[3] Mandi

2.7K 311 31
                                    

Dahyun POV

Aku berjalan dengan lemas menuju apartemen. Sungguh hari yang sangat menyedihkan. Kalian tau apa yang di lakukan bang Kai itu!?

Dia menciumiku.

Setelah Sana memberi aba aba, para pria- tunggu, aku ragu mereka pria tulen. Mereka membuatku sangat berantakan. Aish! Sangat menjijikkan. Aku memencet password apartemen ku dan masuk ke dalam.

"Bersih sekali." Gumamku. Pasti Hyung yang melakukannya.

Tapi tunggu, ada yg janggal. Tas siapa ini? Ini tas wanita. Mana mungkin Hyung memilikinya.

Aku berjalan dan samar samar mendengar suara desahan.

"Ahh.. Jeong~" Telingaku ternodai_-

Pasti itu Jeongyeon Hyung dan pacarnya. Ck! Tau saja aku jomblo.

Dengan langkah malas, aku berjalan keluar. Berjalan menuju lobi sebelum sebuah panggilan mengusik perjalanan ku.

"Halo?"

"Dahyun, ini aku Chaeyoung. Cepat kesini! Aku sangat bosan:("

"Kenapa harus aku? Kenapa tidak para spesies itu?"

"Ada ada saja kau! Kau kan hanya punya waktu istirahat satu jam. Bisa bisanya kau pulang."

"Aish! Iya iya!"

Tut Tut tut

"Huft... Aku sudah membuang 45 menit berhargaku." Gerutuku sambil melihat jam rolex di tangan kiriku.
.
.
.
.
.
Sekitar 10 menit aku menempuh perjalanan dengan taksi menuju tempat kerja. Aku segera masuk karena waktuku sudah menipis.

Aku kembali melewati lorong jahanam itu. Untung saja ini lewat jam 6. Sudah di pastikan para makhluk itu tidak akan menampakkan wujudnya.

Ceklek

"Annyeong~"

"N-nona? Kau bisa berbahasa Korea?" Tanyaku bingung saat gadis yg sedang membaca majalahnya menyapaku dengan bahasa itu.

"Sedikit saja. Aku belajar untukmu." Jangan percaya dengan orang gila. Mungkin ia hanya bercanda.

"M-maksudmu?"

Author POV

"Sudahlah diam saja. Kau akan tau nanti. Sekarang tolong bantu aku mandi." Gadis itu meletakkan majalahnya dan berjalan dengan menggoda menghampiri Dahyun yang hanya diam tak berkutik.

"M-maaf, nona. Tapi, aku s-seorang pr-"

"Sstt... Aku tau itu." Sana meletakkan jari telunjuknya di bibir Dahyun. Berusaha membuat pria itu diam.
"Tolong bukakan pakaianku." Pinta Sana santai.

"T-tapi, a-"

"Kau disini dibayar untuk merawatku kan? Kau lupa mengapa aku berada di sini? Karena aku gila." Sana meraih dagu Dahyun dengan telunjuknya. Membuat Dahyun sedikit mendongak

"Maa-"

"CEPAT LAKUKAN ATAU KU PASTIKAN KAU AKAN KELUAR BESOK!" Teriak Sana. Dahyun bergidik ngeri melihat tatapan Sana saat marah. Ia terpaksa melakukan hal menyedihkan sekaligus menyenangkan ini.

"Di sini. Cepat buka." Sana berkata dengan suara seksi yang membuat siapapun panas dingin. Ia mengarahkan tangan Dahyun pada kancing bajunya.

Dengan tangan gemetar, Dahyun membuka satu persatu kancing tersebut. Baru dua buah, Dahyun sudah berhenti.

"Aku tidak bisa!" Sebagai lelaki, Dahyun tau kekuatan hasratnya. Ia tidak mungkin melampiaskan hasratnya begitu saja pada wanita yang sedang menatapnya ini. Percaya atau tidak, dia sangat menginginkannya.

"Kenapa? Kau ingin langsung menyentuhnya seperti ini?" Lagi lagi, Dahyun dibuat terkejut saat tangan Sana kembali menuntunnya. Bukan untuk membuka kancing bajunya. Melainkan untuk menyentuh dua gundukan miliknya.

"Eh??" Sana menekan nekan kan tangan Dahyun.

"Maaf, nona!" Setelah beberapa saat, Dahyun mendorong tubuh Sana agar menjauh dari tubuhnya. Ia takut, sangat takut jika ia menuruti kemauan gadis itu.

"Maaf, saya permisi." Dahyun segera keluar dengan wajah merah padamnya. Perasaan nya campur aduk. Ia sangat malu dan mungkin juga kesal(?)

"Halo, bro!" Dahyun hanya tersenyum sekilas kemudian berlalu melewati Chaeyoung yang sedang menyapanya.

"Ada apa dengan anak itu?" Gumam Chaeyoung bingung.
.
.
.
.
.
Dahyun POV

Ada apa denganku!? Harusnya aku tidak menjadi seperti ini. Ayolah, aku bekerja untuk merawatnya karena apa? Karena dia gila kan!? Maklumi saja.

"Kenapa jantungku tidak mau berdetak normal!?"
.
.
.
.
.
Tebece

Sorry for taipo

Crazy [SaiDa]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang