

Jungkook terbungkam. Nada lelah sang ibu mendadak mengusik hatinya. Ia bangkit dari rebahnya. Menatap dalam sorot mata sosok namja yang ia yakini telah melahirkannya ke dunia. Namja istimewa yang tak akan ada duanya bagi dia.

“Adek sayang Mamih…,” Ucap nya sembari mendekapkan diri dalam rengkuhan hangat Seokjin.

Sang ibu hanya bisa menghela nafasnya. Entah untuk yang keberapa, selalu saja dia tak bisa melarang atau tidak menuruti keinginan sang buah hati tercinta.

Karena anak yang dia besarkan ini sangat istimewa. Anak yang cukup lama dia rindukan kehadirannya ke dunia. Mengingat dirinya adalah seorang namja. Sangat mustahil bagi nya untuk mengandung janin dengan sempurna.

Kehadiran sosok manis dalam hidupnya selama 20 tahun terakhir. Seolah memberikan suntikan semangat hidup yang tak akan ia sia-siakan. Kehadirannya memberikan warna yang indah ditengah-tengah ruam hampa. 

Marriage Contract ( Vkook / Yaoi )Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang