Sorry for typo 😊
Marriage Contract
Part 6
Ikatan suci selalu menghubungkan batin secara tak langsung. Ikatan suci sebuah pernikahan tidak bisa di remehkan. Memang mudah untuk mengucap sumpah janji setia dan ikrarnya. Tidak butuh waktu lama dan semuanya berjalan lancar. Tanggung jawab yang sebenarnya adalah apa yang telah mereka saling ucapkan dalam sumpah. Mempertanggung jawabkannya langsung di hadapan Tuhan.
Begitulah hakikatnya sebuah pernikahan. Sesuatu yang selalu di pikirkan matang-matang. Tidak bisa semata-mata hanya untuk kesenangan. Atau untuk sebuah kepentingan. Pernikahan terlalu suci dan sakral untuk sebuah permainan.
Jika memang pada awalnya mereka mempunyai niat yang berbeda, akan pernikahan yang kini mengikat Taehyung dan Jungkook, maka itu tak akan bisa memperngaruhi prinsip seorang Kim Taehyung. Ada satu norma penting dalam hidupnya yang tak akan pernah ia langgar. Menjadi seorang lelaki pecundang tanpa punya rasa tanggung jawab. Itu bukan dirinya.
“Iya Appa, aku segera kesana, aku sudah siap,” Ucap Taehyung pada benda pipih yang kini menempel di salah satu telinganya.
Ia tengah mematut diri di depan cermin rias. Membenahkan sendiri ikatan dasi di kerah kemeja biru gelapnya. Sesekali melirik ke sisi lain yang terpantul dari cermin. Gundukan manis di atas ranjang yang sangat menggoda iman. Istrinya tercinta yang masih bergelung dengan sisa mimpi indah semalam.
“Aku tak akan bisa marah dengan makhluk itu,” Gumam Taehyung sembari mengulas senyum.
Taehyung mendekat sejenak. Berdiri sedikit lebih rendah untuk bisa memandang wajah istrinya. Jungkook masih pulas sangat. Taehyung menyentuh pelan ujung rambut yang menutup kening si manis. Niatnya ingin memberikan kecupan di kening. Tapi mengingat tidur saja tidak mau seranjang, apalagi skinship sampai kecupan. Membuat Taehyung mengurungkan niat. Lantas pergi begitu saja tanpa membangunkan Jungkook.
Dia adalah seorang suami yang tak akan ada duanya di dunia ini. Bangun sendiri dan menyiapkan keperluan kantornya seorang diri. Ia membiarkan istri yang harusnya selalu melayani masih bergelung dengan mimpi. Tak ada amarah apalagi emosi. Taehyung justru bergerak sangat hati-hati. Jangan sampai Jungkook terbangun lantaran terusik suara berisik.
“Abang ke kantor ya Dek, ada pekerjaan penting yang harus Abang selesaikan, maaf tidak bisa menemani Adek seharian, hati-hati dan jaga kandungan mu baik-baik, sayang,”
Jungkook terbangun belasan menit setelah Taehyung pergi. Ia baca secarik kertas di atas nakas yang tertindih secangkir susu hangat. Buatan Taehyung tentunya. Untuk bayi mereka tercinta. Mengurangi morning sickness yang kadang sangat menyiksa.
“Yeeahh!! Akhirnya bebas juga!! Wuuhuu…!!”
Jungkook berjingkat bangun dari ranjang dan langsung bertingkah heboh. Menggeliutkan tubuhnya terlalu senang dengan kabar berita yang baru saja ia baca. Tak ada Taehyung, tak ada suami, artinya dia bebas hari ini. Bebas melakukan apa saja sesuka hatinya.
Lantaran menikah membuat Taehyung harus cuti kerja seminggu lamanya. Selama seminggu ini Taehyung tak pernah keluar rumah untuk melakukan sesuatu. Dia setia di dalam bersama dengan Jungkook. Menjaga Jungkook dan juga ingin melakukan pendekatan diri pada sang istri. Niatan baik Taehyung ini di terima berbeda oleh Jungkook. Dia merasa berada dalam penjara seminggu lamanya.
Segera setelah ia mendapatkan kebebasannya, Jungkook mengutak atik ponselnya. Ada seseorang yang sangat ingin ia temui sekarang juga. Mumpung keadaan sangat longgar.
KAMU SEDANG MEMBACA
Marriage Contract ( Vkook / Yaoi )
Fanfiction[ On Going~~ ] DILARANG PLAGIAT DALAM BENTUK APAPUN TIDAK TERIMA ALASAN TERINSPIRASI KALO ISINYA SAMA PERSIS BESERTA SUSUNAN KATA² NYA BERANI PLAGIASI TANGGUNG RESIKONYA DARI TUHAN!!! Sebuah lembaran hidup dari segelintir manusia yang mempertaruhka...
