Part 4

3.5K 397 137
                                        

Marriage Contract

Part 4






Rembulan selalu indah dimana pun dia tergantung. Tak ada yang tak pernah menolak kehadirannya. Dia bersinar dia indah dan penghias langit malam. Rembulan, selalu membawa hawa nyaman sekalipun malam gelap nan kelam.

Dari balik tirai jendela yang bergoyang samar tertiup angin malam, rembulan mengintip dari balik gerumul awan. Di saksikan oleh sepasang mata indah yang tengah sembab. Duduk sendirian, merenungi malam, yang semakin tenggelam dalam kesunyian.

"Gyeomi, kamu dimana? Kenapa ninggalin aku sendiri? Aku mau di kawin orang besok pagi.. hiks...,"

Perut rata yang kata dokter di dalam ada kehidupan, ia usap penuh sayang. Ada calon anak Yugyeom meringkuk nyaman didalam tubuhnya. Jungkook bahagia dalam hati, tak ada yang namanya beban di benaknya. Asalkan itu untuk Yugyeom, seseorang yang sampai sejauh ini masih menjadi kesayangannya.

Nomor yang anda tuju tidak dapat di hubungi, the number that you-

"Mbak, aku butuh ngomong sama Gyeomi, dihh!!"

Kesal mendengarkan pesan suara di ponselnya ketika ingin menghubungi Yugyeom. Ponsel di tangan pun akhirnya melayang. Jungkir balik di atas ranjang yang ada di belakang. Sudah sejak ia terpergok hamil oleh kedua orang tuanya, Yugyeom tak bisa di hubungi. Mereka berdua memang sengaja di pisahkan.

Di dalam kamar sendirian, semakin membuat hatinya tertekan. Jungkook memutuskan untuk keluar. Siapa tahu ada Yugyeom di bawah bersama dengan keluarganya yang lain.

Malam ini rumah keluarga besar Jeon ramai di penuhi tamu. Setelah acara lamaran beberapa hari yang lalu. Tamu-tamu terus berdatangan, menyambut hari bahagia putri-putra kesayangan Namjoon-Seokjin satu-satunya. Karena besok adalah pemberkatan pernikahan Jungkook-Taehyung.

Bukan di percepat, tetapi memang itu tanggal baiknya. Tidak perlu menunggu lama dan menyia-nyiakan waktu yang ada. Jika sudah ada hari baik, maka pernikahan harus segera di laksanakan. Atau resiko lain akan datang dan menyusahkan.

Semakin lama bagian tubuh Jungkook yang bernama perut, akan semakin membesar siiring dengan pesatnya pertumbuhan janin. Secara, Jungkook rutin sekali makan. Katanya memberi nutrisi untuk anak Gyeomi supaya cepat bertumbuh lantas lahiran. Seperti memberi pupuk pada tanaman.

"Siapa yang akan jadi walinya?" Tanya Seokjin melirik dua pria yang kini tengah duduk di satu ruang bersamanya.

"Ayah kandungnya," Sela Namjoon.

"Ku rasa Hyung saja yang membawa anak kita naik altar,"

"Kau mau lari dari tanggung jawab? Kenapa memangnya?" Sergah Namjoon.

"Bukan begitu, hanya saja inikan acara pernikahan Hyung yang mengadakannya, seharusnya sosok ayah lah yang akan mengantar anaknya ke altarkan? Pasti begitu nanti yang para tamu undangan pikirkan, apa jadinya jika bukan Hyung yang melakukannya tapi justru aku?"

Namjoon sejenak terdiam tanpa buka suara lagi. Benar memang yang di katakan Hoseok. Mengenai siapa Jungkook yang sebenarnya tidak di ketahui oleh orang lain selain kedua pasang suami-istri ini. akan menimbukan banyak pertanyaan jika sampai ia menyerahkan tugas ini kepada Hoseok. Padahal sesungguhnya Hoseoklah yang paling berhak. Mengantarkan Jungkook naik altar untuk di serahkan kepada calon suaminya.

"Sudah, tidak apa-apa, jangan terlalu di pusingkan, kalian juga orang tua Adekk, tidak ada kata 'tidak berhak' untuk orang yang sudah merawat dan membesarkannya sampai detik ini," Ucap Yoongi menengahi, sekaligus menyelamatkan suaminya dari rasa tidak nyaman, menolak sebuah aturan.

Marriage Contract ( Vkook / Yaoi )Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang