Seorang lelaki tampan yang kini tengah bersantai di ruang tamu sedikit merasa terganggu dari kebisingan di luar mansion besar miliknya. Mansion miliknya termasuk sangat sulit untuk di datangi karena penjagaan yang begitu super ketat.
"Velone," panggil lelaki itu sambil meletakkan cangkirnya dengan begitu menawan.
"Ada apa?" jawab pria dengan senyum simpul mengembang di wajahnya.
"Apa kedua anak itu kembali berulah?" tanya lelaki itu.
"Sepertinya begitu, mereka dari FBI sudah pasti mencari kedua adikmu," jawab pria berjas hitam itu tanpa menghilangkan senyuman di wajahnya.
Lelaki tampan itu terdiam sambil menghembuskan napasnya kasar, kedua adik kembarnya memang selalu berulah jika di akhir bulan seperti ini. Dan itu semua harus ia tangani dengan cepat atau ia akan mendapat masalah yang lebih besar dari kakek tercintanya.
"Tuan Muda, Tuan Ragna ingin menemui Anda." lapor seorang penjaga dari luar ruangan.
"Biarkan dia masuk," jawab sang Tuan sambil kembali menyeruput teh miliknya dengan begitu elegan.
Tidak menunggu lama seorang pria paruh baya berjas biru tua dan memakai dasi hitam itu datang dan menghadap sang Tuan.
"Selamat pagi, Arth." Sapa pria paruh baya itu sambil tersenyum ke arah lelaki tampan itu.
Pria bernama Arth itu meletakkan cangkir tehnya dengan begitu halus. Gaya bangsawannya memang tidak pernah main-main. Sousaki D'Acretia benar-benar mengajarkan dengan baik cucu pertamanya itu.
"Selamat pagi, Ragna. Sepertinya kedua adikku telah menyusahkanmu kembali seperti biasanya," jawab Arth sambil tersenyum dan mengulurkan tangannya kepada Ragna.
"Tidak, mereka hanya menghilang saat genting seperti ini," jawab Ragna sambil membalas uluran tangan Arth.
"Sudah 1254 kali aku mencoba membunuh mereka berdua dan selalu saja gagal, mereka sangat menyebalkan," balas Arth dan mendapat kekehan dari pria paruh baya itu.
"Jangan terlalu kasar pada mereka, Arth,"
Arth hanya mengangguk lalu mempersilahkan pria paruh baya itu duduk di sofa. Pria paruh baya itu lantas mengeluarkan beberapa dokumen yang ia bawa dan memberikannya pada Arth.
"Kasus baru?" tanya Arth sambil melihat-lihat isi dokumen yang di berikan padanya.
"Pembunuh kali ini berasal dari kalangan bangsawan, sangat sulit mencarinya karena kami tidak memiliki akses untuk memeriksa mereka. Apa kau mengetahui sesuatu?" jawab Ragna dengan raut wajah serius.
"Kasus mudah seperti ini bisa di kerjakan oleh kedua adikku," jawab Arth sambil mengambil ponsel miliknya dan menelpon seseorang.
Suara sambungan telepon terdengar dan tidak lama orang di sebrang sana mengangkatnya.
"Ada apa, Kakak?"
"Klause, kau ingin aku membunuhmu dengan cara apa kali ini?" jawab Arth dengan nada begitu tenang.
"Maaf, aku dan Rainart memiliki urusan penting yang kami tidak bisa tunda," jawab Klause datar.
Arth menghembuskan napasnya pelan, "Jika kalian mencari Lamia, aku yang akan menemukannya terlebih dahulu." jawab Arth dan terdengar Klause mengumpat.
"Jangan menyentuhnya!" bentakan Klause membuat Ragna terkejut.
Klause adalah pemuda yang pendiam, ia adalah tipe pemuda yang irit bicara. Jika Klause sudah membentak seperti itu, menandakan ancamannya tidaklah main-main.
KAMU SEDANG MEMBACA
D'Acretia
RomanceBook 1 Dark Romance : Brothers Conflict Book 2 Dark Romance : About Us Book 3 Dark Romance : D'Acretia Menceritakan tentang putra pertama Eve dan Ryu, Arth Belamy D'Acretia. Arth ditakdirkan untuk menjadi penerus Sousaki D'Acretia yang menjadi bang...
