Irene yang baru saja keluar dari kamar nya, langsung mendapati pemandangan yang membuatnya kesal, enggak pacarnya gak adeknya. Sama ajah, hobinya mantengin mulu layar laptop sama handphone.Percuma dong punya pacar cantik tapi gak di pandengin. Huh.
Irene memandang adek nya malas,
dengan muka lecek, mamakai pakaian tidur kesayangannya dan headset yang menempel terus di telinga taehyung. Membuat irene merasa geram.
Jam 2 pagi, adek nya masih duduk manis di depan komputer yang sengaja di pasang di ruang keluarga, alasannya biar bisa ngontrol taehyung saat main game dan gak kebablasan.
Sama kaya pacarnya seokjin. Irene kembali mendengus kesal saat mengingat ingat lagi seokjin hari ini.
Tapi nyatanya taehyung yang pintar, saat orang terbangun dia malah tidur, dan saat orang tidur dia main game. Begitu terus sampai sampai ayah dan ibunya menyerah.
.Irene mendekati adeknya dan melepas paksa headset yang terpasang rapat di telinganya, membuat taehyung terkejut bukan main.
'jam 2, mau main sampe jam barapa?'
Tanya nya ketus. Sejak pulang dari kencan, taehyung menyadari kakaknya berubah agak galak dan jutek padanya, apapun yang taehyung lakukan selalu salah dimatanya.
'baru juga main kak'
'mau sampe subuh mainnya?'
Kalo liat taehyung lagi main game, irene auto keinget juga sama seokjin, pasal nya seokjin sama taehyung sering main bareng.
Jadi ajah liat taehyung tuh bawaan nya kesel ajah.Mohon maklum ya tae
'tidur sana. Besok kakak pergi pagi loh' taehyung hanya menelan ludahnya dan melepaskan headset yang sudah melingkar di leher nya bersiap mematikan layar komputer dan masuk ke kamarnya karena sang kakak belum beranjak dari tempatnya sampai melihat adiknya masuk ke kamar.
Bukan taehyung namanya, jika tidak ada pc. Masih ada handphone. Hahahaha
.
.'abanggg.. Cepetan jam berapa nih?' teriak yerim di depan kamar mandi di kamar kakaknya. Jika saja ia tidak nebeng kakaknya, yerim tak perlu repot repot membangunkan kakaknya.
'berisikk' jawab seokjin dari dalam kamar mandi, dan sudah mulai terganggu dengan suara cempreng adiknya.
.'tidur jam barapa kamu bang, tadi malam?' tanya sang ayah yang sudah duduk manis di depan teras rumah nya dengan secangkir teh manis dan ponsel di tangannya. Keluarga modern memang mereka ini. Mengganti surat kabar dengan ponsel nya. Tidak perlu repot repot membaca lembaran lembaran kertas besar hanya untuk mencari info terkini. Teknologi sekarang sudah menyuguhkan segala kecanggihannya.
'tidur sebelum yerim bangunin'
Jawab seokjin dengan tangan memegang mantel dan tangan satunya sibuk memakai sepatu casualnya.
'ck. Bang, bang.. Mau terus terusan kaya gini kamu bang? Irene kuat banget sama kamu' celetuk ayah nya, yang membuat seokjin ke inget irene.
Ngomong ngomong irene. Seokjin tidak melupakan irene tentunya, dia hanya belum mau membahas nya dengan keluarganya dan masih menunggu kabar baik dari sang pacar. Berharap mendapat pesan dari irene
'yang, balikan yuk?'
'Yang maafin ya'
gitu terus hayalan seokjin sepanjang malam. Sampai sampai ia memutuskan untuk main game, niatnya sih buat ngilangin kegelisahannya.Tapi eh, ternyata kebablasan.
Tinnnnnnn..
'abangggggg' teriak yerim dari dalam mobil milik seokjin. Dengan tatapan mengerikan adiknya memanggil kakaknya untuk cepat cepat.

KAMU SEDANG MEMBACA
BREAK (SELESAI)
Randomdua insan yang sedang dalam masa perbaikan hubungan menuju SAH. Cerita dari kim seokjin dan bae joohyun yang sedang berusaha memperbaiki hubungan mereka.