Bulan Baru

192 5 0
                                        

1 bulan berlalu. Walaupun berat,Ranum menjalani hari-harinya dengan tersenyum bahagia.

Ranum boleh kehilangan orang yang dicintainya. Tapi Ranum tidak ingin kehilangan orang-orang yang mencintainya.

Disudut kantin, Ranum dan Pandhu duduk berdua sambil makan mie ayam yang masih hangat . Pandhu selalu menggoda Ranum agar tertawa.

"Pandhu! Diem, nanti gue keselek ih"Ucap Ranum. Sambil mengunyah, dia menahan tawa. Pandhu sudah selesai makan. Itu menjadi kesempatan Pandhu untuk semakin menggoda Ranum. Tidak peduli ramainya seisi kantin.

Ranum menpercepat memakan mie ayamnya dan hanya menyisakan garpu dan mangkuk saja.

"Mau ke kelas?"tanya Pandhu siap-siap berdiri. Tapi tidak jadi. Karena Ranum mengode dirinya dengan berdeham dan melirik-lirik ke belakang Pandhu.

Pandhu menengok ke belakang lalu nyengir kuda,"Eh. Bang Ardan. Mari gabung"

Ardan dan gengnya duduk disatu meja bersama dengan Ranum. Sempat ada kecanggungan diantara mereka selama sebulan terakhir. Untungnya Ranum telah menghapus masa lalu dan memulai lembaran baru. Walaupun tidak mudah. Alasannya,karena Ranum mencintai Emmanuel sepertia dia mencintai dirinya sendiri.

"Mm. Kok diem-dieman sih?"Ucap Ranum menghapus keheningan diantara mereka. Bibirnya tersenyum kemudian agar dirinya tidak menimbulkan kecanggungan.

"Kalian berdua udah selesai makannya ya?"tanya Ardan menatap bergantian Ranum dan Pandhu. Ranum dan Pandhu mengangguk kompak.

"Ke rooftop yuk?"ajak Bagas menghentikan Ardan yang sedang mengangkat bibirnya akan bicara. Ardan sempat kesal dan ingin menjitak Bagas.

"Bagas. Lo ngajak gue bolos? Gitu maksudnya? Gak, gue gak mau"Cerocos Ranum geleng-geleng.

"Mau aja ya... Gue males belajar matem"Bujuk Pandhu memegangi tangan Ranum.

"Tangan lo kenapa Dhu"Ardan menyindir Pandhu dan meliriknya kesal.

"Pegang aja kok. Kan Ranum sekarang jadi milik kita bersama bang"sindir Bagas sedikit membela pandhu.

Ranum mengangguk,"Ok kita rooftop"Ranum tersenyum lebar. Mereka membayar makanan lalu pergi dengan gembira.

Dilangit yang sama dan ditempat yang berbeda. Emmanuel sedang termenung sambil melahap ice crem  cup rasa vanilla.

"Disini tempat aku bertemu dengan Ranum. Dulu dia masih Smp kelas 3 dan aku kuliah semester 2. Pertemuan yang singkat tapi mendalam"Emmanuel tersenyum kecil mengingat awal cinta mereka tumbuh.

Emmanuel fleshback,

Dulu Ranum turun dari angkot dan buru-buru menghampiri tukang es krim keliling- mungkin langganannya.

Setelah membeli es krim, Ranum duduk ditaman,"Duduknya disini" Ucap Emmanuel mengusap-usap kursi yang didudukinya.

Dia duduk tepat diperut Emmanuel. Saat itu wajah Emmanuel ditutupi oleh sebuah tas hitam. Dia tidur dikursi taman yang panjangnya setubuh orang dewasa.

"Aa!"teriak Emmanuel. Ranum kaget lalu berdiri rusuh. Wajah Ranum sangat kotor oleh Es krim. Karena Ranum kaget, es krimnya terlempar ke wajahnya sendiri.

"Siapa sih bikin kaget aja!"Sewot Ranum berusaha membuka matanya yang terkena es krim. Tapi susah. Matanya perih.

Sedangkan Emmanuel hanya berdiri memegangi perutnya. Perutnya kram. Tapi, Emmanuel tertawa keras melihat gadis aneh didepannya.

Emmanuel melangkah lebih dekat. Emmanuel melepas jaketnya dan menghapus sedikit demi sedikit es krim diwajah gadis berkuncir satu yang berantakan.

Battle Symphony(21+)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang