Sebelumnya vote dulu, kalau udah silahkan dibaca dan jangan lupa komennya 😉
<Happy Reading>
×××
Kehidupan itu bagaikan pohon, dan orang-orang itu seperti benalu yang sangat menganggu.
[Begitulah Aurel menanggapi kehidupannya]
×××
Senin pagi adalah hari dan waktu yang paling dibenci oleh Aurel. Dihari Senin dia harus mengikuti upacara, piket, dan dihari Senin pasti selalu ada PR. Belum lagi pulang sekolah Aurel harus bimbel dulu. Sungguh menyebalkan.
Aurel masih merasa ngantuk karena semalam harus membantu Syerin menyelesaikan masalahnya dengan Laurent. Aurel kira masalahnya cepat selesai, tapi nyatanya tidak. Pada akhirnya Aurel bisa lega melihat kedua sahabat itu bisa bersatu kembali. Dan disaat itulah Aurel teringat akan satu hal. Mengapa dulu dia tidak bisa menyelesaikan masalah dengan mudah seperti menyelesaikan masalah Syerin dan Laurent.
Aurel masuk ke kelas dan meletakkan tasnya di atas meja. Kedatangannya disambut oleh Syerin dan Laurent. Raut wajah mereka terlihat sangat ceria, berbeda dengan kemarin.
"Aurelll!!!"
"Apa?"
"Iiih jangan sewot gitu lah."
"Iya Rel, gak asik tau ah. Ya gak Rin."
"Ya bener tuh."
"Apaan sih," jawab Aurel kesal karena terus dipaksa tidak cuek. Padahal menurutnya sikap dia tidak terlalu cuek-cuek amat.
"PR lo udah Rel?"
"Nih di tas, buku warna biru."
"Gue salin ya!"
"Ya."
Syerin dan Laurent buru-buru mengambil buku PR di tas Aurel. Dan segera duduk untuk menyalin semua jawaban itu. Biasanya Laurent sangat cuek sekali dengan Aurel, tapi hari ini tidak. Laurent seperti melupakan fakta bahwa tempat duduknya yang sebelumnya sebangku dengan Devan kini sudah direbut dan menjadi hak milik Aurel. Laurent bersikap biasa saja seperti sikap Syerin ke Aurel. Meskipun sikap yang diresponkan Aurel tetap sama.
Tiba-tiba Aurel teringat sesuatu. Aurel membuka tas yang ada dihadapannya itu. Sebuah buku novel dikeluarkannya dari dalam tas. Iya. Itu adalah novel yang dibelikan Raffa kemarin. Aurel membuka halaman pertama novel itu dan sedikit demi sedikit kata mulai dibacanya.
Dari belakang, Syerin melihat Aurel yang sedang membaca novel yang diberikan Raffa kemarin. Syerin mengetahuinya karena Syerinlah yang membuka bingkisan itu.
"Ciieeeeee!! yang baru dapet bing...."
"Diem!!" Potong Aurel dengan nada sinis tetapi Syerin malah tertawa kecil.
"Dari siapa?" Tanya Laurent pelan.
"Dari Raffa," terpaksa Aurel harus jujur.
Mereka berdua tertawa kecil, karena mengingat bahwa Aurel yang cuek tapi kelihatannya sedang diperjuangkan oleh kapten basket sekolah dan termasuk cowok humoris yang anti cewek.
Aurel yang mendengar cekikikan mereka berdua malah malu setengah kesal sendiri. Harusnya dia tidak mengeluarkan buku itu dari dalam tasnya. Seandainya saja dia punya Doraemon yang bisa mengundurkan waktu. Aurel melipat kedua tangannya diatas meja dan menundukkan kepala diatas lipatan tangannya. Dia ingin tidur sekarang juga.
KAMU SEDANG MEMBACA
ILLEGIBLE [On Going]
Romance[Sedetik waktumu bersamaku, itulah satu dari kenangan yang kamu ciptakan untukku. Dan itulah alasan mengapa aku menjadi seorang yang gagal dalam membaca kenyataan.] ILLEGIBLE [Tak Terbaca] Aldan dan Aurel. Bukan Bad boy dan bukan Bad girl. Mereka di...
![ILLEGIBLE [On Going]](https://img.wattpad.com/cover/166079765-64-k763729.jpg)