3-Fail

8.7K 399 5
                                        

Sudah berhari-hari ini Alenna terjebak dalam lingkaran bersama Arsen. Arsen terus saja mengantarnya berangkat dan pulang sekolah, selalu melarangnya dekat cowok lah, ini lah, itu lah. Alenna lelah.

Pagi ini Alenna berniat kabur dari jemputan Arsen. Gadis ini bersiap sangat pagi untuk menghindari Arsen.

"Mau berangkat Len? Nggak kepagian ini?" tanya Ara yang melihat Alenna grasak-grusuk di tangga,

"Engga tan, Lenna ada urusan penting banget, Lenna berangkat dulu ya tan" tanpa mendengarkan respon Ara, Alenna berlari keluar untuk bergegas mencari taksi atau apalah untuk ke sekolah,

"Tapi Lenn ini sarapan du--" omongan Ara terpotong karena melihat Alenna yang sudah berlari.

Alenna tersenyum senang saat sudah sampai di teras. Ia bisa bebas berangkat sendiri ke sekolah tanpa Arsen. Alenna berlari dan membuka pagar dengan cepat.

Mata Alenna mengerjap banyak kali. Rencananya untuk kabur dari Arsen gagal. Kini Arsen sudah tepat ada di depan pagar rumahnya.

"Lo u..udah sampe?" heran Alenna terbata,

"Iya",

"Dari kapan?",

"Baru aja" jawaban yang mampu kembuat Alenna terperangah,

"Kenapa lo kesini cepet banget si!" protes Alenna melupakan segala ketakutannya pada Arsen.

Setelah mendengar perkataan Alenna, Arsen menatap Alenna penuh selidik.

"Lo mau kabur dari gue?" tebakan yang tepat,

"E..enggak!" elak Alenna mulai ketakutan dengan respon Arsen selanjutnya.

Arsen menarik kasar tangan Alenna, membuat si pemilik tangan meringis kesakitan. Arsen tak melonggarkan cengkeramannya sedikit pun, tak membolehkan Alenna lepas sedikit pun.

Arsen menarik Alenna dan mendorongnya agar masuk dan duduk di kursi mobilnya. Ringisan kembali terdengar dari mulut Alenna.

Arsen masuk dengan wajah yang sedikit memerah, membuat Alenna meringis ketakutan. Benar-benar sial Alenna hari ini.

"Kenapa lo mau kabur dari gue?" pertanyaan horor keluar dari mulut Arsen,

"Gu..gue i..it--" jawaban Alenna terhenti seketika saat jari-jari tangan Arsen mulai mencekik lehernya.

Ingin rasanya Alenna menangis saja. Cekikan yang sungguh menyakitian untuk Alenna. Cekikan yang membuat nafasnya hampir hilang.

"Kenapa?" satu pertanyaan dari Arsen yang sangat sulit Alenna jawab, ia tak mau salah jawab dan makin tersakiti dengan tangan sialan Arsen,

"Gu..gue ta..tadi.. eng..enggak" jawaban yang Alenna lontarkan dengan susah payah.

"AAA" teriak Alenna saat tangan Arsen makin kejam,

"Ar..arsen le..lepas..lepasin" Alenna berusaha menarik tangan Arsen dari lehernya dengan sisa tenaga yang ia punya.

Sudah banyak kali Alenna memohon sampai akhirnya Arsen melepaskan cekikannya. Alenna berbatuk dan segera menghirup oksigen sebanyak mungkin. Gadis ini mengelus lehernya beberapa kali untuk menghilangkan rasa sakitnya, untung ia tak mati.

Tanpa banyak omong lagi, Arsen melajukan mobilnya sedikit kencang.

•••

Sesampainya di sekolah, Alenna tak berani bersuara. Gadis ini diam menundukkan kepalanya, tak mau menatap Arsen.

Alenna dan Arsen berjalan beriringan bak tuan putri dan pangerannya. Berbagai macam tatapan menyertai langkah mereka berdua. Tak ada satupun tatapan yang Alenna pedulikan.

Protective Devil || Completed✓Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang