Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
-
-
-
Satu hari, setitik salju seolah berbicara denganku. Menyuarakan kalimat yang selalu aku ingat sampai musim dingin kelima setelah kepergiannya.
"Aku merindukanmu. Apa Kakak tidak merindukanku? Apa sungguh Kakak tidak merindukanku barang sedikit saja?"
Jika dulu aku menampik keras kalimat itu, berbeda dengan sekarang. Aku selalu mengangguk, meng-iyakan suara itu.
"Kemari. Aku ingin memelukmu."
Tapi bayangan yang selalu muncul itu selalu menggeleng. Tersenyum ke arahku berhias binar mata yang cerah.
"Terlambat. Aku sudah pergi, Kak. Tugasmu jaga orangtuaku. Mengerti?"
--
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
09 Juli 2020
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Hai, dengan kekasih Taehyung di sini. Aku kembali. 💜💜
Iya, aku tau itu foto Jimin. Dia suamiku 🤣
Happy reading 🥰
KAMU SEDANG MEMBACA
Description (Tamat)
Подростковая литератураGelap menjadi kawannya sejak kecil. Semua orang mengucilkannya seperti seekor kucing yang sudah tak lagi diharapkan. Namun, dimataku dia istimewa. Dalam sejarah hidup, dia satu-satunya manusia yang paling membenci hari besarnya, yakni hari ulang ta...
