Kau adalah mentariku
Kau adalah rembulanku
Kau adalah detak jantungku
Kau adalah bagian hidupku
Terpapar wajah dirimu
Disaat angin malam menerpa wajahku
Terlintas namamu
Disaat air hujan membasahi tubuhku
Rasa rindu selalu terbesit di hatiku
Rasa sayang selalu terlintas di benakku
Rasa kasih selalu tercipta dihidupku
Rasa senang selalu terpapar didadaku
Hari memang berganti
Minggu pun boleh berganti
Bahkan tahun sekalipun
Tuhan perbolehkan berubah
Namun sayang
Rasa kasih rasa sayang
Rasa rinduku itu
Tak bisa Tuhan ubah
Maafkan aku
Bila telah menyayangimu
Bahkan tanpa izin darimu
Bahkan tak kau ketahui
Aku memang menyayangimu
Biarkan aku tetap seperti itu
Jangan cegah aku
Untuk berhenti melakukan itu
Aku tak mampu ungkapkan
Bahwa aku menyayangimu
Karena diriku hanya bisa
Bisa menyayangimu dalam doa
-Biarkan aku menyayangimu didalam sujud dan doaku-
KAMU SEDANG MEMBACA
MY DIARY
PoetryMaaf, ya? Jika anginku membuatmu dingin. Aku bukan mentari, yang bisa membuatmu hangat. _anonim_human_
