"Bagaimana kabar kamu sama kandungan kamu Sarah"tanya nyonya Shanessa saat Herman dan Sarah sudah duduk diruang tamu
"Baik mah"jawab Sarah sambil tersenyum
"Mama senang dengar nya kalo kabar menantu sama calon cucu mama baik baik saja "kata nyonya Shanessa
"Apa selama ini kamu mengalami morning sicknest "tanya nyonya Diana
"Sarah gak ngalamin hal seperti itu tapi mas Herman yang ngalamin nya "jawab Sarah
"Berarti kehamilan kamu sama seperti kehamilan mama waktu hamil Herman dulu "kata nyonya Shanessa
Sarah tersenyum menanggapi perkataan mertua nya
"Herman,bagaimana perkembangan perusahaan kamu "tanya tuan William
"Perusahan Herman baik baik saja kek "jawab Herman
"Kakek senang dengar nya kalo perusahaan kamu baik baik saja,kakek ingin kamu mengambil alih perus...."sebelum tuan William meneruskan perkataan nya nyonya Diana sudah memotong pembicaraan nya
"Nanti saja membicarakan soal pekerjaan nya lebih baik sekarang kita siap siap sholat karna sebentar lagih akan masuk waktu sholat maghrib "kata nyonya Diana
"Yasudah kalo begituh kita bicarakan masalah pekerjaan nya nanti saja "kata tuan William sambil berdiri dari duduk nya dan diikuti oleh yang lain nya yang juga pergi kekamar masing masing untuk bersiap melaksanakan sholat maghrib
"Ada apa ini Diana kenapa kamu memotong pembicaraanku tadi "kata tuan William setelah dia dan nyonya Diana masuk kedalam kamar mereka
"Aku hanya tidak ingin mas membicarakan soal ini dengan Herman sekarang "kata nyonya Diana jujur
"Tapi kenapa "tanya tuan William yang tidak mengerti alasan kenapa dia tidak boleh membicarakan hal itu sekarang kepada Herman
"Karna kalo mas membicarakan hal itu sekarang dan Herman setujuh untuk memegang perusahaan milik mas makan Herman tidak akan tinggal di indonesia lagih dia akan tinggal amerika karna mas ingin Herman memegang perusahaan utama milik mas kan "kata nyonya Diana sambil menatap suami nya yang tidak mengerti maksud dari pembicaraan nya tadi
"Memang nya kenapa kalo Herman tinggal diamerika "kata tuan William
"Kalo Herman tinggal disana dia pasti akan bertemu kembali dengan mantan tunangan nya dan juga suami dari tunangan nya itu,mas tau kan kalo suami dari mantan tunangan Herman adalah musuh dari Herman sendiri apa mas lupa tentang itu"
"Aku lupa tentang itu Diana kalo begituh aku tidak akan mengatakan hal itu pada Herman sekarang "
Nyonya Diana mengangguk dan menyuruh tuan William untuk segera bersiap pergi kemasjid
****
"Assalamualaikum"kata Herman dan kakek serta papa nya saat mereka masuk kedalam rumah setelah tadi mereka pergi kemasjid untuk sholat berjamaah disana
"Waalaikumsalam"jawab nyonya Diana yang sedang duduk diruang tamu sambil meminum teh nya
Nyonya Diana berdiri dari duduk nya dan menyalimi tangan suami nya setelah itu tuan Henry menyalimi tangan nyonya Diana begituh juga dengan Herman yang menyalimi tangan nenek nya
"Nenek sendiri aja duduk disini memang nya mama sama Sarah dimana "kata Herman setelah dia duduk diruang keluarga
"Mama kamu tadi abis sholat ada telpon dan sekarang dia lagih angkat telpon dikamar nya kalo Sarah dia sedang dikamar setelah tadi sholat bersama nenek menyuruh Sarah untuk beristirahat karna tadi nenek lihat muka nya Sarah pucat sekali kaya nya dia gak enak badan deh"kata nyonya Diana
KAMU SEDANG MEMBACA
Istri Pilihan Kakek
RomanceHerman David Richard pengusaha sukses,tampan tapi sayang dia adalah pria yang dingin Banyak wanita yang ingin menikah dengan nya tapi dia tidak ingin menikah,Herman tidak percaya pada cinta karna dia pernah dihianati oleh cinta.perjodohan nya deng...
