11

18 2 0
                                    

- 3 hari setelah insiden penembakan -

" dek.. lo marahan sama juna..??? " tanya ulo..

" gak tuh.. biasa aja.. "

" tapi kok dia kek ngehindar gitu dari lo dek.. gak pernah ngajak lu ngomong lagi dia.. mana sekarang lengket banget lagi sama Riana.."

( riana cewek sekeles disca.. dia cantik.. manis.. suka sekali tersenyum.. bohay.. rambutnya bergelombang .. hitam mengkilat.. dia juga tipe cewe yang hangat.. peringkat 12 di kelas nya... jauh berbeda dengan sosok disca yang.. yah taulah yah.. )

" lu gak takut dia ngerebut juna dek..??? " lanjut ulo.. wajahnya khawatir.. kenapa dia yang khawatir..

" bodo " jawab disca acuh..

Yah memang sejak hari itu.. juna dan disca tak lagi saling bertegur sapa.. chat pun tidak pernah..

Bahkan saat mereka sedang duduk bersama di dalam kelas, juna lebih memilih fokus pada pelajaran.  Tidak lagi dia merecoki disca yang tidur seperti biasanya..

Tentu saja disca merasakannya dan sepenuhnya tau apa penyebabnya.. tapi lagi-lagi dia tidak ingin peduli.. padahal jaih di lubuk hatinya.. dia rindu.. disca rindu nochunya.. sangat rindu..

" kriiing kringg.. kriiing " suara bel.. menandakan waktu istirahat sudah usai.. pelajaran harus di lanjutkan..

Satu persatu penghuni kelas itu masuk.. duduk di kursi masing-masing..

Disca masih sibuk dengan buku yang dari tadi dia baca.. sampai ekor matanya menangkap pemandangan yang emmm kurang sedap..???

Juna dan riana dengan akrabnya masuk ke dalam kelas.. mereka terlihat sangat akrab.. sesekali riana mendaratkan pukulan ringan ke lengan juna saat tawanya pecah..

" sialan "  batin disca..

Tanpa sadar dia membanting buku yang ada di tangannya.. lalu memandang ke luar jendela.. setidaknya dia tidak harus melihat interaksi menjijikkan riana dan juna...

Sesaat kemudian pak jono masuk.. kelas akan segera di mulai.. di belakangnya mengekor ibu maya.. disca tidak peduli..
Disca sudah cukup muak dengan juna yang ada di samping nya saat ini.

" disca..??? " panggil bu maya.. membuat disca menoleh ke arahnya..

" kamu ikut ibu ke kantor.. ada yang mau ibu bicarakan.. "
Ucap perempuan itu.. tentu saja disca dengan senang hati mengikuti perintahnya..
Dibanding harus berbagi udara dengan kelinci sialan di sampingnya..

- di kantor -

" jadi begini .. sebentar lagi akan ada olimpiade se Indonesia.. ibu mau kamu yang mewakili sekolah kita di bidang study fisika "
Ucap bu maya setelah mempersilahkan disca untuk duduk

( jadi ibu maya ini wakil kepala sekola.. dia masi muda.. cantik.. berwibawa.. anggun.. dan kelihatan cerdas jadi kebanyakan murid segan )

" gak ah buk.. ulo aja.."
Ucap disca datar.. memainkan jarinya..

" memangnya ulo bisa fisika..??? "

" gak buk.. dia bego " -disca

" ibuk maunya kamu yang mewakili sekolah kita.. "

" harus saya bu..??? "

" iya " jawab bu maya pasti..

" yang kemarin kemana..??? "

" yang ikut tahun lalu sudah lulus semua.. sekolah kita tidak ada bibit lagi.. semntara waktu yang kita punya sudah mepet.. bidang study lain sudah mulai bimbingan satu bulan yang lalu.. tinggal fisika yang masih gantung.. "

What On My MindTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang