Gardenia Motel 1967
Akoe dikedjar mendoeng, puntjak pinoes mengalami iritasi terhitoeng Limabelas hari hitoengan moendoer.
Pasoekan katak di udjung keroeh kali Tjisadane, kehaoesan ...
Seoesai khusyu heningkan tjipta,
melagoekan nyanyian-nyanyian djiwa, merapalkan mantra.
Tengadah mencoeri kesempatan,
menitipkan pesan kepada tjamar-tjamar.
Boekankah mereka dekat dengan langit?
Sebentar-sebentar terik,
sekedjap mata tiba-tiba tedoeh,
sedetik kemoedian gerimis bergoegoeran.
Langit senang bergoeraoe
kepada makhloek pengisi boemi.
Kerontang mengiba basah,
kala meloeap harapkan terik!
*
"Diluar dingin, masuklah Odjie!" perempuan bermata sendu mengulurkan sebuah syal berwarna putih berkelir coklat.
Odjie, pria tampan yang dicintainya itu hanya menatap gadis itu sekilas saja.
Kemudian kembali termangu, menatap sebuah Puisi yang baru saja selesai diciptakannya.
"Ningrum, bukankah sudah kukatakan, ikutlah denganku. Aku mengkhawatirkan kalian disini ..." pinta Ojie.
Puteri menggelengkan kepala.
"Aku dan anak - anak akan baik - baik saja, Ojie. Percayalah ... Lagi pula, bagai mana dengan nasib Motel ini jika aku ikut pindah denganmu? Bagaimana juga nasib Kustom Sindikat jika tak ada Satu pun dari kita berada disini? Kau tahu sendiri bukan, Nizar adalah orang yang picik! Barang tentu dia akan mengambil seluruh keuntungan dari hasil kerja kerasmu, Ojie," terang perempuan bernama Ningrum itu.
Ojie mengembuskan asap kretek dari mulutnya. Entah mengapa, malam inibterasa begitu berat.
Ojie harus kembali ke Amerika, selama Satu atau Dua tahun lamanya.
Ojie masuk kedalam rumah, kemudian langkahnya menuju kamar. Pria itu menatap Kedua anak kandungnya. Dua putera yang sangat disayanginya.
*
Tap Tap Tap
Suara langkah terdengar cepat. Pria itu mengetuk pintu dengan tergesa. Seseorang keluar dan menatap pria itu dengan wajah gusar.
"Ada apa?!" serunya.
"Kau benar! Aku tak salah memilihmu, ternyata kau benar. Dialah pengkhianat itu!" ujarnya.
"Aku harus pergi sekarang juga! Ladie dalam bahaya. Dengarkan aku, aku rasa dia sudah mencium keberadaanmu. Sembunyikan semuanya, dan bersikaplah seperti biasa. Aku akan membayarmu Duapuluh kali lipat jika kau berhasil sekali lagi!" lanjutnya.
"Baiklah, aku akan melaksanakannya sesuai kemampuanku. Hati - hati, dan selamatkan Ladie ..." jawabnya.
Pria itu mengangguk, kemudian bergegas pergi, sebelum mereka diluar sana menyadari kepergiannya.
*
Sementara itu, Bonanza tengah gelisah. Hari sudah semakin sore, namun ia masih juga belum menemukan dimana keberadaan titik itu.
Dalam hal membaca peta, pria itu sungguh payah!
Ia menggeram, berharap otaknya segera menemukan jalan.
Dari kejauhan, ia mendengar suara kendaraan mendekat.
Bona menghidupkan mesin motornya, kemudian bersembunyi dijalan setapak, menjaga siapa tahu mereka mengenali dirinya.
*
Gardenia Motel 1967
Dua hari sudah sejak kepergian Ojie ke Amerika, Ningrum mengelola Motel yang kian hari kian ramai pengunjung.
Pelayanan yang baik, menu resto nya yang nikmat, membuat keberadaan Motel tersebut menjadi incaran pengunjung. Sekedar untuk menikmati sejuk hutan Pinus, atau bagi mereka yang kemalaman ditengah perjalanan.
Ditambah lagi dengan keberadaan Kustom Sindikat yang letaknya tak jauh dari Motel, membuat keberadaan Motel dan juga Kustom Sindikat semakin ramai. Keduanya seperti saling berjalinan.
Hingga malam itu tiba, ratusan warga tiba - tiba berduyun - duyun mendatangi Gardenia Motel. Entah apa sebabnya.
Lemparan batu, kotoran dan berbagai sampah dilemparkan warga pada bangunan tersebut.
Ningrum yang tengah menidurkan Kedua buah hatinya sangat terkejut.
Ia kemudian memanggil Pardi, seorang pesuruh yang sudah mengabdi pada keluarga Ojie sejak ia masih kecil.
Ningrum meminta Pardi untuk membawa kedua buah hatinya pergi melalui jalan setapak. Tak lupa, ia juga memberikan sebuah tas kecil untuk diberikan kepada Ojie, jika sampai dirinya tak selamat malam itu.
Pardi hendak menolak. Ia ingin berada disamping Nyonya nya, sampai kapanpun. Bahkan meski harus mengorbankan nyawa.
Namun ningrum menolak dengan tegas. Anak - anaknya lebih penting dari apapun.
Dengan berat hati, Pardi menuruti perintah Nyonya nya.
Mereka pergi meninggalkan Motel. Menembus malam dan gelapnya hutan pinus. Dengan isak tangis antara kedua anak Ningrum dan Ningrum sendiri.
Malam itu semua berakhir. Gardenia Motel dibakar warga, bahkan dengan sangat mengenaskan, Ningrum tewas setelah diperkosa oleh Duapuluhan warga yang gelap mata.
Entah siapa yang melakukan pemitnahan itu, yang pasti, Ningrum yakin mereka adalah kaki tangan Nizar.
KAMU SEDANG MEMBACA
Kustom Sindikat
Fiksi RemajaApa yang akan Kau lakukan, jika Kau mendapatkan sebuah surat Wasiat yang tidak biasa? Bukan Uang, bukan Harta, Bukan Emas ataupun Sawah! Melainkan hanya sebuah Motor Antik. Itu terdengar biasa saja, bukan? Tapi, bagaimana jika dibalik apa yang diwar...
