Pletak!
Sebuah batu kerikil yang dibalut selembar kertas putih kecil mendarat tepat di jidat _____ bagian kiri. "Awh! Aduuhh!! Siapa sih yang lempar-lempar batu nggak jelas kayak gini? Nggak tau ini sakit apa?!" Maki _____ pada sang pelempar yang tidak diketahui siapa.
Karna rasa penasarannya _____, ia ambil batu yang tadi terkena jidatnya dan jatuh tepat di pangkuannya. "What the hell?? Lagi? Teror lagi? Sumpah gue muak!" Umpat _____ kesal.
_____ membuka selembar kertas yang membalut batu tersebut. Dan persis seperti duga'annya dalam selembar kertas tersebut tertera tulisan ancaman lagi, seperti hal yang sudah ia terima tiga hari terakhir ini.
Dalam selembar kertas itu tertera tulisan;
"KETIGA KALI GUE BILANG, JAUHI _____!! ATAU LO CELAKA!! TADI LO MALAH MASUK DI LIVENYA, SEKARANG LO MALAH JALAN SAMA COWOK LAIN. DASAR CEWEK NGGAK TAU DIRI!!"
****
Kini di dapur Bryan dan Megan tengah memasak daritadi, aliasnya Bryan memasuk dibantu Megan yang menyiapkan alat-alatnya. Dan tak lupa dengan ponsel Bryan yang di senderkan pada gelas yang diletakan di depan Bryan agak ke kiri, yang tengah melakukan siaran langsung.
"Meg, bacain komen sana.." perintah Bryan yang tengah sibuk memasak. Tanpa menjawab Megan yang berdiri di sebelah kiri Bryan segera menengok komentar-komentar yang ada di layar ponsel Bryan.
"Sumpah ya, bry! Ini fans lo kenapa malah ngebully gue kayak gini coba?" Protes Megan heran saat melihat komentar-komentar yang ada di ponsel Bryan yang isinya ejekan dan kritikan yang ditujukan pada Megan.
"Seriusan lo?" Tanya Bryan yang perhatiannya tertarik pada komentar-komentar di ponselnya.
"Liat aja noh! Isinya, dasar cewek kecentilan, ceweknya jelek, ceweknya gendut.. siapa lagi kalo bukan gue coba? Disini kan yang cewek gue! Masa iya lo yang kecentilan gitu?!" Mengan uring-uringan membaca komentar.
"Uluh-uluh.... kachian amat cih??" Ucap Bryan dengan nada manja seraya membelai-belai pipi Megan dengan tangan kirinya.
"Pasih?" Umpat Megan masih dengan wajah kesal.
"Yodah, gausah dibaca aja komentarnya.... ni dah mau jadi makanannya.. mau kagak?" Ujar Bryan menenangkan san adik.
"Ya maulah.. orang yang minta gue.." jawab Megan masih dengan raut muka kesal.
Bryan hanya tersenyum melihat raut wajah Megan yang masih saja terlihat masam, namun Bryan tak sengaja melihat tiba-tiba masuk komentar Ersya yang isinya marah-marah membela Megan. "Ni orang, dateng-dateng, marah-marah aja.." gumam Bryan pelan.
Tiba-tiba saja banyak fans Bryan yang menyerang Ersya, ya karna catatan Ersya pernah mengomentari postingan Bryan dengan hate coment. "Kasian juga tu bocah.. malah diserang.." gumam Bryan lagi.
Namun ternyata Ersya bukan orang yang mudah mengalah, ia diserang, justru ia semakin menggebu-gebu membela Megan. Lebih tepatnya Ersya memang orang yang keras kepala.
"Liat noh! Si Ersya dibully gara-gara ngebela lo.." Ujar Bryan pada Megan.
Megan pun yang tadinya sibuk dengan aplikasi chating di ponselnya, kini perhatiannya teralih ke ponsel Bryan lagi. "Aaahhh... Ersya.... Sweet banget sih!!!! Makasih, Ersya!!!!" Seru Megan menghadap kamera ponsel Bryan.
****
Sementara itu di tempat Ersya berda. Kini Ersya tengah senyum-senyum sendiri melihat tingkah laku Megan yang berda di layar ponselnya. "Ersya.. ayo turun.. kenapa malah senyum-senyum sendir gitu?" Ujar tante Indah yang duduk di bangku driver mobilnya.
"Oh. Iya, tante.. udah sampe ya? Hehehe. Ini lihat temen, tan.." jelas Ersya terkekeh kemudian mematikan ponselnya dan memasykannya ke tas slempangnya.
"Yaudah, ayo turun.." balas tante Indah lembut seraya membuka pintu mobilnya dan keluar dari mobilnya yang sudah terparkir di depan rumahnya.
Ersya pun ikut keluar dari mobil itu, lalu ia membuntuti tante Indah dari belakang, masuk ke rumah besar yang merupakan rumah milik tante Indah.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Lovely Sister
RomanceKisah tentang kehidupan Megan yang slalu terlibat dalam urusan kakaknya Bryan, semenjak Bryan meminta Megan untuk menjadi kekasih palsunya. Awalnya Megan menolak keras permintaan kakaknya itu, tapi ia tak tega akan hal sesuatu yang membuat ia mener...
