Jangan masuk kedalam kehidupanku, atau kamu tidak akan tau caranya keluar.
×××
Alarm berbunyi. Pintu kamar Aurel sudah diketuk beberapa kali, tapi Aurel tidak kunjung bangun. Bi Inah memutuskan untuk langsung masuk saja ke kamar Aurel karena takut dia kesiangan. Bi Inah membuka jendela agar sinar matahari dapat masuk ke dalam kamar.
"Bangun nduk."
Asal Bi Inah dari Jawa Timur. Maka dari itu logatnya masih terbawa oleh bahasa Jawa dan kadang tidak dimengerti oleh Aurel.
"Hmmm," masih dalam posisi terbaring.
"Udah jam 7 ini. Gak sekolah?" Bi Inah sengaja berbohong pada Aurel agar dia cepat bangun. Padahal ini masih pukul 05.30.
"JAM TUJUH!!!??" dengan cepat Aurel bergegas ke kamar mandi. Biasanya dia mandi kalau belum 15 menit belum selesai, tapi kali ini dia hanya menghabiskan waktu selama 5 menit.
Setelah keluar dari kamar mandi Aurel berdandan dan mengambil tas yang ada di meja belajarnya. Tak lupa Aurel juga memasukkan ponsel di dalamnya. Aurel segera turun dari tangga dan di ruang makan sudah ada Hardoyo yang menunggu, tetapi ada yang beda hari ini. Makanan yang disajikan lengkap padahal biasanya hanya ada roti tawar dan selai .Selain itu ada seseorang yang tidak asing bagi Aurel sedang duduk di dekat Hardoyo dan tampak berbincang-bincang sesekali mereka tertawa bersama.
"Eh sayang udah selesai siap-siapnya?" Tanya Hardoyo.
"Bunda kapan pulang?" Tanya Aurel ke bundanya tanpa menjawab pertanyaan Hardoyo.
"Waktu kamu sudah tidur. Ayo kita makan bersama sayang, bunda udah masakin makanan kesukaan kamu," jawab Raini-Bunda Aurel.
Aurel berlari menghampiri Raini dan memeluknya dengan erat. Dia sangat rindu pada Raini. Kehangatan dari pelukan Raini sudah tidak didapatkannya selama berbulan-bulan. Dan hari ini Aurel bisa mendapatkan pelukan itu kembali.
Setiap pagi, keluarga Hardoyo selalu sarapan bersama. Semua anggota dirumah diajak. Dari satpam, Bi Inah, sopir dan tukang kebun. Aurel senang di kehidupan barunya ini ternyata dia tidak akan kehilangan kehidupan yang lama, yaitu kehidupan di keluarganya.
"Aurel harus berangkat dulu bun. Ini udah kesiangan."
"Kamu lihat itu jam berapa?"
"ASTAGA BI INAH!!!MASIH JAM ENAM??" Teriak Aurel.
"Habisnya nduk ayu di bangunin gak bangun bangun. Kan bibi niruin caranya Bu Raini," jawab Bi Inah dengan logat Jawanya.
"Udah udah jangan kesal gitu. Kan bagus kamu bangun masih pagi."
"Nduk ayu juga pernah bilang ke bibi, kalau nduk susah dibangunin minta bibi lakuin cara apa aja agar nduk bangun," sahut Bi Inah dengan nada yang sangat kalem.
"Maaf ya Bi."
"Gak papa. Ayo makan. Monggo Bu Pak," pamit Bi Inah
"Bibi gak ikut makan?"
"Lagi puasa."
Sebelum Bi Inah pergi ke dapur, bel pintu rumah berbunyi.
"Biar saya aja Bu." Raini yang tadinya berdiri, duduk kembali.
Tak selang beberapa lama kemudian, Bi Inah kembali ke ruang makan.
"Nduk ayu ada yang nyari."
"Eh? Siapa Bi?"
"Ganteng lah. Gak tanya namanya, masnya nunggu di ruang tamu," setelah itu Bi Inah pergi ke dapur melanjutkan pekerjaannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
ILLEGIBLE [On Going]
Romance[Sedetik waktumu bersamaku, itulah satu dari kenangan yang kamu ciptakan untukku. Dan itulah alasan mengapa aku menjadi seorang yang gagal dalam membaca kenyataan.] ILLEGIBLE [Tak Terbaca] Aldan dan Aurel. Bukan Bad boy dan bukan Bad girl. Mereka di...
![ILLEGIBLE [On Going]](https://img.wattpad.com/cover/166079765-64-k763729.jpg)