6. Berjalan bersamanya

867 188 13
                                        

Pertama kalinya aku melihat Son Seungwan marah padaku

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Pertama kalinya aku melihat Son Seungwan marah padaku. Matanya yang cantik itu berair dan wajahnya merah menatapku. Setelah mengungkapkan bentakan bahwa aku tidak boleh mencintainya, gadis itu pun bangkit dan segera meninggalkan kamarku. Aku pun bergegas menghampirinya.

"Tunggu, Swan. Jangan pergi," kataku dengan bingung sambil menahan tangannya. Seungwan menyingkirkan tanganku dan tetap mencoba pergi dari rumahku.

"Berhenti Son Seungwan!!!"

Gadis berambut pirang itu pun menghentikan langkah kaki setelah mendengar bentakanku. Kurasa dia terkejut mendengar suaraku yang pertama kalinya meneriaki nama gadis itu. Aku berdiri di hadapannya untuk menghalangi jalan Seungwan.

"Kenapa? Kenapa aku tidak boleh mencintaimu?" tanyaku.

Seungwan menghela napas. Gadis itu pun geram, "Karena kau bodoh!" jawabnya.

"Apa? Bodoh?"

Aku mengernyitkan dahi. Bodoh? kenapa setelah mendengar ucapannya seperti itu, hatiku terasa sedikit sesak? Dan pikiranku melayang ke masa lalu. Masa lalu ketika orangtuaku juga menghinaku dengan kata 'bodoh'.

"Kenapa? Kenapa aku bodoh? Apa maksudmu mengatakan aku bodoh?" lanjutku sedikit marah.

"Kau tidak mengerti, Park Chanyeol."

"Dan kau pun tidak menjelaskan maksud dari perkataanmu sekarang. Ini semakin membuatku tidak mengerti."

Seungwan terdiam sebentar lalu ia menghela napas. Gadis itu terlihat frustasi. "Aku bahkan tidak bisa menjelaskan alasannya padamu, karena kau yang harus menyadarinya. Kau harus sadar! Kalau kau telah melakukan kesalahan saat ini."

Chanyeol menautkan kedua alisnya. "Apa salah aku?"

"Jika kau tahu jawabannya. Kau pasti akan menyesal karena sudah mencintaiku."

Seungwan pun pergi meninggalkanku. Tubuhku membeku, terpaku karena tidak mengerti dengan ucapan gadis pirang itu.

Aku menoleh untuk melihat gadis itu. Namun, entah selama berapa menit aku terdiam tanpa melihatnya. Sosok Seungwan sudah menghilang dari pengelihatanku.

🍃🍃🍃

Bodoh. Aku terus berpikir, seberapa bodohnya aku? Hingga semua orang memanggilku bodoh. Bahkan Seungwan, gadis pirang yang baru beberapa minggu aku mengenalnya pun juga mengatakan kalau aku bodoh. Apa karena aku terlalu cepat untuk menyatakan perasaanku padanya? Jika dipikir-pikir memang aku terlalu cepat. Sejujurnya aku juga tidak sadar saat aku mengatakan 'aku mencintaimu' padanya.

Semenjak kejadian itu. Aku tidak banyak bicara dengan Son Seungwan bahkan melihatnya pun tidak lagi. Sudah sekitar 1 minggu gadis pirang itu tidak muncul di jendela kamarnya. Biasanya pagi buta, gadis itu sudah duduk di jendela sambil memandang kosong. Namun, aku tidak melihatnya lagi akhir-akhir ini.

My RapunzelCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang