BISMILLAH!!!
Hallo semua. Sobat Illegible dimanapun kalian berada semoga sehat selalu, terus pantengin ya
.
.
.
• Udah vote?
• Silahkan bacaaa
• Jangan lupa komennya
<Happy Reading>
Senyum dulu dong:)
×××
Kenapa cuma dilihatin? Cepet dimakan, enak banget tuh beku kaya hati. Tapi yang beku kadang bisa leleh juga kan
×××
Hujan turun sekitar pukul 19.30 WIB disertai kilat yang seakan siap untuk segera menyambar. Air hujan yang deras tak sabar membasahi siapapun yang melintas dibawahnya. Langit menampakkan warna sangat hitam. Tidak ada hiasan bulan atau binatang disana. Aurel memang suka hujan, tetapi dia tidak menyukai hawa dingin yang diciptakannya karena sangat meracuni tubuhnya yang menyukai kehangatan.
Untung saja pada saat itu Aurel sudah sampai dirumah Aldan. Tetapi rambut Aurel sempat basah meskipun tidak terlalu banyak. Setelah melangkah selangkah diteras rumah Aldan, Aurel dikagetkan dengan adanya seorang wanita yang seumuran dengan bundanya tengah berdiri di dekat pintu. Pandangan wanita itu sangat jelas terarah pada Aurel dan Aldan yang baru datang. Banyak sekali ekspresi yang tercetak diwajahnya yang sama sekali tidak bisa ditebak oleh Aurel. Aurel jadi ketakutan sendiri.
Aldan menyalami wanita itu dan diikuti oleh Aurel.
"Ma in----"
"Masuk!" perintah wanita itu yang tak lain dan tak bukan adalah Yunita mama Aldan.
Mereka bertiga masuk ke ruang tamu. Yunita sudah mengambil posisi duduk tapi tidak mempersilahkan Aldan dan Aurel untuk duduk.
"Mama gak pernah ngajarin kamu kayak gini Aldan." Meskipun kesal, tetapi Yunita tidak pernah memarahi anaknya dengan nada yang kasar.
"Aldan bisa jelasin."
"Ini sudah jam berapa? Kamu belum pulang sama sekali. Terus kenapa muka kamu babak belur seperti itu? Mana seragam kamu? Mama gak mau kamu berbuat aneh-aneh. Siapa wanita ini? Pacar kamu? Mau kenalin sekarang kamu mau mama nikahin sekarang?" jelas Yunita yang nampak khawatir.
Kelebihan Yunita adalah terlalu sabar. Dia tidak bisa memarahi anaknya meskipun melakukan kesalahan. Dia akan selalu begitu, melemparinya dengan pertanyaan yang bertubi-tubi tetapi tetap dengan nada bicara yang lembut. Benar saja, itu semua disebabkan karena seorang ibu yang khawatir akan anaknya.
"Aldan bisa jelasin."
Aurel merasa tidak enak. Dalam hati, dia benar-benar ingin mengutuk Aldan. Memang masalah awal tertuju padanya tetapi Aurel kan tidak minta. Entah apa yang dilakukan Jerry sampai Aldan berbuat nekat.
"Aldan takut pulang Ma." Suara Aldan sangat lembut ketika berbicara kepada Yunita. Aurel sampai tak percaya bahwa pria itu bisa berkata selembut itu.
"Kenapa?"
"Aldan akan bicara tapi mama jangan motong dulu. Aldan akan jelasin semuanya."
"Yaudah, duduk dulu. Mama tau kamu capek kan."
Untungnya Yunita adalah tipe orang yang mau mendengarkan penjelasan orang lain meskipun apa yang dilakukan orang itu sudah melampaui batas dan dianggap tidak bisa dimaafkan.
"Aldan diskors seminggu Ma. Aldan berantem sama Jerry salah satu senior disekolah. Aldan berantem karena ada maksud. Aldan gak mau kalau ada cewek yang dikasarin."
KAMU SEDANG MEMBACA
ILLEGIBLE [On Going]
Romance[Sedetik waktumu bersamaku, itulah satu dari kenangan yang kamu ciptakan untukku. Dan itulah alasan mengapa aku menjadi seorang yang gagal dalam membaca kenyataan.] ILLEGIBLE [Tak Terbaca] Aldan dan Aurel. Bukan Bad boy dan bukan Bad girl. Mereka di...
![ILLEGIBLE [On Going]](https://img.wattpad.com/cover/166079765-64-k763729.jpg)