Semua orang tahu, ITB bukan tempat yang friendly di malam hari. Siang hari mungkin oke, ramai oleh mahasiswa dan pedagang juga staf. Beberapa mahasiswa memang kerap bermalam di lab atau beberapa ruangan, tapi bangunan tempat mereka menuntut ilmu ini sudah ada sejak jama penjajahan, tak heran ada rumor - rumor yang beredar seputar kegiatan mahluk malam di areal kampus dan sekitarnya.
Project akhir membuat Minki kerap kali harus mau tak mau bermalam atau setidaknya kembali ke kostan di malam hari. Dia hanya trauma dengan manusia, pasca begal yang untungnya tak terjadi itu. Dia bukan orang yang penakut dan mudah percaya takhayul macem Taeyong.
"Ki, gua ngantuk ah balik duluan ye" ucap Changjo sambil menguap dan membereskan peralatannya.
"Ah elah yaudah sana" sahut Minki masih fokus pada laptopnya, mengotak - atik software design itu.
Changjo meregangkan tangannya dan beranjak dari tempat mereka mengerjakan tugas itu. Memang masih ada beberapa orang disitu makanya dia tega ninggalin Minki.
"Ki, tiati ketemu si noni ya" bisik Changjo dan langsung dapet tatapan sinis dari Minki. Memang sudah bukan rahasia, studio FSRD lantai 3 ini sering ada noni belanda cantik yang menyapa.
"Kebiasaan, eh tunggu bareng turunnya gua mau beli kopi" ujar Minki menyambar jaketnya dan pergi ke bawah. Changjo langsung ke parkiran dan Minki jalan ke tempat manapun yang masih jual kopi.
Buuuuk!
Seseorang menabraknya di area sekitar lab mesin. Minki setelah di bisikin Changjo jadi agak parno, dia ga berani nengok siapa yang tadi di tabraknya.
"Awww" keluh orang itu berlutut dan Minki masih diam. Masih menganalisa itu orang apa bukan.
Orang yang jatuh itu juga ga berani nengok siaoa yang dia tabrak. Tapi beraniin diri nengok dan liat kaki Minki. Napak, akhirnya dia berdiri dan minta maaf.
"Ohhh Exy" ucap Minki pas orang yang dia tabrak berdiri dan dia juga sontak langsung liat ke kakinya, nginjek tanah dan langsung lihat ke wajahnya. Untung Exy.
"Syukurlah gua pikir..." Exy menarik nafas lega.
"Kenapa lo lari - lari?" Tanya Minki heran abis Exy tadi lari secepat kilat.
"Lo penakut ga?" Tanya Exy celingukan.
Minki mengeleng.
"Sumpah temenin gua ke lab mesin. Tadi gua sendirian disana. Gua mau balik aja deh. Tapi mesin disana nyala sendiri" cerita Exy ketakutan.
"Lah lagi kenapa sendirian?" Kata Minki mau ga mau jalan nemenin Exy yang meper - meper sambil megangin belakang jaketnya.
Lab Mesin itu emang kosong dan mesinnya semua mati. Exy buru - buru ambil ransel dan barang - barangnya. Dia masih gemeteran.
"Gua anterin aja ya? Lo keknya gemetar banget" tanya Minki liat Exy beneran pucet. Mereka buru - buru ambil barang Minki.
"Sebenernya gini ki, tapi gua dari toilet terus pas masuk ada yang duduk ngadep ke mesin mirip Dongho, ya gua bercandain dia dong. Ga lama gua dapat telp dari Dongho karena dia mau plg ke Medan. Langsung lah gua tengok ke dalem dan orang yang serupa Dongho itu masih ngadep mesin. Pas gua tengok kedua kali udah ilang dan mesin semua nyala akhirnya gua kabur dan ketemu lo" cerita Exy sebelum mereka sampai di parkiran yang cukup sepi.
Dalam samar gelap mereka melihat seseorang mirip Bona. Cewek itu memang kadang pulang malem juga sama Yunhyeong atau Minhyun, tapi Bona terlihat sendirian. Berjalan lurus.
"Bon!" Panggil Exy tapi Bona ga noleh.
"Ki anter gua ke kosan Ayi aja deh, rumah gua kosong. Parno gua. Ih si Bona halu deh di panggil ga nyaut" ujar Exy lagi.
Dreettt...drettt...
Handphone Minki berbunyi. Dilihatnya penelpon, dari Minhyun.
"Haloo.. apa hyun?" Tanya Minki sambil masih mencari motornya.
"Masih diluar lo? Balik ga? Titip camilan dong di minimarket tar gua ganti" pinta Minhyun dari balik telp. Exy bisa mendengarnya karena memang disitu sangat sepi.
"Maen game lagi lu pada?" Tanya Minki sambil multitasking nyari kunci motor.
"Ini si Bonbon ama Sowon ribut banget sih kalo ga ada snack. Wanita" keluh Minhyun dan terdengar suara Bona mengeluhkan komplen itu.
Minki menelan ludah, Exy juga. Dilihatnya orang berjalan mirip Bona itu masih disitu tapi ga nginjek tanah.
"Xy, lo nginep di kost gua aja ya ada Bona sama Sowon juga kok lg pada nugas" pinta Minki dan Exy serta merta mengiyakan saat ia lihat mereka sekarang hanya berdua di lapangan parkir itu.
"Please jangan lewat taman sari Ki" pinta Exy.
"Pasti" ujar Minki bergidik ngeri. Disitu lebih angker lagi.
Mereka berdua langsung geber dan ga inget kalo Minhyun nitip sesuatu. Mereka langsung aja pulang ke kost.
"Lah kok sama Exy? Cemilannya mana?" Tanya Bona heran.
"Sumpah ini lo beneran kan Bon?" Sahut Exy merhatiin Bona dari ujung ke ujung.
"Apa sihhhh? Ya gua lah" ujar Bona. Tapi dia tiba - tiba penasaran.
"Sumpah tadi ada setan ngewujud lo, pantes gua panggil ga nengok taunya ga napak" ujar Exy sambil menelan ludah.
Tak lama Youngmin naik ke dan menyapa mereka. Tapi berubah pucat pas liat lewat kamar Jonghyun dan lihat temennya itu udah pules bareng adiknya.
"hyun, jangan bilang Jonghyun dari tadi dirumah" ujar Youngmin dan Yunhyeong mengiyakan.
"Dia tadi abis jalan sama Minkyung langsung pulang"
"Jadi yang tadi ngobrol ama gua dikampus siapa dongggg"
KAMU SEDANG MEMBACA
Kost Tante BoA vol. 2
Short StoryMasih nyeritain seputaran dunia Hana plus pria - pria penghuni kost dirumahnya, sepupunya yang isinya nyaris cowok semua dan juga teman - teman kampus tercinta, ITB?
