Nemu typo langsung tandai ya.
Selamat ber mal ming
Mblo
●●●
Raquel memeluk erat Papanya yang hanya diam sambil mendengus "Kau bisa membuat Papa mati kalau memeluk sebegini eratnya Q!!"
"Aku kangen Papa," Raquel tertawa keras saat melihat Papanya mengambil nafas sebanyak-banyaknya saat Raquel melepas pelukannya. "Jadi sekarang Papa gak maksa Q buat perjodohan itu kan?"
"Gimana mau maksa," Rio duduk di sebelah Raquel, ketiganya sedang berkumpul di kediaman Rio "Yang papa mau jodohin sama kamu aja udah punya istri."
Raquel mengangkat alisnya "Gila.. Papa mau aku jadi perusak hubungan orang lain? Jangan Pa..."
Papa Raquel menghela nafas lagi "Ya mana Papa tau. Papa terlalu bahagia melihat pria itu. Tampan dan kaya, Papa yakin dia bisa membahagiakanmu Q"
"Memangnya siapa?" Raquel juga jadi penasaran.
"Delano" Rio tertawa kecil "Itu semua terjadi karena Om melihat Delano di majalah dan sayangnya Om gak lihat kalau malam aku di umumkan jadi pewaris resmi perusahaan Papa, si Delano datang bawa gandengan yang tak lain dan tak bukan adalah istrinya sendiri."
Raquel menaikan alisnya "Oh ya? Apa mereka pasangan yang berada di taman rumahmu?"
Rio menoleh "Apa kamu melihat mereka?"
"Iya. Aku bahkan sempat ngobrol sama Christ. Dia melihat kedua pasangan dengan tatapan yang begitu putus asa. Seolah-olah dia tidak rela melihat pemandangan itu kak."
"Iya lah.. Aninda kan cinta pertamanya," Rio tersenyum tipis "sudah seharusnya kamu bahagia karena kamu sudah tidak punya saingan lagi."
"Kakak gila!" Raquel menendang bokong Rio lalu menjulurkan lidahnya. "Papa, Q mau naik dulu ya, mau istirahat sebentar, tenang aja gak akan lama kok pa."
Papa Raquel hanya mengangguk dan membiarkan putrinya menuju kamar yang memang sejak dulu Rio sediakan karena sepupunya sering berkunjung dan kerap menginap di kediamannya. "Jadi, Raquel naksir sama si Christ-Christ itu?" Tanya Papa Raquel pada Rio.
"Hmm begitulah om." Rio mengangguk lalu melirik ke arah pintu. Kekasihnya Renata baru saja memasuki pintu dan Rio memberi kode pada Renata agar masuk ke dalam kamarnya.
"Kufikir Delano masih sendiri makanya aku mencoba menjodohkannya dengan Raquel. Tapi sayang sekali, belum sempat menjodohkan rupanya Delano sudah keduluan mendapatkan jodohnya." Papa Raquel tertawa kecil "Aku mau bertemu Christ."
"Aku takut Om tidak tahan bersama Christ," Rio melirik Papa Raquel yang menampakkan wajah kebingungan "dia memiliki kelainan. Terlalu percaya diri." Lanjut Rio yang malah di balas kekehan dari Papa Raquel.
"Aku penasaran, siapa pria yang bisa membuat Raquel kecilku diet. Sangat."
"Akan ku atur jadwal pertemuan Om dengan Christ." Rio bangkit berdiri diikuti Papa Raquel yang mengangguk lalu berjalan ke kamar khusus keluarga lainnya. Sedangkan Rio berjalan cepat ke kamarnya. Karena disana ada Renatanya.
●●●
Christ berdoa supaya calon mertuanya__ eh maksudnya Papanya Raquel tidak begitu galak. Christ melirik wajahnya dengan cermin dalam mobilnya "Sial.. harusnya aku potong rambut dulu tadi." Gumamnya sambil melirik ke arah kafe. Hari ini adalah hari minggu dan gilanya Rio tiba-tiba menghubunginya kalau Papa Raquel mau bertemu dengannya di sebuah kafe ternama. Dengan gesit Christ segera mandi dan kini tanpa sadar dirinya sudah berada di depan kafe tempat dimana Rio mengatakan akan ada pertemuan antara dirinya dan mert__ maksudnya calon mertuanya. Hmm...
KAMU SEDANG MEMBACA
I Can(t) See You (END)
Romance[21+++ AYO ADEK MUNDUR DONG ADEK] Christopher Arsen si cowok tampan yang melajang selama 25 tahun akhirnya menemukan seorang wanita yang membuat dirinya pangling. Dialah si gadis gendut yang membuat Christ merasa jatuh cinta dengan gadis yang di bul...
