Bagian 6

1.9K 172 1
                                        

Hanya butuh waktu 1 jam perjalanan dari rumah sakit sampai rumah

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Hanya butuh waktu 1 jam perjalanan dari rumah sakit sampai rumah. Kini mobil sedan berwarna hitam legam itu sudah terparkir manis di pekarangan. Sejenak, sebelum keluar, Hadi menoleh ke jok belakang. Memastikan putranya yang sedari tadi tak ada suaranya. Dan ternyata benar, Haru terlelap dengan boneka kecil yang ada di sana sebagai bantalnya.

"Jangan. Biar aku gendong aja. Kasian kalau dibangunin," halau Hadi saat Indira bergerak hendak membangunkan putra mereka.

Indira diam yang artinya iya, kemudian keluar dari mobil terlebih dulu dan langsung menuju ke bagasi belakang. Hendak membereskan barang bawaan mereka.

Susah payah, dengan penuh kehati-hatian nan lembut, Hadi memindahkan Haru ke dalam gendongannya. Sempat melenguh sedikit, namun kembali nyaman ketika kepalanya sudah menemukan tempat di punggung belakang Hadi.

Buru-buru Hadi membawa masuk sang putra. Cuaca sedikit mendung dan malam mulai menyapa. Udara yang tidak bagus untuk Haru yang baru saja pulang dari rumah sakit. Sedang Indira mengekor di belakang suaminya dengan barang-barang Haru yang alhamdulilah tidak seberapa. Karna kali ini Haru hanya menginap semalam di rumah sakit.

Setelah merebahkan Haru ke kasur kamarnya, Hadi menaikkan selimut. Tubuh Haru masih sedikit panas. Putranya masih butuh istirahat penuh.

"Kamu jagain Haru dulu ya, Pa. Mama mau buatin bubur tim buat Haru. Siapa tau nanti dia kebangun dan laper," ucap Indira.

Hadi mengangguk. "Sama coba Mama cek ke kamar Rada. Anaknya ada atau enggak di rumah."

"Halah udah nanti aja. Haru lebih penting sekarang. Dia juga udah gede."

"Terserah Mama ajalah kalau gitu." Indira bergegas menuju ke dapur. Membiarkan Hadi di sana yang sibuk merapikan sudut kamar putranya.

Indira menoleh, menatap ke arah jendela dimana hujan mulai membasahi kaca jendela tersebut. Awalnya gerimis, namun lama-kelamaan berubah menjadi guyuran deras. Dan tak lama setelahnya pintu utama terbuka. Menampakkan presensi seorang pemuda dengan penampilan basah kuyup.

Indira memperhatikan dalam diam sosok itu. Tak berniat menyapa. Hanya geram karna lantai basah sebab ulah sosok tak berguna dimatanya itu. Rada meniti langkah perlahan. Membiarkan dinginnya air hujan yang membasahi sekujur tubuhnya. Satpam rumah mengunci pagar gerbang dan Rada yang tak memiliki payung terpaksa menunggu gerbang tersebut dibuka untuknya. Alhasil sekarang Rada basah kuyup.

"Lap setelah itu. Jangan menyusahkan orang lain."

Suara tak asing itu mengalihkan atensi Rada. Dengan gerak gelisah ia mencoba mencari dimana tempat sang ibunda berada.

Description (Tamat)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang