Seven

1.9K 209 42
                                        

[24 November 2017]

"Ada apa?"

"Kau ini kedinginan, kenapa bodoh sekali keluar malam-malam?" Jiyeon dengan tangkasnya mengambil selimut tebal dari dalam lemari besar, lalu ia selimuti tubuh lelaki besar itu hingga tubuhnya terbungkus oleh selimut.

"Uhh..." Jungkook menghela napasnya, "aku baik-baik saja selama melihat wajahmu."

Jiyeon mendecak, lelaki ini senang sekali menggodanya. "Berhentilah bersikap bodoh seperti itu, Jungkook."

Hening. Jiyeon memandangi manik lawan bicaranya dengan intens, bahkan gadis itu terpaku pada bola mata indah Jungkook. Ini sudah ke-sekian kalinya gadis itu terperangkap dalam tatapan Jungkook yang mematikan.

Ia mengalihkan pandangan, mencoba menyibukkan diri demi tak memikirkan Jungkook. Ia berjalan menuju meja rias, kemudian duduk di kursi kecil berwarna hitam yang sengaja didesain khusus untuk dirinya. Jiyeon menghembuskan napasnya kasar, lalu ia menelungkupkan kepalanya di atas meja.

Sebenarnya ia tak tahu kenapa dirinya bodoh sekali sehingga bisa membawa si kelinci manis ini memasuki kamarnya. Ini sangat tak wajar, bahkan ia baru mengenal Jungkook beberapa hari ini.

"Um, apa kau mengantuk?" Jungkook memberanikan diri untuk membuka suara, "aku bisa kembali, Park Jiyeon. Aku hanya ingin mengetahui rumahmu."

"Tapi apa harus selarut ini?" tanya Jiyeon tanpa ada niatan untuk mendongak, ia terus memejamkan matanya erat, "di luar sana berbahaya, Jungkook. Apa kau tahu?"

"Aku tahu kok," lelaki itu semakin mengeratkan selimut yang membungkus tubuhnya, ia juga tak bisa menepis kenyataan bahwa saat ini tubuhnya benar-benar menggigil.

"Lalu?" Jiyeon mendongak, ia langsung dihadapkan oleh refleksi dirinya yang memantul dari cermin. Ia memerhatikan lelaki yang sedang memejam itu melalui cerminnya.

"Jungkook?" Jiyeon lantas bangkit saat mengetahui wajah Jungkook memucat serta tubuhnya yang terlihat melemah. Dengan tergesa gadis itu berjalan mendekati Jungkook, lalu tanpa diaba-aba ia langsung saja menyentuh pipi lelaki itu yang sangat dingin.

"Astaga," Jiyeon menutup mulutnya panik. Sedang Jungkook terus saja memejamkan matanya, menahan pening yang semakin lama menyiksa kepalanya.

Jungkook benar-benar tidak tahu jika akhirnya akan seperti ini. Pasalnya ia juga tak membawa hot pack yang biasa ia letakkan di dalam saku jaket tebalnya. Akibatnya telapak tangan lelaki itu membeku walau sudah mencengkeram selimut itu kencang.

Jiyeon segera mengambil tangan Jungkook dan menggenggamnya erat. Jiyeon benar-benar tak habis pikir, tubuh lelaki ini benar-benar membeku.

"Tunggu sebentar, aku akan buatkan teh jahe," gadis itu berlari demi membuatkan Jungkook secangkir teh jahe.

Jungkook mengatur napasnya yang mulai sesak, tubuhnya menggigil sekarang. Hebat, ia benar-benar bodoh sekarang.

Selama menunggu Jiyeon yang sedang membuat teh jahe untuknya, Jungkook menunduk. Matanya terasa berat, ia juga sangat mengantuk tapi ia tak bisa tidur jika keadaannya seperti ini.

Apa yang akan orang tua Jiyeon katakan jika melihat dirinya ada di dalam kamar putrinya?

Jungkook bergidik ngeri, ia belum cukup mental untuk dituduh habis-habisan oleh kedua orang tua Jiyeon.

Tiba-tiba saja pintu terbuka dengan dobrakan yang cukup kuat, setelah itu nampaklah gadis yang akhir-akhir ini mengganggu pikiran Jungkook.

Gadis itu membawa secangkir teh jahe dan tak lupa dua bungkus hot pack. Jiyeon meletakkan teh jahe buatannya di atas nakas, kemudian ia kembali mendekatkan diri dengan Jungkook.

PossessiveTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang