Handphone Sewoon berdering, tapi sayangnya pagi itu Sewoon tengah praktikum di lab dan gak bisa ngangkat telpnya. Dari Saerom.
Sewoon
Ada apa? gua lagi praktikum sorry
Saerom
Tar gua ceritain, lu break jam berapa?
Sewoon
lunch, yaudah tar gua ke Sipil.
Semenjak sering belajar gitar emang dua sejoli ini jadi deket. Belum sampe tahapan pedekate, menurut Saerom. Tapi keduanya saling mengagumi. Udah cukup bagi Sewoon dan Saerom. Pagi itu, Saerom tiba - tiba nelp Sewoon sangat langka bagi Sewoon. Pasti ada sesuatu sampe dia nelpon, bikin Sewoon gak fokus sama praktikumnya.
"eh lu pada tau gosip gak?" ujar Miyeon berbisik biar gak ketauan kakak asdos.
Taeyang, Minnie dan Sewoon yang merupakan teman kelompok Miyeon langsung merubung. Sambil menunggu reaksi dari praktikum akhirnya mereka gosip.
"kalian tau kan gua kos di kos Mba Hyorin sebelah kosan Pak Heechul?" tanya Miyeon pelan. Yang lain mengangguk.
"Tadi subuh tuh heboh cong, katanya ada yang kesurupan. Lu tau gak Yebin gak? anak DKV? nah itu katanya kesurupan" tambah Miyeon lagi.
"Masa sih, bukannya si Yebin emang kelakuannnya kaya orang kesurupan?" canda Taeyang.
"Eh beneran dia ngacak - ngacak gitu mengila di kosan, sampe dipanggilin orang pinter gitu"
Sewoon langsung konek. Pasti ini alasan Saerom menelponnya pagi tadi.
"Woon, lu kan sering ke situ kan? emang angker tempatnya?" tanya Minnie liat Sewoon diem mikir.
Sewoon mengeleng. "Gak kok, gak serem. kalo gak salah Yebin kamarnya agak paling pojok gitu deket dapur"
"Ngapain lu ke kosan Pak Heechul?" tanya Taeyang yang gak ngeh.
Minnie dan Miyeon berdehem.
"kan ada Saerom disana coy, anak tekling itu loh" ujar Minnie mengejek Sewoon.
"terus pada gimana tuh yeon anak-anak kosan itu?" tanya Taeyang lebih penasaran. Sewoon tersenyum, pas banget dah Taeyang yang nanyain. Padahal tadi dia kepo.
"pada ngungsi sih kayaknya, ga tidur juga. katanya hari ini mau di bersihin juga tuh sama Pak Heechul" jawab Miyeon. Mereka langsung pura - pura saat asdos mereka lewat.
Jam menunjukkan pukul 11 dan praktikum kelompok mereka sudah selesai.
"Makan yuk mana gitu, kan udah kelar gak ada kelas lagi" ajak Minnie pada 3 temannya.
"Hm, gua ada urusan nih sorry ya" Sewoon langsung cabut.
"urusan hati emang sulit, yaudah yuk gua bawa mobil" ajak Taeyang pada Minnie dan Miyeon yang senang.
Sewoon celingukan mencari Saerom di selasar tempat biasa gadis itu bersama Dawon atau Sojung. Saerom duduk sambil menenggelamkan mukanya ke lutut. Sewoon langsung duduk di sebelahnya, tidak bicara atau memanggilnya. Sampai Saerom sadar dengan sendirinya bahwa ada orang disamping. Matanya sedikit berkaca - kaca.
"Woon, serem banget tadi sumpah gua gak berani sumpah balik ke kosan" curhat Saerom pelan.
"Abis ini ada kelas lagi rom?" tanya Sewoon.
Saerom mengeleng. "gua hari ini cuman 1 mata kuliah. Gua gak berani balik ke kosan. Semalem itu..."
*Malam tadi*
tok tok tok
Pintu kamar Saerom di gedor. Dia memang masih mengerjakan tugas laporan dan karena lengkapnya isi kamar Saerom, penghuni kost Pak Heechul emang sering banget minta macem - macem sama dia. Saerom pikir si June, kalo malem ini anak suka minta cemilan atau minjem pulpenlah, pensil dsb. Saerom berdiri membuka pintu.
"A..pa.." Saerom celingukan, ga ada siapa - siapa. Dia melihat kamar depannya, kamar Yunhyeong kuncinya tergantung di luar. Langsung curiga dia, pasti anak satu itu iseng.
Clek..
Pintu kamar Yunhyeong terbuka. Kosong. Saerom langsung menutupnya dan melihat ke kanan dan kiri. Waspada Yunhyeong emang lagi ngisengin dia. Hening. Saerom jadi merinding sendiri dan hp yang di genggamnya berbunyi. Ada message dari tetangganya itu.
Bang Yuyun
Nenggggg Saerom nitip kunci gua nginep di Jisoo udh setengah jalan baru inget. Si June juga biasalah ama Rose, anak muda jaman now. Nitip yak, tar bang Yuyun beliin ultra karamel.
Saerom kembali celingukan dan insting bilang dia harus buru-buru kembali ke kamarnya. Bahkan, Saerom langsung menutup laptopnya dan mencoba memejamkan matanya. Dia setengah tertidur saat rambut menyibak mukanya, dia hanya menyingkirkannya dan pura - pura tenang. Bagaimana ada rambut yang menyibak wajahnya saat sebelum tidur rambutnya dia cepol.
Hawa dingin jg menerpa wajahnya, tapi dia masih memejamkan matanya. Dia mengintip sedikit saat beban yang menimpa wajah dan perutnya hilang. Iya ada wanita yang sepertinya emang manusia itu perlahan hilang. Tapi Saerom tidak bisa mengerakan badannya sama sekali, bahkan ingin menangis pun dia tidak sanggup. Dia hanya berdoa dalam hati apapun yang dia ingat. Sampai ada kegaduhan di luar kamarnya, akhirnya dia bs terbangun dan langsung meminum air di samping tempat tidurnya. Kegaduhan semakin kencang, Saerom menyibak tirainya melihat Yebin yang melempar beberapa barang di depan kamar lain dan Xuanyi mencoba meraihnya malah dibuat terjatuh. Saerom melihatnya, wanita di itu seperti menutup mata Yebin dari arah punggungnya dan tersenyum tipis, saat dia menoleh ke arah Saerom beruntungnya beberapa penghuni lain menyuruh mereka turun termasuk Saerom.
Hanya saja, dia itu terlihat oleh Saerom
Itulah mengapa Saerom tidak mau pulang ke kosan dulu terlebih bapak kosnya menyuruh mereka untuk menginap dulu sampai proses pembersihan selesai.
Saerom tidak berani menceritakan pengalaman itu pada Sujong ataupun Dawon, keduanya penakut. Dia ingin menceritakan pada Bang Chan namun anak itu tidak pernah serius. Dan sekarang dia cukup lega menceritakannya pada Sewoon, yang walaupun hanya manggut - manggut tapi itu sudah cukup menarik beban ketakutan Saerom.
"Yaudah hm, ayo ke kosan ambil pakaian seperlumu. Nanti aku izin sama Tante BoA biar kamu pakai kamar aku, sekalian mungkin Dawon temenin kamu" saran Sewoon berdiri dan mengulurkan tangannya pada Saerom.
"Hm, aku ga enak sama tante BoA. Lagian weekend gini Dawon pasti balik ke Jakarta. Aku bisa aja nginep di hotel dulu, tapi tetep aja sendirian woon" ujar Saerom.
"Gapapa, tante pasti paham kok. Ah iya, tar aku minta tolong temenin Kak Sowon aja, dia juga kost sama lo kan, tar gua bilang Kak Youngmin" Sewoon menarik tangan Saerom.
"Makasih Woon"
"Gapapa, gausah takut rom. Ada Aku"
Soothing words. Saerom cuman bisa senyum tipis, ada sesuatu yang mengelitik perutnya.
Saat mereka sampai di kost, Tante BoA sampai meringis mendengar cerita Saerom. Dia langsung mengizinkan Saerom mengunakan kamar Sewoon bersama Sowon sampai kosan Pak Heechul bersih dari mahluk - mahluk.
"Woon, Saerom siapa sih? baik banget kamu nak" tanya Tante BoA saat Sowon dan Youngmin sudah membawa Saerom keatas.
"Temen Tan" jawab Sewoon smirks.
"Ah, masa sih! Gitu dong woon, kasian papa mu itu loh anaknya lanang semua diajak dong Saerom ketemu Seunggi" goda tante BoA. Sewoon tersenyum, antara berpikir untuk melakukannya atau memikirkan kata - kata Tante Boa.
Sewoon duduk di ruang tengah yang masih sepi, karena Minhyun yang masih dengan urusannya di Jakarta berikut Ong yang menyusul mereka karena rindu pada Bona.
"Sewoonnnn, makasih ya. for everything" ujar Saerom duduk di depan Sewoon.
Sewon tertawa. "Apaan sih rom, tenang aja rom ada aku"
KAMU SEDANG MEMBACA
Kost Tante BoA vol. 2
Short StoryMasih nyeritain seputaran dunia Hana plus pria - pria penghuni kost dirumahnya, sepupunya yang isinya nyaris cowok semua dan juga teman - teman kampus tercinta, ITB?
