Hari ini Malika hanya di rumah saja seharian, menyibukkan dirinya dengan membuat tas kerajinan. Kemarin Malika memang sudah diperbolehkan pulang, tetapi tetap besok Malika harus kembali kontrol ke dokter. Selama beberapa hari ini pikiran Malika sedikit gelisah karena Arthur tidak menghubunginya.
“Coba saja hubungi duluan,” saran Rere saat melihat Malika melamun.
“Sudah Mbak, tapi tidak ada balasan,” ujar Malika yang terlihat cemas.
“Mungkin sedang ada urusan penting,” kata Rere yang mencoba menenangkan Malika.
“Mungkin saja,” gumam Malika pelan. Lalu Malika melanjutkan kegiatannya, Rere sendiri juga ikut melanjutkan membuat rajutan baju topi bayi.
Tangan Malika mungkin bekerja, tetapi tidak dengan pikiran dan hatinya yang berkelana jauh kepada sosok Arthur. Terlalu banyak macam kecemasan yang dirasakan Malika, belum lagi perasaannya yang merasakan kecemasan mendalam. Seperti akan ada yang terjadi pada Arthur.
“Malika, mungkin pertanyaan Mbak ini sedikit pribadi. Tetapi Mbak sangat penasaran,” kata Rere dengan raut wajah serius.
“Apa yang mau Mbak tanyakan?” Malika juga menatap Rere dengan wajah serius.
“Sebenarnya bagaimana hubungan kamu dengan Arthur? Kalian terlihat seperti memiliki jarak,” Rere jelas terlihat sangat menunggu jawaban yang keluar dari bibir Malika.
“Aku dan Arthur dipertemukan oleh seorang Kakek yang sangat baik, kami dijodohkan melalui surat wasiat. Kakek itu adalah Kakeknya Arthur, dan untuk mendapatkan warisan Arthur harus menikahiku,” cerita Malika dengan pancaran mata yang menerawang, mengingat kejadian saat Malika pertama kali bertemu Arthur.
“Apa kalian yakin dengan keputusan ini? Maksud Mbak, ini kan pernikahan bukan main barbie-barbiean,” ujar Rere sambil memperhatikan Malika yang terlihat setengah melamun.
“Aku sudah yakin Mbak, lagi pula kali ini aku ingin bersikap egois. Aku ingin memilikinya karena aku mencintainya,” kata Malika penuh penegasan.
“Cinta yang dibumbui rasa egois akan merusak orang yang kamu sayangi,” nasihat Rere.
“Biarlah waktu yang akan menjawabnya Mbak, apakah kami memang berjodoh atau tidak,” Malika terlihat sudah pasrah dengan jalan cintanya dengan siapa hatinya akan berlabuh.
“Setidaknya belajar lah dari pengalaman Mbak Ka,” Rere memberikan senyum manisnya untuk Malika dan Malika menganggukkan kepalanya mengerti. “Besok Mbak akan kembali ke Bogor Ka, Mbak sudah putusakan untuk tinggal bersama dengan Tante Mbak di Bogor,” kata Rere lagi memberikan informasi penting.
“Apa gak nunggu lahiran dulu Mbak?” tanya Malika yang jelas khawatir dengan kondisi Rere.
“Enggak papa Ka, boleh ya besok Mbak minta Agung nganter Mbak pulang ke Bogor.” Ucap Rere meminta izin kepada Malika.
“Tentu saja Mbak harus diantar Agung,” ujar Malika langsung setuju.
Tanpa Malika sadari ada hal besar yang telah terjadi pada Arthur, dia tidak dapat pulang ke Indonesia atas tuduhan pemalsuan identitas. Tidak tahu siapa yang melakukannya, Arthur telah dijebak. Paspor milik Arthur teridentifikasi palsu saat Arthur akan kembali ke Indonesia. Berita itu pun cepat menyebar hingga ke Indonesia, gosip cepat beredar dikalangan media.
Bima sendiri sudah mulai menyelidiki hal tersebut, dia sedang berusaha untuk membebaskan Arthur yang ditahan di Paris. “Boss kita temukan kejanggalan ini,” seru seorang anak buah Bima dengan membawa bekas yang berisi data-data paspor Arthur yang asli.
KAMU SEDANG MEMBACA
Stay With Me
Misterio / SuspensoWARNING! CERITA BANYAK MENGANDUNG ADEGAN KEKERASAN DAN PEMBUNUHAN *** -Musim Pertama- Malika Kamilah mendapat tuduhan atas pembunuhan teman satu kosnya, atas apa yang tidak diperbuatnya. Disaat tidak ada yang membantunya, Arthur Sujatmiko datang seb...
