ICSY 10

37.6K 1.6K 146
                                        

Flashback

Raquel menarik nafasnya sambil terus berlari. Perkemahan ini benar-benar membuatnya ketakutan. Terutama saat mengetahui kakak kelasnya Jackson menjadi ketua perkemahan ini membuat Raquel yakin ada sesuatu di balik sesuatu!! Raquel sadar betul kalau Jackson sangat suka membullynya melebihi Christ yang hanya memakan bekalnya.

"Woi babi!" Jackson berteriak keras saat tidak berhasil menemukan Raquel yang kabur dari acara tadi. "Kalo aku ketemu kamu aku bakal lecehin kamu!"

Raquel menangis. Dia mau pulang. Tidak kuat lagi dia berlari di dalam hutan gelap ini sendirian. Kakinya berhenti melangkah saat merasa dirinya benar-benar kelelahan. Dia masih ingat sekali kalau rupanya perkemahan itu di huni gadis-gadis yang seksi, orang kaya pastinya, dan dirinya hanya di hina, dijadikan gunjingan disana.

"Hiks..." Raquel duduk diatas tanah lalu menyandarkan tubuhnya pada pohon besar. "Apa salah kalau badanku besar?" Raquel memukul pahanya yang memang berukuran besar itu "Apa salah kalau aku gendut!!" Ucapnya sambil menangis.

Jackson tersenyum saat melihat Raquel menangis dan nampaknya gadis itu tidak sadar kalau sekarang Jackson sedang berdiri beberapa langkah didepannya. "Sayang sekali ya Raquel. Kamu terlahir dengan tubuh sebegini menjijikannya!"

Raquel mengangkat wajahnya lalu menatap Jackson dengan tatapan tajam "Dasar iblis! Pergi sana kamu!"

"Loh kamu lupa ya kalau aku menemukanmu aku pasti akan melecehkanmu!"

"Heuh" Raquel berdiri sambil menyeka air matanya "Silahkan!" Tantangnya yang malah membuat Jackson tertawa keras.

"Jijik kali! Kamu gendut! Gak puas!" Jackson menendang tubuh Raquel membuat gadis itu mengaduh, tapi Raquel bukan perempuan yang terbilang lemah, dengan cepat dirinya memukul kepala Jackson lalu menendang perutnya.

"Bangsat!" Jackson berdiri lalu menampar keras wajah Raquel bahkan dalam sekali tamparan itu Raquel sudah terjatuh dan tercengang. Dengan gesit Jackson menarik kaos Raquel merobeknya lalu menarik celanannya.

Raquel berteriak keras-keras berharap ada bantuan yang datang. Namun tangan Jackson membekap mulutnya "Adik kelas. Lebih baik kamu diam dan nikmati saja permainan kita"

Dilain tempat.

Christ melirik beberapa gadis yang duduk di dekat perapian. "Dimana J?" Tanyanya.

"Tadi kejar si Babi. Soalnya di suruh nari dengan menggunakan bikini si babi gak mau. Kayanya malu deh haha" jawab seorang pria yang dihadiahi Christ dengan bogeman keras.

"Bajingan seperti mu tidak pantas menyebutnya babi!" Christ terus memukul sampai terdengar suara teriakan dari dalam hutan "Bangsat!" Christ mengumpat lalu menendang pria tadi dan berlari menuju hutan. Mencari dimana arah suara itu datang.

"Raquel!!" Teriaknya lantang. "Raq--"

"AAAAAKHHH!!!"

Christ menoleh lalu berlari mendekati suara itu. Kakinya seketika lemas saat melihat Raquel menangis dengan tubuh setengah polos. Hanya sisa baju dalam gadis itu yang masih terpakai di tubuh gadis itu.

"Raquel.."

Raquel menoleh lalu tertawa getir "Kalian sama-sama bangsat!"

Christ menggeleng lalu mengepalkan tangannya "Siapa pelakunya?!"

Raquel tertawa sinis "Sahabatmu! Mereka! Kalian! Kamu semua pelaku ini Christ!!" Raquel berdiri memungut pakaiannya "Kalian tidak pantas hidup! Kalian lebih baik mati daripada hanya membuat orang yang tak bersalah tersiksa. Setan-setan macam kalian sudah pantas di masukan ke buku neraka"

I Can(t) See You (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang