[2] OPPA!

2.5K 311 4
                                    

Dahyun POV

Setelah melewati beberapa proses, aku berhasil di terima di rumah sakit jiwa ini. Sungguh malang kau Kim Dahyun.

"Kau sudah siap bekerja kawan?" Seseorang menepuk bahuku. Aku berbalik dan mendapati seorang pria berseragam mirip sepertiku dengan lesung pipi diwajahnya.

"Annyeong~" aku sedikit membungkuk padanya.

"Perkenalkan namaku, Son Chaeyoung." Dia mengulurkan tangannya. Dengan senang hati aku menerima jabatan tangannya.

"Aku, Kim Dahyun. Senang bertemu denganmu." Kami berbincang bincang sejenak sebelum jam kerjaku di mulai.

"Ngomong ngomong, kau di tugaskan mengurus ruangan nomer berapa?" Chaeyoung berkata sambil membenarkan topinya dan menyibakkan rambutnya ke belakang sebelum menutupnya kembali dengan topi.

"121" Seketika dia menghentikan aktivitas nya.

"Jinjja!?" Aku mengangguk dan kebingungan melihat raut wajahnya yang berubah drastis saat aku mengucapkan nomor ruangan itu.

"Kenapa? Kau seperti mengetahui sesuatu tentang ruangan itu." Aku berusaha untuk membunuh rasa penasaran ku dengan bertanya pada Chaeyoung.

"A-ani. Kau akan tahu sendiri nanti. Selamat menikmati." Dia tersenyum penuh arti sebelum dia menghilang di balik pintu ruang tugasnya.

"Ada ada saja. Apa susahnya mengurus orang gila." Aku meniup anak rambut yang terjatuh di keningku sebelum memasuki lorong menuju kamar nomor 121.

Ceklek

Mataku melebar saat melihat lorong yang sudah sedikit ramai oleh makhluk makhluk itu.

Glup!

Aku menengguk ludahku kasar saat mengetahui semuanya menatapku dengan tatapan bermacam macam. Sampai sampai aku lupa caranya bernafas.

"Oppa!!!"

1 detik
2 detik
3 detik

"KYA!!! OPPA!!!" Satu persatu dari mereka berlomba lomba untuk menyentuhku. Dengan cepat aku berlari saat beberapa kali tertarik masuk dalam kerumunan itu. Dengan sigap aku terus berlari dan mencari nomor ruangan yang katanya terletak di ujung itu.

"121!" aku berteriak saat aku menemukan ruangan tersebut. Dengan secepat kilat, aku membuka dan menutup kembali pintu itu.

"Hah! Hah! Hah!" Nafasku tersengal sengal dan aku mulai bersandar pada pintu. Nafasku kembali tercekat saat melihat seorang wanita duduk membelakangi ku. Ia duduk di tepi ranjang king size sambil bersenandung kecil. Tak lupa jari lentiknya memetik satu persatu irama gitar dan membuatnya mengalun indah di telingaku.

Dengan sedikit gemetar, aku memberanikan untuk menyapanya.

"A-annyeong."

Dia berhenti sejenak.

"Kau, Kim Dahyun?" Tanyanya. Dia berbalik dan menatapku. Tatapannya sangat tajam dan dingin. Kurasa aku ingin kencing di celana melihat sorot matanya.

"I-iya benar. S-saya, Kim Dahyun." Aku membungkukkan badanku.

"Minatozaki Sana. Kau sudah tau peraturan di kamar 121?" Alisnya terangkat sebelah.

"B-belum, nona."

(Dia benar-benar gila? Tapi, dari raut wajahnya sama sekali tidak menunjukkan tanda-tanda bahwa dia gila. Ku akui, dia sangat cantik.)

"Ok, setidaknya nikmati ini dulu sebelum kau bekerja lebih lama disini." Aku bernafas gusar saat dia memanggil nama seseorang.

"HOSEOK!" Seseorang lelaki berjalan dengan anggunnya. Jantungku semakin tak karuan saat melihat bibirnya merah merona. Riasan tebal di wajah pria itu membuatku bergidik ngeri.

Nona Sana membisikkan sesuatu dan pria bernama Hoseok itu tersenyum ke arahku. Dia kembali masuk ke ruangan asalnya dan kembali dengan pria berbadan kekar. Kulitnya eksotis dengan tali di tangannya.

"A-apa yang kalian lakukan!?" Aku semakin panik saat Hoseok memegang tanganku.

Author POV

Hoseok memegang kedua tangan Dahyun dan memberi aba aba pada pria yang sedang membawa tali itu.

"Kai, ikat dia sayang.." Dengan nada menggoda, Hoseok menatap kai intens.

(Seseorang tolong aku! Eomma tolong Dahyun>_<)

Dahyun yang tangan dan kakinya sudah terikat sempurna hanya bisa pasrah dan tetap duduk pada kursinya. Sana hanya tersenyum tipis melihat reaksi Dahyun.

"Kai, hibur dia." Sana mengucapkan kata yang membuat senyum kai mengembang.

"Hai, tampan. Mau berkencan dengan ku...?" Kai mencolek dagu Dahyun. Dia membelai lembut rambut pirang Dahyun dan hal itu membuat Dahyun memucat. Ia jijik pada pria di depannya.

"SEMUANYA! KELUAR! ADA TAMU YABG HARUS KITA SAMBUT!" Sana berteriak. Dahyun menatap horror pintu ruangan itu. Hingga....

"KYAA!!! DAHYUN OPPA!!" Dan disitu seorang Kim Dahyun mengetahui betapa menakutkannya kamar nomor 121:)
.
.
.
.
.
Typo abaikan




Crazy [SaiDa]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang