Abel menatap ayahnya lewat sudut matanya yang sudah digenangi air mata. Dalam satu kedipan,air mata itu akan keluar tanpa terbendung lagi. Namun,Abel tidak ingin terlihat lemah didepan orang yang membuatnya menangis.
Abel menatap kepergian ayahnya. Ntah lah,Abel tidak tau lagi apa yang harus dilakukannya sekarang. Abel lama menangis tanpa mengeluarkan air mata dan suara. sampai sebuah telapak tangan kembali melekat pada pipinya yang satu lagi.
Fix,ini kedua pipinya sudah memerah karna tamparan oleh orang yang berbeda.
Abel mendongakkan kepalanya menatap orang yang telah menamparnya. Ia menatap mata yang penuh dengan amarah itu.
"puas kamu?" Seru orang itu di depan wajah Abel.
"apa?" tanya Abel dingin.
"kamu balik bertanya ya?"
plak..!
Sebuah tamparan kembali mendarat di pipi Abel. Cukup keras tamparan itu membuat Abel sedikit terhuyung kesamping. Abel sudah tak bisa menahan amarahnya.
Abel menatap tajam mama nya. mamanya salah,ia telah membangunkan sebuah singa yang sedangg terlelap di tubuh Abel.
Ya..setiap orang mempunyai batas kesabaran masing-masing.-
"apa hak anda menampar saya sampai dua kali ha?" Abel membentak mama tirinya.
"oohh,,tentu saya punya hak.!karna saya adalah ibu kamu!" Rena balik membentak Abel.-Anggap aja nama mama tiri Abel Rena.-
"Emang saya menganggap anda mama saya?" Tanya Abel dingin kepada Rena.
"Apakah kamu tidak bisa sopan kepada mama kamu ha??" Kini bukan Rena yang membentaknya. Namun Dito.-Anggap aja itu nama papanya Abel-.
"Saya nggak akan pernah menganggap dia sebagai mama saya!"ujar Abel dingin namun sangat menusuk.
Dann,,Plaakk..!
untuk yang kedua kalinya Dito menampar Abel.Jadi totalnya,Abel telah menerima empat kali tamparan.
"kurang ajar kamu!dasar anak yang nggak berguna sama sekali,!Siapa yang telah mengajar kamu balik membentak ke orang tuamu ha?oohh,pasti ini gara-gara temen-temen kamu yang di luar sana ha??"
"maaf,ini semua nggak ada sangkut pautnya sama temen-teman saya yang ada diluar sana! Jika anda ingin tau,ini adalah sebab kalian,,kalian selalu memaksakan kehendak kalian kepada saya!"ujar Abel pelan,namun masih bisa didengar oleh kedua orang tuanya dan Tasya yang sedari tadi duduk di ruang tamu.
"kenapa kakak kamu bisa dan kamu nggak ha??kenapa kakak kamu tidak pernah melawan kepada kami?" tanya Rena.
"karna saya bukan dia"ujar Abel dingin sambil menatap kedua orang tuanya.
"beraninya kamu melawan ha?" Dito mengangkat tangannya dan bersiap untuk kembali menampar Abel. Namun gerakan tangan itu tertahan oleh kata-kata Abel.
"Apakah anda belum puas menampar saya?kenapa anda sekalian tidak membunuh saya?kalian orang tua saya ato enggak sih?"ujar Abel dengan dinginnya. Namun air mata Abel tak lagi terbendung. ia tak dapat menahannya sampai pipinya basah oleh air mata.
"Orang tua?siapa orang tua anda?"ujar Dito sambil tertawa meremehkan.. Abel terdiam mendengar kalimat sang papa.
"Oh,maaf.Selama ini saya salah masuk keluarga ya?Makasih ya,selama ini sudah merawat saya."Abel tertawa hambar. Ia melangkah menuju pintu utama rumahnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
friend zone
CasualeKau tau nama orang itu,,tapi tidak dengan ceritanya.Abelene Dona,gadis yang selalu berpenampilan sederhana sesuai dengan arti dari nama nya.Gadis yang selalu tampak ceria di setiap waktunya.Tapi,siapa yang menyangka kalau gadis berusia 16 tahun itu...
