Cewek Selalu Benar

33 4 0
                                        

Hey kamu???
Iya kamu...
Kamu cantik ya
Oleh karena itu
Terus perbaiki dirimu
Belajarlah dan terus tambah ilmumu
Jagalah tutur katamu
Dan jadilah Cantik bukan hanya diwajahmu
Tetapi terlukis juga di Hatimu :)
Ark

Setelah Salat selesai, mereka pun keluar dari Musholah dan duduk diantara pelatarannya untuk menyimpulkan tali sepatu.

"Wah diem-diem lu ternyata bisa adzan ya, cuk. Wah GG lo mah." Puji Ryan sambil mengikat tali sepatunya.

"Iya cuk, wah keren." Tambah Fian

"Al mah dari dulu emang jago, dia juga dulu hafal juz amma, tapi nih anak berubah semenjak mulai merasakan namanya pacaran." Akmal menjelaskan.

"Lo napa ngasih tau masa lalu gua bego. Itu kan dulu, sekarang mah udah nggak." Ucap Alvando sambil menjitak Akmal.

Ryan dan Fian Terkekeh melihat tingkah laku kedua sahabat tersebut. Selang beberapa saat, terpasang kuat simpul ditali sepatu, mereka bangkit dengan saling menarik satu sama lain dan menuju kelas.

***

Sampai dikelas, seperti biasa mereka langsung duduk di meja masing-masing yang tentunya saling berdekatan. Layaknya sudah kenal lama, mereka sudah terbiasa satu sama lain dan bahkan tak ada lagi yang namanya Hal Formal diantara mereka. Perbincangan Mereka juga diwarnai dengan keseriusan dalam masa depan, Agama, dan Konflik yang terjadi disekitar. Terkadang dibumbui kesedihan tentang keluarga, Bencana, Neraka dan Kiamat. Dan yang pastinya diakhiri dengan Keceriaan akan Lelucon receh, tebak-tebakan, bahkan saling mengejek satu sama lain yang membuat lukisan tawa terlihat di wajah mereka, dan Yang terakhir, yang pastinya tak akan luput Cowok remaja perbincangkan adalah PEREMPUAN. ( Untuk para perempuan hehehe... :) Jangan geer, kita cowok klo bahas cewek pasti bukan karena kita suka sama kalian tetapi ........)

"Perempuan itu kejam, ya? Nyuruh buang sampah aja itu kayak kita main game MOBE tiba-tiba ditelpon gitu. Paham gak sih???!!. Ujung-ujungnya itu NGESELIN." Ucap Ryan

"Ya gua setuju sama lo !!!. Kan bisa baik-baik gitu nyuruh. Gua juga punya pengalaman gitu. Ini gua baru aja sampe juga dikelas gitu yakan. Gua baru nyimpen tas, tiba-tiba dari belakang. FIAAANNN!!!!! CUCI PEL SANA!!!!!!." Tambah Fian

"Iya bener tuh. Mereka juga itu plin-plan. Gua pernah punya pengalaman, gua lagi ngajar nih, pelajaran Matematika gua inget banget. Guru gua bikin kelompok nah gua satu kelompok dua orang. Yang gua dapet itu cewek. Nah kan gua disuruh ngajar dia, gua nanya 'udah ngerti belum' , dia balas 'iya udah ngerti'. Nah kan dia disuruh maju kedepan sama guru buat kerja soal tapi didepan dia malah bilang 'aku nggak ngerti bu kalo dia yang ngajar'. Padahal dia sendiri bilang gitu. Hadeuh..." Akmal sambil menghela nafas.

"Ya elah, itu mah ringan. Yang paling berat dari perempuan itu, Kalo Mereka salah. Pasti mereka bilanh Cewek Selalu Benar. Gua nggak usah nyeritain pengalaman gua soal itu, karena gua yakin kalian semua pasti pernah ngerasain nya. Dan gua terakhir kali ngerasain itu pas sama si Nenek sihir Dewi itu." Tutur Alvando sambil Tersenyum Yakin

"BETUL!!!." Serentak Ketiga sahabat tersebut.

"Lo bilang apa tadi...." ucap seorang perempuan yang dari tadi menguping pembicaraan mereka sejak awal dari belakang.

Tak tau pasti sapa yang mendengar, mereka secara perlahan menoleh kebelakang secara perlahan dan terlihat sudah Dewi yang telah geram akan perbincangan mereka. Dengan sapu lidi ditangannya yang dia kepal diantara genggaman tangannya, mata sinis yang kembali terpasang diwajahnya, dan tentunya ancang-ancang kaki yang sudah siap berlari mengejar mereka, membuat mereka menelan ludah.

"DASAR COWOK TAK TAU UNTUNG!!!!" Teriak Dewi sambil mengayunkan sapu Lidinya

"Woi Lariii!!!!!." Teriak keempat sahabat itu berlari dari kejaran Dewi.

Assalamu'alaikum kak
Maaf Cerita kali ini Agak gaje dan pendek.
Dikarenakan Oe ada Beberapa Urusan dan juga kondisi melemah jadi ya Jarang buat Up ceritanya.
Tapi mungkin, setelah tanggal 28 Februari Oe bakal lanjut ceritanya seperti biasa. Vote and Coment Cerita Oe ya kak
See You Next time :)

Bintang Dan LangitTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang