Kita baru mengenal, Tapi entah kenapa, Hatiku selalu berdebar? Inikah cinta?
°Possessive badboy
"Saus dong Sam tolong!" ucap Cindy
"Apa sih yang enggak buat kamu!" ucap Sam alay.
"Najis dari tadi buat anak orang baper aja lo," ucap Reza
Cindy segera menuangkan saus ke makanannya, dan.......
"Jangan nuang saus kebanyakan, gak baik buat kesehatan lo!" titah Reza yang membuat para sahabat nya menganga tak percaya.
"Uhuk..uhuk.. Air mel tolong!" ucap Sam, sedangkan Amel masih diam dengan keadaan mulut terbuka. Membuat Sam geram melihatnya.
Cepat-cepat Sam mengambil minum nya dan segera meneguknya.
Brak...
"Gila lo mel. Lo pengen gue mati kali ya?" tanya sam dengan wajah menahan amarah.
"Lo gausah nyalahin Amel dong!" ucap fahri.
"Kan gak elite banget masa gue mati, gara-gara makan nasi goreng!" ucap sam.
"Halah banyak omong lo pada" sahut Reza.
"Si kampret! " kesal Sam.
"Maaf lah Sam, secara gitu ya gue juga kaget nyet!"ucap amel membenarkan.
" Cihh! Gue maafin!"ucap Sam.
"Halah banyak gaya lo!" ucap Reza
"Nyimak aja saya mah, saya mah apa atuh cuma remahan biskuit kong-guan" ucap fahri dramatis.
"Astagfirullah, gebetan siapa ini ya?" tanya Cindy diselingi tawa.
"Kalau lagi makan tuh jangan ketawa nanti tersedak!" titah Reza.
"Pppfttt.... Hahahah sejak kapan lo jadi perhatian sama orang?" tanya fahri dengan nada meremehkan.
"Sejak kepincut sama Cindy, ri!" sahut Sam sembari meminum juice jeruk nya.
"Saya mencium aroma-aroma...." ucap Amel terputus dan segera menutup hidungnya dengan telapak tangan nya.
"SAM!!!!!!! BACOD LO! BAU MONYET!" kesal Amel seraya memukul-mukul bahu sam.
"Apaansih sayang kok kamu begitu sama aku, Ini gak bau tapi wangi!" ucap Sam yang langsung mendapatkan pelototan tajam dari Fahri.
"Najis, jangan memalukan kaum Adam lah. Jorok lo!!!" ucap Reza datar.
"Sam. Astagfirullah tobat ! Kemasukan apa sih lo?" tanya Cindy
"Bau kentut najiss!!!" ucap fahri.
" Iya maaf lah mbak, mas . Namanya juga pantat gue gak bisa diajak kompromi!"Sahut Sam dengan wajah tanpa dosa.
"Gilaaaaaa!!!!!" kesal Amel seraya menoyor dahi Sam.
"Sayang kok kamu jahat sih? Aku kurang apa sama kamu? Kurang baik apa ha?" tanya Sam dengan nada dibuat sejijik-jijik nya.
"Sayang palelu peyang. She is mine kalau mau mainin hati perempuan jangan ke Amel, karena dia milik gue!" sahut Fahri dengan tatapan membunuh.
"Aaaaaaaaa!!!!!!! So sweet!!!!! Demi apa, lo udah jadian?" tanya Cindy gemas. Membuat Reza tersenyum tipis.
"Enggak apaansih. Gue digantung gini!" sahut Amel merona.
"Dikode tuh. Masa gak peka?" tanya Sam.
"Gue cuma butuh waktu!" ucap fahri.
"Kelamaan!" ucap Reza.
"Iya benar yang diomongin Reza. Kalau kelamaan nanti direbut sama Sam, mau?" tanya Cindy seraya menujuk sam. Sedangkan yang ditunjuk hanya menggaruk tengkuknya yang terasa gatal.
"Sabar ya, baby!"ucap Fahri.
" jijik!!!"sahut Cindy, Reza, dan Sam kompak.
Kringggg....kringggg...
"Eh, bel masuk sudah berbunyi, gue sama Cindy mau masuk kelas dulu yaa !!! Byeeee" ucap Amel seraya menarik tangan Cindy agar mengikutinya.
"Kalau begitu, gue, Fahri sama Reza. Masuk juga deh byeeee" ucap Sam.
"Kalian sekelas?" tanya Cindy penasaran.
"Iya!" sahut Reza.
"Oh. Yaudah deh bye takut telat" ucap Cindy seraya mengikuti langkah Amel.
"Za, lo naksir dia?" tanya Sam.
"Bukan urusan lo!" sahut Reza kemudian pergi meninggalkan fahri dan sam. Sedangkan sam dan fahri hanya saling menatap bingung atas perilaku Reza, yang bisa dibilang jauh dari sifat aslinya.
"Ngapa tuh anak?" tanya fahri pada Sam.
"Gue yakin Reza ada rasa sama Cindy. Cuma ya gitu, dia orangnya datar mulu. Jadi mau lihat ekspresinya aja susah!" ucap Sam.
"Iya, sebenarnya Cindy itu pantas sama Reza" ucap fahri.
"Betul banget! Yok kita ke kelas!" ucap sam.
"Kita? Lo aja gue enggak!" sahut Fahri seraya berjalan meninggalkan Sam.
"Kampret!" umpat sam, segera menyusul Fahri.
[Dikelas 12 ipa-5]
"Za! Lo seriusan gak naksir sama si Cindy?" tanya sam.
"Apa urusannya sama lo!" ucap Reza dingin.
"Dasar kulkas berjalan!" umpat sam.
"Gue dengar!" sahut Reza.
"Kalau lo gamau juga enggak apa-apa, Cindy bisa buat gue!" ucap Sam.
"Terserah!" sahut Reza.
Gue tau za, sebenarnya lo suka kan sama Cindy? -batin sam.
"Jangan nangis 7 hari 7 malam kalau Cindy jadi milik gue!" ucap sam.
"Gimana kalau lo taruhan aja!" sahut Fahri.
"Maksud lo?" tanya sam
"Iya, siapa yang bisa luluhkan hati Cindy, gue traktir!" ucap fahri
"Wahhhhh!!! Boleh tuh!" ucap Sam antusias.
"Dia bukan barang yang bisa lo jadiin sebagai bahan taruhan." ucap Reza datar.
Tuhkan, seberapa greget gue sama lo za! Kenapa lo pintar banget sembunyiin perasaan lo, dari kita -batin Fahri.
"Gue cuma bercanda kali, and see? Lo sebegitu percaya sama gue? Cuma karena omongan gue?" tanya Fahri
"Maaf tapi gue gak se brengsek yang lo kira. Dan gue juga punya hati, so gue gak akan ngelakuin hal sehina itu!" ucap Fahri meyakinkan. Dirasa suasana makin keruh Sam mencoba melerai.
"Heh apa-apansih! Kita ini sahabat. Sebesar apapun ego lo, tolong jangan jadiin persahabatan yang sudah lama kita buat jadi hancur seketika!" ucap sam.
"Hm!" sahut Reza, bukan sahut an sih melainkan deheman.
"Iya Sam lo tenang aja, gue gak se Childish itu kawan!" ucal Fahri.
"Nah gini dong kan jadi enak dilihatnya" ucap Sam
"Lo kira makanan !" sahut Reza.
"Jangan berisik anak-anak, mari kerjakan buku paket bahasa inggris halaman 122 bagian A!" titah Mrs. Uci
-
-
-
Hallo
See you in next chapter!❤
Follow ig aku>>> @dindaseviella
Follow juga ig>>> @possessivebadboy
KAMU SEDANG MEMBACA
Possessive Badboy
De TodoPerfect Cover by @ismimiftadilah Apasih reaksi kamu, ketika mendapat seorang pacar most wanted dan cucu pemilik sekolah? Pasti senang dan bahagia dong ya? Tapi bagaimana jika pacar kamu, selalu menjadi incaran cewek diluaran sana? Dan apa reaksi kam...
