Ada saja jalan yang dinamakan takdir. Apa kita termasuk di dalamnya?
••••
Pulang sekolah kali ini Prilly menemui mamah nya yang sedang sibuk memasak. Biasanya mamah pasti akan menyambutnya di pintu, tapi kali ini tidak.
"Hmmmm wangi banget mah, masak apa sih?," tanya Prilly yang langsung ke dapur dan duduk di pantry.
"Eh sayang kamu udah pulang?," tanya nyonya Lamore. Wanita separuh baya yang masih kelihatan sangat cantik itu mematikan kompornya.
"Iya mah," ujar Prilly. Gadis itu menghampiri mamanya dan menyalaminya.
"Mamah kok masak banyak hari ini? Tumben," ujar Prilly.
"Nanti malam sahabat nya mamah sama papah mau datang sayang," jawab nyonya Lamore yang kembali sibuk pada masakannya.
"Emangnya ada acara apa mah?," tanya Prilly penasaran.
"Ngga ada sih, cuma silaturahim biasa. Udah lama juga kita ngga ngumpul begini. Mereka orang sibuk," ujar nyonya Lamore lagi.
"Oh gitu,"
"Eh Acha ganti baju dulu sayang, habis itu turun lagi. Kita makan siang," suruh nyonya Lamore.
"Iya mah, saking wanginya aroma masakan mamah, Acha jadi lupa ganti baju hehehe," cengir Prilly.
Prilly pergi ke kamar nya untuk mengganti pakaian sekolah lalu turun lagi untuk makan siang bersama mamahnya. Pasti enak banget. Batin Prilly.
"Loh papah udah pulang?," tanya Prilly sedikit terkejut lalu menyalami tangan papahnya. Tumben-tumbenan papahnya sudah berada di rumah jam segini.
"Iya sayang, kerjaan papah lagi ngga numpuk," ujar Tuan Lamore.
"Udah Acha duduk gih, kita makan siang sama-sama," suruh nyonya Lamore.
Prilly menurut dan duduk di kursinya. Rasanya sangat bahagia bisa makan siang bersama seperti ini. Biasanya tuan Lamore akan pulang di jam 10 malam, atau bahkan sering ke luar kota.
"Mamah sama papah kenapa liatin Acha begitu?," tanya Prilly heran.
"Ngga apa-apa sayang," jawab tuan dan nyonya Lamore bersamaan.
"Nanti malem kamu harus temuin tamu nya mamah sama papah ya sayang," ujar nyonya Lamore.
"Mereka mau bertemu kamu dan mengenal kamu," sambung tuan Lamore sembari mengelus rambut Prilly.
Prilly mengangguk dan tersenyum. Apapun akan ia lakukan untuk kebahagiaan papah dan mamahnya. Mereka adalah malaikat tanpa sayap bagi Prilly, yang memberikan begitu banyak kasih sayang.
***
"Kamu cantik banget sayang," ujar nyonya Lamore.
Saat ini mereka sedang berada di kamar Prilly. Nyonya Lamore sengaja memilihkan baju dan mendandani puteri kesayangan nya itu agar terlihat sempurna.
Malam ini Prilly terlihat sangat cantik dan mempesona. Prilly mengenakan dress peach selutut dengan model lengan shabrina.
Rambutnya digelung dan sedikit tersisa di bagian depan dibuat sedikit curly membuat kesan semakin manis. Leher jenjangnya terlihat dan sangat menawan.
KAMU SEDANG MEMBACA
IJIME
Fiksyen PeminatAliando Calafiore. Cowok tukang bully di CTF school. Siapa yang tidak mengenal sosok Ali. Semuanya tunduk dan tergila-gila pada wajah sinis itu tapi tidak mengurangi ketampanannya sedikitpun. Prilly Anastasha Lamore. Cewek yg ga polos-polos ametlah...
