Malam yang panjang buat seokjin dan orang tuanya, setelah membahas rencana melamar irene, ayah dan ibunya kembali meluapkan perasaan senang nya saat mendengar anak sulung nya sudah mau serius.Mumpung gak ada yang ngerecokin juga.
'ibu dan ayah Sempet takut sama abang yang dulu, gila main game, kerja nya santai santai terus, siapa yang gak khawatir coba, abang laki laki'
'makanya ibu sempet kasian sama irene, kok bisa irene sama abang, kuat sampe bertahun tahun'
Jleb.
Seokjin kaya di tusuk gitu, sakit sih. Apalagi yang ngomong ayah dan ibunya langsung.Tapi emang bener juga sama omongan ibunya, kadang seokjin dia juga suka mikir kok irene bisa betah sama dia?
Hah. Tapi di tepis jauh jauh sama seokjin, kalau bukan irene siapa lagi yang mau nerima seokjin dengan segala kekurangannya.
'jadi, rencana nya kapan abang mau ke rumah irene nya?' tanya ayah nya lagi.
Seokjin sedikit mikir.
'besok ajah ya bang' saut ibunya.
Besok?
Seokjin menatap bergantian ibu dan ayah nya.'jangan panik gitu bang, cuma main ke rumah nya, ijin sama papa mama nya, kalo ibu sama ayah mau main ke rumah'
Seokjin manggut manggut ajah dengerin ayah nya ngomong. Sedikit deg degan juga sih.
Gimana ya ngomong sama mama papa nya irene?'ya udah bu, yah, seokjin ke kamar dulu ya'
Seokjin kembali ke kamar nya dengan hari senang. Tak sabar rasanya ingin segera besok dan menyampaikan kabar baik ke pacarnya.
.
.Kringgggg...
Suara alarm dari kamar seokjin berdering hebat, menunjukan jam pukul 6. Sejak beberapa minggu belakang kehidupan seokjin sudah kembali normal.
Di renggangkannya tangan panjang nya dan menghirup udara pagi yang udah lama gak ia rasakan.
'ireneeee....' teriakan seokjin memecah keheningan pagi di kamar nya.
Seokjin tidak tidur nyenyak tadi malam, alasan sudah sangat jelas karena obrolan nya semalan dengan orang tuanya.Seokjin juga sengaja belum memberitahu berita bahagia ini pada irene, rencananya seokjin memberitahu irene secara langsung. Hari ini.
.
.Tok tok..
'kak, kok gak siap siap?' mama irene membuka pintu kamar anak perempuannya dan melihat anak nya masih di tempat tidur dan berbalut selimut.'kak? Udah siang? Kakak gak kerja?' mama nya mendekat karena tidak ada jawaban dari anak nya.
'kak, ya ampun panas banget?' dipegang nya badan irene yang masih tertutup selimut rapat. Di cek nya satu persatu bagian di setiap badan sang anak.
'adekkkkk, papaaaaa..' teriakan sang ibu tak berhasil mengusik tidur irene, dia masih tetap terlelap. Dan berhasil membuat ibunya panik
'kenapa mah?' taehyung yang baru saja bangun langsung mencari ibunya yang berteriak memanggil dirinya dan sang ayah.
'kakak demam dek' mama nya yang udah panik tambah panik melihat taehyung yang hanya menyelengos saat mengetahui alasan teriakan mama nya di pagi hari.
'mah, bikin kaget deh. Gak usah teriak juga kali. Tae pikir ada apa?'
'kakak kamu ini loh sakit'
'hehe.. Iya, tapi jangan teriak heboh mah'
'yaudah bantuin mamah, ambil kotak obat. Mama mau cek suhu badan kakak' taehyung yang hanya mendengus kesal, mau tak mau menuruti perintah sang mamah.
.

KAMU SEDANG MEMBACA
BREAK (SELESAI)
Randomdua insan yang sedang dalam masa perbaikan hubungan menuju SAH. Cerita dari kim seokjin dan bae joohyun yang sedang berusaha memperbaiki hubungan mereka.