Arfania-10 (BY ONE LAH!)

38 3 0
                                        

Aku ga merasa kalo perasaan yang awalnya hanya ku camkan ini ternyata membawa ku kedalam permainannya

Bel pulang sekolah berbunyi membuat seluruh murid SMA Permana ini berhamburan keluar

"Lama lu!" Protes rania yang menunggu di depan kelas Arfa dengan menyandar dan tangannya dilipat kedada

Arfa melirik ke arah rania sebentar lalu melempar tasnya ke hadapan rania "Bawain tas gua" setelah memperintahkan itu Arfa berjalan meninggalkan rania

"Loh Ran?Lu Ko bawain tas Arfa?" Tanya Andira heran

"CEPET!!!" teriak Arfa dari luar kelas

Saat ini rania benar benar ingin membakar Arfa hidup hidup "Gua duluan ya dir" Belum sempat Andira menjawab Rania sudah keluar kelas terlebih dahulu

"Mau ngapain si?"

Arfa tidak menjawab, Arfa justru mengambil bola basket yang ada didekat ring, lalu mendribelnya

Rania mengerutkan keningnya "Gua nontonin lu nih? Sweet bgt kaya orang pacaran gitu" Tanyanya lagi dengan senyuman

Arfa melirik rania sebentar lalu mengerutkan keningnya dan menatap rania Jijik "Berisik!!" Mendengar itu pun rania menanyunkan bibirnya

Rania melihat Arfa yang sangat lincah mendrible bola basket dihadapanya, tetapi bola basket itu tiba tiba menuju ke arah samping musolah

"BABU" teriaknya

Rania reflex berdiri setelah mendengar teriakan itu "AMBILIN!" Lanjutnya sambil menujuk bola yang sedang bergelinding menuju arah musolah

Rania memutar bola matanya malas "Emang gua babu Lu?"

"EMANG! CEPET!!!"

"Sumpah tuh manusia nyebelin banget siiiiii" gumamanya sambil berjalan menuju musolah dan mengambil bola basket yang tadi di lempar Arfa

Rania berjalan kembali menuju lapangan,dengan membawa bola basket yang tadi sudah diambilnya.
Setelah sudah berada di depan Arfa rania memutar bola basket itu di jarinya "By one lah!!" Rania menantang Arfa yang setatusnya CALON KAPTEN BASKET. baru calon. Batinnya

Arfa menaikan satu alisnya "Bisa?" Ucap Arfa meremehkan sambil tersenyum miring

"Liat aja dulu" jawab rania dengan mendrible bolanya dengan satu tangan

Rania mendekatkan tubuhnya ke arah Arfa dan melanjutkan perkataannya "Yang kalah neraktir Starbucks gimana?" Tawar rania

Arfa menjawabnya dengan mengangkat kedua bahunya Lalu Arfa dengan cekatan mengambil bola basket yang ada di tangan rania

"Belom siap kampret!"

Rania dengan lincah mengambil kembali bola basket yang sedang di mainkan oleh Arfa lalu mendrible dan mencetak 1 point,dan tersenyum licik ke arah Arfa

Arfa mengambil kembali dan mencetak 3 point, lalu tersenyum meremehkan rania

Tak mau kalah Rania mengambil kembali bolanya dari Arfa tetapi dengan sigap Arfa mengambil kembali tetapi Rania mengambilnya lagi lalu mencetak 3 point, lalu tersenyum meremehkan

Arfa mengambil bola dari Rania dan mendrible ke arah ring lalu mencetak 3 point lagi. Dan sudah dipastikan Arfa yang memenangkan pertandingan ini. Dengan waktu 8 menit 48 detik

Rania menujukan wajahnya yang kesal kehadapan Arfa dan Arfa tertawa meremehkan

"So?" Tanya Arfa dengan senyum miring dan kenaikan satu alisnya

ARFANIATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang