"Jika segelas teh mampu mengangatkan,lalu untuk apa aku membutuhkanmu"
~Raina Aderline William~
___________________________________
Mentari pagi,kini telah menampilkan sinarnya.Lain halnya dengan gadis cantik yang kini tengah bergelut dalam selimutnya,nyaman!satu kata yang mendeskripsikan keadaan gadis itu.Hingga suatu suara bariton memanggil namanya dan menghancurkan mimpi indahnya.
"Dek,woy!bangun elah!udah pagi nih,lo kebo amat sih!"ucap Raihan selaku kakak Raina sambil berkacak pinggang melihat sang adik masih bergelut dalam selimutnya.
"Berisik!"ucap Raina sambil membuka matanya.
"Mandi elah,lo mau telat!emang dasarnya lo gatau malu!"ucap Randy sambil menyentil dahi sang adik.
"Bodo'"ucap Raina sambil mengambil handuk dan berlari menuju kamar mandi.
"Sama kakak sendiri aja cuek,untung adek,kalau bukan udah gue buang ke sungai!"ucap Randy dramatis sambil berjalan keluar kamar Raina.
___________________________________
Setelah mandi,Raina bergegas dengan menggunakan seragam SMA barunya.Raina terlihat sangat cantik walau tak menggunakan make up,dan perlu kalian ketahui,Raina membenci MAKE UP.
Raina segeran turun menuju meja makan dan menyapa orang yang berada dalam meja makan.
"Morning!"ucap Raina namun masih dalam keadaan muka datar dan flat.
"Morning kembali!"ucap Randy.
"Mama?papa?"tanya Raina sambil alis bertautan karena tidak melihat keadaan mom dan daddnya.
"Mama sama papa ada dibutik,kemarin malem setelah makan malam,salah satu pegawai hubungin mom soalnya ada masalah di butik karena itu mom sama dad pergi,nanti sore baru pulang!"ucap Randy panjang lebar.
"Owh!"singkat,jelas,padat mampu mewakili semua jawaban.
"Udah ngomong panjang lebar,eh malah jawabannya satu kata!"ucap Randy yang akhirnya memakan nasi goreng yang ia buat tadi.
"Lo yang masak?"tanya Raina pada kakaknya.
"Hem!"jawab Randy sambil mengunyah makanannya.
Setelah menghabiskan makanannya Randy dan Raina Segera pergi menuju sekolah meninggalkan pelakarangan masnionnya.
Hening...
Sunyi...
Didalam mobil hanya ada sebuah kesunyian yang mengerogoti suasana tetsebut.
Tak membutuhkan waktu yang lama,dalam 15 menit mereka tengah berada dalam parkiran sekolah.
"Turun gih,terus masuk kelas,jangan lupa kalau istirahat ke kantin!kakak tunggu!"ucap Randy sambil mengusap Rambut panjang sang adik.
"Makasih!"ucap Raina yang membuat Randy bingung setengah mati.
"Buat?"tanya Randy.
Raina tak menjawab melainkan mencium pipi sang kakak.
"thank you for being a brother!"ucap Raina tepat ditelinga sang kakak.
KAMU SEDANG MEMBACA
Raina dan Raihan
Teen FictionTidak ada yang manis, yang ada hanyalah kisah sadis. Tidak ada kata bahagia, yang ada hanyalah luka. Karena itulah kita! Dipertemukan namun sulit di satukan. Ini hanyalah kisah biasa Dari sepenggalan kata Yang mengubah segala rasa Di bawah langit J...
