Aku yang baru melihatmu saja sudah jatuh cinta,tetapi kenapa kamu tidak merasakannya juga?
Arfa berjalan menelusuri lorong kelas yang masih sepi dengan earphone ditelinganya dan memasuki kedua tangannya kedalam jaket abu abunya, kepagian? -batin Arfa
Lampu sekolah ternyata sudah dimatikan,padahal masi gelap terpaksa Arfa harus berhenti berjalan lalu menyalakan flash di handphonenya dan melepaskan earphonenya lalu berjalan kembali
"AAAAAAAKKKKHHHHH"
Jeritan yang sangat kencang membuat Arfa menghentikan langkahnya dan menutup kuping lalu melihat ke sumber suara. Arfa terkejut saat melihat perempuan yang sedang duduk dengan rambut terurai menutupi wajahnya dan memakai jaket abu abu itu kembali teriak. Pagi pagi ada setan? -batin Arfa
"siapa?" Ucap Arfa sambil menyorot perempuan itu dengan flash dihandphonenya.
Perempuan itu tetap tidak merespon, akhirnya Arfa mencari sesuatu setelah melihat lihat sekeliling akhirnya Arfa menemukan gagang sapu dan menyenggol nyenggol tubuh perempuan itu dengan gangang sapu yang ia baru temukan,keperempuan yang ada Dihadapannya
"ADUHHHHHH" prempuan itu menoleh "AHHH SETANN!!" jeritnya sambil mengusap badannya sendiri
Arfa memundurkan tubuhnya "Lu yang setan!" Bentak Arfa
"Ngapain si getok getok" lanjutnya lalu menengok ke arah Arfa dengan nada tinggi
Arfa memutar bola matanya malas "ngapain teriak?!!" Bentaknya
perempuan itu berdiri lalu merapihkan roknya yang sedikit kotor dan menghadap Arfa "Tadi kan lampunya mati,terus ada kecoa. Gua geli"
"Lebay!"
"Ngapain lu kesini?" Jawab rania menghirukan perkataan Arfa
Arfa kembali memutar bola matanya malas "Lu tadi teriak!!!" Bentaknya, yang dibentak malah cengegesan dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal
"Arfa,rania? Kalian ngapain dipojokkan?" Ya sekarang posisi mereka berdua memang dipojok dan Arfa seperti menutupi badan rania
Rania salting lalu menjauhkan tubuhnya dari Arfa dan menghadap Andira yang bertanya tadi
"Ta-tadii gua teriak gara gara gelap terus ada kecoa" jujur rania yang masih gugup
"Ohh,gua kira ngapain" lanjutnya yang diakhiri dengan tertawa
Rania menoleh ke arah Arfa yang sedang berjalan meninggalkan mereka berdua "Mau kemana fa?" Tanyanya,tetapi Arfa tidak menjawab dan terus berjalan
"Yaudah gua duluan ya dir" ucap rania dan berlalu menuju kelasnya, setelah mendapatkan anggukan dari Andira
Sesampainya rania dikelas dan menduduki dirinya disamping Alsa yang sudah datang terlebih dahulu
"Dari mana aja ran?" Tanya Alsa setelah mengetahui Rania baru datang dan sudah duduk Disampingnya,tetapi pandangannya tetap fokus kehandphonenya
"Dari rumah" jawab rania asal,dan mendapatkan tempelengan dari Alsa
Rania menoleh ke meja Abil,ternyata meja Abil kosong padahal sudah ada tasnya "Abil kemana?" Tanya rania
"Ke kelas sebelah,nyariin si Arfa kalo ga salah tadi. Tapi sebelum itu abil nyariin lu" jawab Alsa tetap masih menatap handphonenya
Rania mengerutkan keningnya heran "Abil nyariin gua?" Lanjut rania,dan Alsa mengangguk mengiyakan
"Ngapain?" Gumamnya
Eldo yang baru saja memasuki kelas melirik ke arah rania dan tersenyum jahil "Eh nia udah dateng tohhh, tiap hari makin cantek aja" rania menengok ke arah Eldo yang berteriak tetapi melirik ke arah Alsa berniat membuat Alsa cemburu

KAMU SEDANG MEMBACA
ARFANIA
Roman pour AdolescentsKu kira...pertemuan kita akan berlalu begitu saja..dan tidak terjadi apa apa..ternyata aku salah #Arfa Ku kira... pertemuan kita tidak menjadi cerita yang rumit...dan membahagiakan seperti ini... #Rania Dan pada akhirnya pertemuan ini..menjadi kisah...