Book 1 Dark Romance : Brothers Conflict
Book 2 Dark Romance : About Us
Book 3 Dark Romance : D'Acretia
Menceritakan tentang putra pertama Eve dan Ryu, Arth Belamy D'Acretia.
Arth ditakdirkan untuk menjadi penerus Sousaki D'Acretia yang menjadi bang...
Panas terik matahari terasa begitu menyengat di sebuah pantai penuh dengan reptil bertubuh besar. Hewan purba dalam kelas sauropsida dan termasuk ordo crocodilia, atau biasa di sebut dengan buaya. Puluhan hewan karnivora itu terlihat sedang berjemur dan memanjakan diri di bawah terik matahari. Tidak terbayangkan jika ada seseorang yang bertamasya di tempat itu, menjadi salah satu hidangan sang reptil atau berusaha mencari jalan keluar melalui udara.
Namun, sosok seorang gadis cantik tengah duduk di atas salah satu buaya yang sedang berjemur. Dipangkuannya terdapat anak buaya seukuran lima puluh cm layaknya seekor kucing yang bermanja-manja pada majikannya. Gadis itu terlihat tidak takut denga puluhan buaya yang berada di sekelilingnya, dan juga para buaya itu seperti terbiasa dan tidak menganggap gadis itu sebagai mangsa mereka.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Nona Minerva," gadis itu menoleh ke arah sumber suara.
Salah satu bodyguard miliknya atas pemberian Aunty tercinta, gadis itu tersenyum ke arah seorang pria bersurai hitam dengan tatto hitam yang terkulis di kulit pucatnya. Sebuah tongkat berwarna perak dengan permata biru pria itu genggam di tangannya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Viper," Minerva tersenyum manis, ia meletakkan reptil itu diatas pasir dan segera berdiri menghampiri bodyguard miliknya.
"Sudah waktunya pemeriksaan," Viper mengulurkan tangannya, Minerva mengangguk lalu menerima uluran tangan Viper.
Viper menuntun Minerva untuk kembali ke Mansion, gadis itu selalu datang ke tepi pantai untuk bermain dengan para hewan karnivora itu. Karena tidak ada apa-apa di pulau itu selain para aligator yang menjadi hiburannya.
"Tubuhmu lemah, sebaiknya jangan memaksakan diri untuk mencari hiburan." Minerva menundukkan kepalanya.
Tubuhnya memang lemah, sehingga kapan saja ia bisa mati. Ia terlahir pun karena suatu keajaiban, ia terlahir saat berusia 4 bulan dalam kandungan. Dan karena kejadian yang mengerikan itu ia terpaksa terlahir dan para pamannya membuatnya bisa hidup sampai sekarang. Tiga tahun hidup dalam sebuah tabung untuk menyempurnakan fisik tubuhnya, usaha pamannya tidaklah sia-sia. Ia hidup dengan wajah dan tubuh yang sempurna. Namun, kematian selalu membayanginya kapan saja, karena itu Felica mengirimnya dua dokter hebat dan dua bodyguard yang dapat melindungi Minerva.