13. Hujan yang dingin

764 165 14
                                        

Dunia

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Dunia...

Ada apa dengan dunia hingga ia menghalangi aku dan Seungwan untuk bersama?

Gadis pirang itu pergi. Sudah sekitar 3 hari semenjak kami bertengkar kala itu. Dan lagi-lagi Seungwan mengurung diri di rumah. Ya, dia memutuskan untuk tetap tinggal di rumahnya sendiri. Benar, aku sudah menduga bahwa tidak akan mudah untuk tinggal bersama gadis itu. Semuanya terasa sulit sekarang. Aku benar-benar bingung. Tidak mengerti dengan keadaan saat ini.

Suara gemuruh petir terdengar begitu keras, hingga membuat jendela kamarku bergetar. Kemudian turunlah air ke bawah dari atas langit yang begitu deras. Aku berdiri di hadapan jendela kamar. Menatap rumah tua di depan rumahku yang tak terurus itu. Rumah gadis pirang itu gelap lagi. Dia benar-benar tidak menyalakan lampu di seluruh rumahnya lagi.

Malam itu hujan. Aku tidak suka hujan, karena itu dingin, dan berisik.

Hujan ditambah dengan perasaanku yang begitu kesal. Mendadak aku membayangkan seorang Son Seungwan tersenyum padaku. Hari-hari aku bersamanya terasa begitu singkat. Dan sesuatu membuatku marah. Tanganku mengepal. Aku mulai gila. Kemudian tiba-tiba aku memikirkan hal yang konyol dan begitu aneh. Seluruh hal yang janggal di diri Son Seungwan kukumpulkan di benakku.

Seungwan tidak pernah keluar dari rumah, jika matahari muncul. Dia selalu memakai pakaian yang sama. Dress berwarna merah, putih, dan sweater berwarna biru muda. Tinggal sendiri dan kakaknya tidak mengetahui bahwa ia tinggal di rumah itu. Kurasa itulah yang paling konyol. Dan kemudian aku tidak pernah melihatnya makan dan minum.

Dunia yang menghalang kita berdua.....

Apakah itu karena dunia kita berbeda, Son Seungwan? Aku dan kau tidak dapat bisa bersama, karena kita hidup di dunia yang berbeda.

Mataku mulai perih membayangkannya. Kemudian aku teringat dengan Kim Jongin. Seorang peminum yang buruk itu mengatakan bahwa aku gila dan harus pergi ke rumah sakit jiwa. Lalu aku teringat dengan Suho yang mengatakan bahwa aku sakit. Hatiku benar-benar terasa sesak.

Tidak, ini tidak mungkin. Son Seungwan, bukanlah ilusi yang kubuat. Gadis itu bukanlah seorang Rapunzel dari dongeng yang sudah kurangkai. Karena ada orang yang juga bisa melihat Seungwan selain aku.

Baekhyun, Joohyun, dan bahkan anaknya Joohyun pun melihat Seungwan.

Aku mengambil ponsel di nakas. Dengan segera aku menghubungi Baekhyun. Son Seungwan ada. Gadis pirang itu benar-benar ada. Aku yakin sekali!

Baekhyun tidak menjawab panggilan dariku. Kalau begitu, aku akan menemui Joohyun. Aku pun segera keluar dari kamar. Kemudian mengambil payung di gudang dan berlari keluar dari rumah.

Aku terus berjalan cepat menuju rumah Joohyun. Di saat hujan terus membasahi payungku, aku tidak peduli. Aku harus menanyakan tentang Seungwan pada Joohyun secepatnya. Agar aku tidak gila memikirkan hal konyol itu. Dan meyakinkan bahwa Son Seungwan, gadis yang aku cintai itu, benar-benar nyata.

My RapunzelTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang