7.)*HELLO MY DIARY!!*

484 31 7
                                        

      "Ternyata ketakutan gue selama ini beneran terjadi! Ini semua karna gue telat ngjauhin _____. Ini semua salah gue! Gue nggak mau ngecewain _____ untuk kedua kalinya. Tapi kalaupun gue jauhin dia lagi, apa mungkin berhasil? Tapi kayaknya nggak akan. Mungkin gue harus pake cara lain." Rizky berbicara sendiri di dalam hati.
      "Gue tau!" Seru Rizky cukup keras membuat ______ hampir terbangun. "Ops!" Rizky menutup mulutnya.

****

      "Ok, guys! Break dulu 10 menit ya!" Seru Bryan memberi arahan pada murid-muridnya untuk istirahat.
      Beberapa anggota team basket yang diajar Bryan pada pergi ke kantin, ada juga yang masih di tempat hanya minum dan mengobrol dengan anggota yang lain. Seperti Ersya sekarang yang tengah duduk di bangku penonton bersama Steffi, ternyata Steffi juga membawa bekal jajan seperti Ersya.
      "Kok bisa sama gitu ya? Haha. Gue itu dari dulu memang jarang beli jajan di kantin, karna nyokap gue terlalu over protektif. Takutnya jajan di kantin itu ginilah, gitulah. Lebay." Ujar Steffi.
      "Hahaha. Harusnya kamu bersyukur nyokap lo masih perhatian sama lo. Beda sama gue." Ucap Ersya yang kemudian memelankan volume suaranya.

      "Emang nyokap lo dimana??" Tanya Steffi penasaran.
      "Nyokap sama bokap gue cerai sejak gue smp.." ucap Ersya pelan.
      "Owh, maaf ya er.. nggak maksud." Ujar Steffi tak enak hati.
      "Nggak pa pa. BTW, kok Bryan bisa jadi pelatih disini, sih??" Ersya mengalihkan pembicaraan.
      "Kak Bryan? Kak Bryan itu alumni SMA ini, dulu dia kapten basket di sekolah ini. Dia memang dari dulu suka ngajar basket di sekolah gini kalo lagi ada mau lomba. Katanya dia mau berbagi ilmu sekaligus nostalgia.
      "Ish! Males banget deh.." gumam Ersya pelan namun terdengar oleh Steffi.

      "Emangnya kenapa sih?? Gue lihat kok lo sebel banget sama kak Bryan." Tanya Steffi penasaran.
      "Sumpah ya.. Bryan itu orangnya nyebelin banget, annoying, sok kegantengan lagi." Ujar Ersya sinis.
      "Kak Bryan itu emang ganteng kali. Hahahaha. Kita itu sebenernya beruntung kak Bryan bisa ngajar kita basket. Dia itu orangnya sibuk banget, sukur-sukur mau ngajar kita." Ujar Steffi terus terang.
      "Iya, sibuk. Sibuk tebar pesona!" Ucap Ersya sinis.
      "Woi! Klo iri bilang aja! Iri kan followers gue emang jauh lebih banyak dari lo! Hahaha" ujar Bryan yang ternyata masih ada disana dan mendengar ucapan Ersya barusan.
      "Yaelah! Di following lo aja, ada akun gue! Lo kan follow gue!" Ujar Ersya tak mau kalah.
      "Hmm.. taulah! Gue mau pergi!" Ujar Bryan yang kehabisan kata kemudian pergi keluar menuju aula menemui Megan.

****

      "Meg, lo lagi nggak fokus ya??" Tanya Tamara pada Megan, karna dari tadi Megan terlihat tidak fokus. Lupa dialog inilah, yang itulah.
      "Iya, sedikit. Habis break ini paling fokus lagi kok. Tenang aja!" Jawab Megan menenangkan Tamara, walaupun sesungguhnya perasaannya sedang campur aduk. Dia merasa senang, gugup, juga takut, karna nanti dia akan dijemput Rizky.
      Sekarang ini Megan tengah break dia hanya duduk dan memainkan hpmya sendiri berbeda dengan lainnya, yang lain ada yang ke kantin, latihan sendiri, juga ada yang mengobrol.

      "Woy!" Tiba-tiba ada seseorang yang mengejutkan Megan hingga Megan hampir terjatuh, namun segera ditangkap oleh orang itu.
      "BRYYAANN!!!! Hp gue jatuh kan!! Lo sih, ah!!" Ujar Megan kesal setengah mati.
      "Hahahahaha. Sorry, sorry. Ni hp lo! Nggak kenapa-napa kan?!" Bryan tertawa kemudian ia mengembalikan hp Megan yang tadi ia selamatkan.
      "Lo kok disini sih?? Lo ngajar basket disini lagi??" Tanya Megan pada Bryan penasaran.
      "Yadong! Kapten Bryan kembali beraksi!" Ujar Bryan seraya sok menegakkan tubuhnya semacam anak paskibraka.
      "Dasar! Sok banget lo!" Ucap Megan geli melihat Bryan kakaknya seperti itu.
      "Gini-ginikan, gue orang kesayangan lo?! Hahaha" ujar Bryan menggoda Megan, membuat Megan bergidik geli dan mereka berbincang-bincang (lebih tepatnya berdebat dan saling mengejek).
      Sementara itu, orang disekitar Bryan dan Megan mengamati mereka dari tadi. Ada yang memandang dengan tatapan kagum (pada Bryan), ada yang memandang dengan tatapan senang dengan cople (sibling) ini. Namun ada juga yang menatap tatapan sinis.

My Lovely SisterCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang