"lo?!" Seru Ersya ketika melihat ada ______ di ambang pintu ruang lapangan basket. "Ngapain lo kesini?! Mau cari _____?! Salah tempat lo! _____ ada di aula! Pergi sana! Ganggu aja! Ato jangan-jangan lo memang mau ngikutin gue ya? Lo mau apa sih? HAH?! Udahlah pergi!" Ersya terus saja memarahi _____ tanpa memberikan waktu _____ untuk berbicara menjelaskan.
"Udah selesai ngomelnya?" Tanya _____ singkat dengan nada sebal.
****
Jam di kamar Megan menunjukan pukul 21.00, Megan tengah duduk di depan meja belajarnya. Megan menutup buku diarynya yang yang habis ia isi dengan curhatannya. Ia termenung, teringat kata-kata Bryan tadi sore di cafe.
#Flashback On#
" Udahlah! Gue cuman mau nanya lo. Gue mau nanya lo itu sebenernya masih suka ato nggak sama Rizky? Kalo lo masih suka, kakak lo ini yang tampan, baik hati dan tidak sombong bakal jodohin lho!" Bryan memotong adu mulutnya dengan pertanyaan yang mengejutkan Megan.
"Hah? Jodohin?" Ucap Megan spontan.
"Iya, jodohin kakak-kakak an gitu." Deg! Megan merasa bingung antara kecewa dan merasa bodoh telah berfikiran yang tidak-tidak. "Gue lihat lo itu suka sama Rizky dan nyaman gitu. Lagipula kan klo lo mau Rizky jadi kakak cadangan lo kan, gue nggak perlu bingung kalo pas gue nggak bisa jemput lo. Lagipula gue percaya banget sama Rizky. Dan akhir-akhir ini gue kayaknya nggak bakal bisa setiap hari jemput lo. Gue lagi ada project." Jelas Bryan yang sungguh membuat Megan kecewa dan merasa di-php'in.
"Owh.. ya, mau-mau aja. Emang ada project apa?" Jawab Megan mencoba tak melihatkan kekecewaannya.
"Itu.. pokoknya adalah, project yang berhubungan sama hobi gue di masa lalu. Liat aja nanti!" Ucap Bryan exaited.
#Flashback Off#
"Sumpah, gue kok bodoh banget sih tadi?! Bisa mikir Bryan mau jodohin gue sama kak Iky pacaran gitu! Seriap kali gue deket sama cowok aja dia proktektif, mana mungkin dia ngijinin gue pacaran? Apalagi ini kak Iky, meg! Sobat kakak lo sendiri! Jadi kak Iky memang udah pantesnya jadi kakak lo, meg! Sadar! Omel Megan pada dirinya sendiri.
Tiba-tiba hp Megan berbunyi, terlihat ada panggilan masuk. Tanpa melihat nomor siapa itu, Megan menjawab panggilan itu dengan malas..
****
#Percakapan Telephon
Megan: "Hallo?? Siapa sih?! Malem-malem gini kok telphon"
???: "lo bilang mau minta pertanggung jawaban gue, kenapa kagak nelfon gue daritadi? Gimana gue bisa punya nomor lo? Kaki lo masih sakit kagak?? Kalo masih sakit gue boking'in tukang pijet langganan gue buat besok sore.." -Megan mengechek nomor siapa itu-
Megan: "Ali?? Kok lo bisa dapet nomor gue?"
Ali: "Dari Tamara. Gimana kabar kaki lo?"
Megan: "Hehe, gue lupa misscall lo maaf. Kaki gue masih sakit sih.. tapi nggak terlalu. Tapi kalo lo mau ngirim tukang pijet ke rumah gue boleh juga. Besok anterin aja di rumah gue, sekitar habis mahgrib'an. Ntar gue share loc alamat rumah gue"
Ali: "yodah klo gitu. Lo kok belum tidur sih? Awas aja kalo lo sampe telat besok pagi!"
Megan: "iye-iye, pak ketos!"
Ali: "tidur sana!"
Megan: "iya...."
Ali: " yodah, Assalamualaikum."
Megan: "Wa alaikumsalam.
****
Panggilan terputus. Baru saja Megan berbagi lokasi alamat rumahnya ke Ali, sudah ada panggilan masuk lagi. Megan menerimanya, lagi-lagi tidak melihat si penelfon.
****
#Percakapan Telephon
Megan: "iya-iya, li! Gue tidur!"
???: "Meg, kau kenapa?"
Megan: "Hah? -melihat siapa penelpon dan ternyata nomor tak dikebal- Ini siapa?"
???: "ini gue, kak Iky, meg.."
Megan: "Astaghfirullah, sorry kak.. Meggy kira temen Megy."
Rizky: "owh, temen apa temen nih?"
Megan: "temen kok, serius deh!"
Rizky: "iya-iya, percaya.. gue cuman mau bilang, tolong save nomer gue.
Megan: "owh, iya kak.. pasti.."
Rizky: "yaudah, ini dah malem.. gih tidur.."
Megan: "iya, kak.."
Rizky: "Slamat tidur. Assalamualaikum."
M
KAMU SEDANG MEMBACA
My Lovely Sister
RomantikaKisah tentang kehidupan Megan yang slalu terlibat dalam urusan kakaknya Bryan, semenjak Bryan meminta Megan untuk menjadi kekasih palsunya. Awalnya Megan menolak keras permintaan kakaknya itu, tapi ia tak tega akan hal sesuatu yang membuat ia mener...
