Hallo Semuanya
Sudah lama gak update nih. Sekarang aku sudah comeback!!!
Selamat membaca cerita "Illegible."
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian😉
×××
Berbahagialah dan nikmati harimu yang menyenangkan jika kamu tidak ingin kalah dari masa lalu
×××
Disinilah Aurel berada. Bangunan bernuansa putih yang sangat membosankan dengan bau obat-obatannya yang khas. Rumah sakit. Rasanya Aurel ingin segera pulang. Entah mengapa memandang orang yang sedang terbaring di dihadapannya itu membuatnya ingin segera menjauh.
"Rel, tolong ambilin minum. Tangan gue gak sampe."
Aurel diam dan tetap santai mendengarkan musik padahal dia mendengarnya karena volume musiknya pelan.
"Emang gak denger apa pura-pura gak denger?"
Dan respon Aurel tetap sama, hanya diam.
Tak lama kemudian, pintu terbuka. Hardoyo dan Raini masuk membawakan makanan.
"Kok gak diminum obatnya kan sudah disiapin," tanya Raini kepada orang yang berbaring di ranjang.
"Gak ada air,"
"Kan ada Aurel buat ngambilin,"
"Kalau dia mau, daritadi sudah aku minum obatnya."
"Aurel...."
"Apalagi sih bun. Bunda minta Aurel jaga dia bukan jadi babunya."
"Aurel jangan gitu, dia kan...."
"Sudah lah, jangan diperpanjang," sela Hardoyo. "Aurel gak salah kok, dia perlu waktu aja buat nerima."
"Aurel sudah besar, kamu terus saja belain Aurel. Kalau dia salah itu jangan dibela terus, diingetin harusnya," sambung Raina tidak mau kalah.
"Tau apa kamu tentang mengurus Aurel? Terus saja salahin Aurel, dia itu anak kamu sendiri," Hardoyo keluar dan disusul oleh Raini.
"Ini semua gara-gara lo." Aurel mengambil botol air mineral di meja dekatnya dan dia lemparkan pelan ke orang yang ada dihadapannya. Kemudian dia ikut keluar untuk meredakan amarah Ayahnya agar tidak terjadi hal buruk selanjutnya.
×××
Diperjalanan tidak ada perbincangan apapun di dalam mobil. Aurel dan keluarganya akan pulang kerumah. Amarah Hardoyo sudah mereda karena Raini yang mengalah untuk meminta maaf kepadanya. Raini ingin membuktikan bahwa dia juga sangat peduli dan sayang kepada Aurel.
"Kamu beneran mau disini dulu?" Raini membuka suara.
"Iya bun. Biar Kak Ali yang nganter, lama gak ketemu dan ngobrol jadi kangen aja."
"Ayah sama Bunda kembali ke Jakarta dulu ya, banyak pekerjaan. Gak bisa lama disini. Nanti salamin sama Tante, soalnya gak bisa mampir dulu."
"Iya bun."
Aurel turun di depan rumah Tantenya. Dia memencet bel dan tidak lama kemudian pintu terbuka.
"Eh Aurel, ayo masuk. Bunda sama Ayah kamu gak mampir dulu?"
"Enggak Tan, banyak pekerjaan."
"Yaudah tante ke rumah sakit dulu ya. Tante panggilin Ali, buat nemenin kamu."
Aurel mengangguk.
Aurel duduk di sofa ruang tamu. Aurel baru sadar bahwa dia belum membuka sosial medianya sama sekali. Aurel mengeluarkan ponselnya dari dalam saku hodie. Banyak sekali pesan yang belum terbaca dan juga panggilan tak terjawab.
KAMU SEDANG MEMBACA
ILLEGIBLE [On Going]
Romance[Sedetik waktumu bersamaku, itulah satu dari kenangan yang kamu ciptakan untukku. Dan itulah alasan mengapa aku menjadi seorang yang gagal dalam membaca kenyataan.] ILLEGIBLE [Tak Terbaca] Aldan dan Aurel. Bukan Bad boy dan bukan Bad girl. Mereka di...
![ILLEGIBLE [On Going]](https://img.wattpad.com/cover/166079765-64-k763729.jpg)