[ On Going~~ ]
DILARANG PLAGIAT DALAM BENTUK APAPUN
TIDAK TERIMA ALASAN TERINSPIRASI
KALO ISINYA SAMA PERSIS BESERTA SUSUNAN KATA² NYA
BERANI PLAGIASI TANGGUNG RESIKONYA DARI TUHAN!!!
Sebuah lembaran hidup dari segelintir manusia yang mempertaruhka...
Terlalu banyak hal yang sy kerjakan Bukan berati sy beralasan Jadi maaf ya kalau akhir² ini ngaret update
Ya gitu deh pokoknya 😘😘😘
Sorry for typo 😊
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Belongs to Kim's
Marriage Contract Part 13
Malam itu dingin mendadak menyerang tanpa permisi. Angin berhembus jahat membalut hati yang tengah gundah. Malam itu langit menjadi hening. Kelam dalam diam tanpa bintang maupun rembulan. Mewakili sesudut hati yang tengah gundah. Dengan benang takdir yang tak pernah berhenti membuat resah.
Handuk basah ditangan, gemetar bernoda merah. Handuk basah yang baru saja mengusap sesudut wajah. Pias, pucat tanpa rona cerah. Telentang dengan mata terpejam tanpa kesadaran. Dia yang sudah berada di penghujung lelah.
“Sayang,”
Beberapa kali panggilan manis, menggema di ruang yang hening. Tak diindahkan sama sekali. Dia yang pucat masih terdiam dengan lelehan darah di salah satu lubang hidungnya. Epistaksis yang sekarang sering muncul dan menjadi momok perpendekan usianya.
“Bangun, jangan tidur terus,”
Lagi dan lagi, hanya hening yang mendominasi. Diusapnya kembali cairan merah pekat yang merembes dari hidung mancung kesayangan. Matanya berkaca-kaca dan hatinya porak-poranda.
“Adek butuh kamu, sayang,”
Bujukan demi bujukan, mengalun tiada henti, merangsang kesadaran, berharap sosok manis yang terbaring ini membuka kembali kelopak matanya.
“Jangan seperti ini, kamu harus kuat, kamu harus bertahan, anak kita masih membutuhkan kasih sayang mu, kehadiran mu, jangan kalah aku mohon, demi Adek dan Gyeomi,”
Hoseok menggenggam lembut tangan Yoongi yang lemah. Kondisi mental memang sangat mempengaruhi kondisi fisik. Yoongi tak sesehat yang terlihat. Yoongi membawa sesuatu yang mematikan dalam tubuhnya. Bom waktu yang bisa kapan saja membawanya melayang ke surga tanpa kata perpisahan.
Beberapa saat yang lalu, ketika Hoseok, suaminya baru saja pulang kerja, malam yang indah seperti biasanya, sebelum ada panggilan masuk ke ponsel pribadi sang suami. Hoseok masih ada di dalam kamar mandi. Membersihkan tubuhnya yang lengket karena keringat dan bakteri. Yoongi, mengangkatnya karena itu panggilan dari Taehyung. Menantu kesayangan mereka.
Taehyung bicara tanpa jeda dengan nada panik luar biasa. Taehyung tidak peduli siapa yang menjawab panggilan teleponnya kepada ayah mertua. Yang Taehyung lakukan hanyalah secepat mungkin mengabarkan pada Hoseok mengenai kondisi Jungkook yang saat itu dalam bahaya.